Senin, 03 Februari 2014

2013 In One Posting

Tanpa sadar tahun 2013 saya ga bikin satupun postingan disini. Alasannya terlalu sibuk. Jadwal kerja yang panjang dan bikin langsung pengen meluncur ke kasur begitu kerjaan selesai jadi tersangka utama. Belum lagi awal-awal tahun 2013 kemarin masih ada jadwal les mandarin yang masih ngganjel. Ditambah lagi tuntutan kehidupan sosial yang juga turut ngambil jatah waktu luang. Ujung-ujungnya, punya koneksi internet yang lumayan lancar, tapi ndak punya waktu dan fokus konsentrasi yang cukup memadai untuk nulis. Semoga ini cukup terjadi di tahun kemarin saja.
Oke, kalau mau direkap tahun 2013 itu adalah tahun kehilangan buat saya.
Saya kehilangan waktu luang, kesehatan, rambut panjang, pekerjaan, dan terakhir kehilangan bapak saya.
Pertama, tahun 2013 mendadak kerjaan jadi seabreg-abreg bebannya. Sebenernya besarnya kerjaan sama saja tapi karena satu dan lain hal jadi bikin kerjaan kerasa membebani dan nyaris ga kasih kesempatan badan buat istirahat. Ijin libur sehari susahnya minta ampun, sekalipun ijin sakit juga susah nyari yg mau gantiin kerja malah cuma nambahi beban pikiran ke tubuh yang udah tumbang kena penyakit. Marathon kerja berminggu-minggu sampe ke itungan bulan berujung ke kesehatan yang ga pernah bisa 100% fit. Mau dikata sehat kok ya badan rasanya ga karuan. Mau dikata sakit tapi kok ya cuma sakit sepele yang seringnya ga bisa disebut penyakit. Sakit kepala, muntah, mual, sesak napas sampe sakit punggung udah jadi dosis harian. Dan kayanya udah jelas penyebabnya, kalau tiap pagi sebelum kerja jadwalnya adalah sesak napas dan mual-muntah. So, finally I decided to step down and show more love to my body (tsahhhh). Well, meskipun kerjaan bisa dibilang lumayan dengan gaji yang ga bisa dibilang kecil, pada akhirnya saya cuma punya satu badan untuk di-openi kan.
Tapi, di tahun 2013 akhirnya salah satu keinginan saya bisa terwujud. Saya akhirnya punya kesempatan menggunduli rambut. Untuk tujuan baik pula. Akhirnya saya bisa ikut Shave for Hope dan menghabisi rambut 40cm menjadi 2mm. Punya kepala botak, harus diakui, rasanya agak aneh. Kulit kepala rasanya berlipat ganda sensitifnya sampe hembusan angin semilir pun terasa beneran sampe ke ubun-ubun. Tapi kebotakan ini ga bertahan lama. Sebulan aja kepala udah item dan rambut udah panjang. Sekarang, 5 bulan dari tanggal membotaki kepala, rambut udah membentuk poni pendek kaya rambutnya Spock di Star Trek.
Dan yang terberat, di tahun 2013 saya kehilangan bapak. Kalau dibilang maut datang seperti maling, it's completely true. Seberapapun berat dan lamanya bapak sakit, tetap saja kata kuat dan siap itu terlalu besar untuk ditelan. We weren't ready. Nobody will ever feel ready. Dan seberapapun seringnya kamu bilang ke dirimu sendiri kalau kamu kuat dan bisa menghadapinya, tetap saja rasanya hampa. You put on a smile hoping it will give you strength to live on.
So, 2014 adalah tahun pengharapan buat saya. Harapan untuk kerjaan baru. Harapan untuk tubuh yang lebih sehat dan kuat. Harapan untuk kehidupan yang lebih baik. A wish for life in each breathe.

The One with The Comeback

After more than 1 year of abandoning this blog, I'm back.
Let this begin the new pages and the new life of this blog. :)