Oke, kalau mau direkap tahun 2013 itu adalah tahun kehilangan buat saya.
Saya kehilangan waktu luang, kesehatan, rambut panjang, pekerjaan, dan terakhir kehilangan bapak saya.
Pertama, tahun 2013 mendadak kerjaan jadi seabreg-abreg bebannya. Sebenernya besarnya kerjaan sama saja tapi karena satu dan lain hal jadi bikin kerjaan kerasa membebani dan nyaris ga kasih kesempatan badan buat istirahat. Ijin libur sehari susahnya minta ampun, sekalipun ijin sakit juga susah nyari yg mau gantiin kerja malah cuma nambahi beban pikiran ke tubuh yang udah tumbang kena penyakit. Marathon kerja berminggu-minggu sampe ke itungan bulan berujung ke kesehatan yang ga pernah bisa 100% fit. Mau dikata sehat kok ya badan rasanya ga karuan. Mau dikata sakit tapi kok ya
Tapi, di tahun 2013 akhirnya salah satu keinginan saya bisa terwujud. Saya akhirnya punya kesempatan menggunduli rambut. Untuk tujuan baik pula. Akhirnya saya bisa ikut Shave for Hope dan menghabisi rambut 40cm menjadi 2mm. Punya kepala botak, harus diakui, rasanya agak aneh. Kulit kepala rasanya berlipat ganda sensitifnya sampe hembusan angin semilir pun terasa beneran sampe ke ubun-ubun. Tapi kebotakan ini ga bertahan lama. Sebulan aja kepala udah item dan rambut udah panjang. Sekarang, 5 bulan dari tanggal membotaki kepala, rambut udah membentuk poni pendek kaya rambutnya Spock di Star Trek.
Dan yang terberat, di tahun 2013 saya kehilangan bapak. Kalau dibilang maut datang seperti maling, it's completely true. Seberapapun berat dan lamanya bapak sakit, tetap saja kata kuat dan siap itu terlalu besar untuk ditelan. We weren't ready. Nobody will ever feel ready. Dan seberapapun seringnya kamu bilang ke dirimu sendiri kalau kamu kuat dan bisa menghadapinya, tetap saja rasanya hampa. You put on a smile hoping it will give you strength to live on.
So, 2014 adalah tahun pengharapan buat saya. Harapan untuk kerjaan baru. Harapan untuk tubuh yang lebih sehat dan kuat. Harapan untuk kehidupan yang lebih baik. A wish for life in each breathe.