Rabu, 18 Januari 2012

1st Book - 28 Books in 2012 Project

Jadi,

begini...
errmmm....

not good. not good.

Postingan kemarin aku sudah berkoar-koar kalo bakalan menyelesaikan buku Anak Bajang Menggiring Angin, tapi... ternyata sampe tanggal 18 Januari ini masih mentok sampe halaman 105 dari 480an halaman. #mewek
Tampaknya memang terlalu ambisius untuk memulai proyek ini dgn novel macam begituan.

Tapi jangan kira saya ongkang-ongkang kaki bermalas2an tanpa membaca buku apapun ya.
Di tengah-tengah waktu 2 minggu kemarin, secara tidak sengaja menyelingkuhi Anak Bajang dgn Madre-nya Dee Lestari. Dan coba tebak, kalo Anak Bajang sampe 18 hari gak bisa kelar bacanya, untuk Madre ini cukup 1jam-an saja sudah selesai. Ah... selingkuh itu memang nikmat. #eh

Sementara Anak Bajang Menggiring Angin bercerita tentang dunia pewayangan, dari masa kelahiran Rahwana, Anoman sampe ke kisah klasik cinta segitiga Rama-Sinta-Rahwana yang cukup memakan waktu untuk dibaca dan dipahami, Madre cukup simpel. Ya iyalah... wong dibaca sambil antri kamar mandi aja bisa selesai.

Buku ini merupakan kumpulan cerita pendek dan juga puisi karya Dee Lestari. Judul cerpen pertama diambil jd judul buku ini. Nah, ceritanya tentang apa? Nope, it's not about mother, ibu, mama, maman, simbok. Meski Madre artinya ibu, mama, maman, simbok, dst itu, Madre di buku ini adalah nama dari segumpal adonan roti. Kenapa namanya Madre? Karena gumpalan adonan ini adalah adonan biang, yg mana merupakan ibu dari roti-roti dari diberi campuran adonan biang ini. Tokoh utamanya adalah Tansen, seorang lelaki yg percaya kalo ia berdarah India-Sunda-Manado dan ternyata punya kakek seorang Cina (kayaknya bagus ya? campuran Cina-India, gimana wujud aslinya ya?). Dari si Kakek ini dia mewarisi Madre beserta bakery kuno yg sudah gulung tikar, termasuk pegawai-pegawainya yg sudah uzur.

Juga ada puisi untuk putri mbak Dee yg sepertinya waktu puisi ini ditulis masih ada di kandungan. Juga cerpen tentang cinta yg tumbuh antara 2 sahabat.

Kalo mau dirangkum dalam 1 kata, menurut saya buku ini hangat. Sehangat rumah. Seperti Tansen yg menemukan rumah setelah hidup luntang-lantung. Sehangat obrolan malamku bersama maman. yang biasanya temperaturnya semakin malam semakin memanas temperaturnya. hehehe.. enggak kok. becanda.

So, it's my first book. Fun and entertaining. Belum memilih buku kedua walau ada banyak pilihan di rak buku. Sepertinya akan menyerahkan pilihan ke tanganku. Excited for some surprises. hehehe..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar