Jadi, emang telat banget baru posting sekarang. Tapi, bacanya udah dari kemarin-kemarin sih. hehe...
Oke, buku kedua yang kubaca adalah The Little Prince atau judul aslinya "Petit Prince".
Iyuuuppp... ini novel Prancis yang oke, ngaku deh, harusnya yang saya baca itu versi bahasa aslinya. Dan harusnya bacanya bertahun-tahun yang lalu. Tapi berhubung punyanya cuma yang versi terjemahan bahasa Enggreis jadi yo weslah itu sajalah yang dibaca.
Pengarang buku ini punya ciri khas yang cukup kuat, yaitu *jeng-jeng* selalu menyelipkan cerita soal penerbangan dalam novel-novelnya. Entah ceritanya bersetting di pesawat dalam suatu penerbangan atau tokoh utamanya adalah pilot. Selalu saja ada cuplikan-cuplikan colongan tentang pilot dan penerbangan di novel-novelnya. Well, memang pengarangnya seorang pilot yang bahkan hilang dalam penerbangan terakhirnya.
Langsung ke Petit Prince-nya saja. Ceritanya tentang apa? Well, seperti kebanyakan novel-novel Prancis di abad 20, novel ini ceritanya jelas tapi maksudnya absurd. *iki apa toh maksud-e??* Jadi gini, kalau dibaca itu bisa tau ini ceritanya begini-begini, endingnya gini TAPI ceritanya ga masuk di akal. Masih mendingan sih baca Petit Prince karena ada segambreng novel-novel Prancis lainnya yang lebih bikin puyeng.
Oke, langsung ke ceritanya. Petit Prince ini tentang seorang pangeran kecil. Dari luar angkasa. UFO? yup, he is. Nope, he's not green. And he doesn't two small antennas on his head. Tokoh utama dari novel ini adalah seorang pilot (see, told you) yang pesawatnya rusak dan jatuh di tengah-tengah gurun pasir. Dan dia sendirian. Sendiri. Di tengah-tengah padang pasir. Kayanya udah tinggal nunggu persediaan air habis trus bablas deh. Kalo nurutin akal sehat, ga bakalan bisa selamat keluar dari gurun pasir. Dan ga bakalan ketemu orang juga. Ceritanya mulai ga masuk akal karena di suatu pagi, si pilot ini dibangunkan dari tidurnya oleh seorang anak kecil. Dan anak kecil ini seorang pangeran. Dari planet lain. Yang luasnya cuma seuprit. Datang ke bumi mencari pagar untuk pohon bunganya. Mulai dari sini, novel ini bercerita soal planet si pangeran, kisah perjalanannya menuju bumi, planet-planet aneh beserta penghuninya yang tak kalah aneh sepanjang perjalanannya menuju bumi, juga pengalamannya bertemu binatang dan tumbuhan bumi.
Semua kisahnya memang aneh dan ga masuk di akal, tapi cerita si pilot di awal novel cukup mengesan. Di masa kecilnya, si pilot berpikir dan bertingkah sebagaimana normalnya anak kecil, sibuk dengan imajinasinya sendiri; tapi orang-orang dewasa selalu memaksanya untuk berpikir dengan akal sehat tanpa imajinasi. It sucks. Big time. Well, buatku imajinasi itu seperti warna-warni dalam hidup. Dan saya cinta warna. Setidaknya, mimpi dan imajinasi itu selalu bisa mengubah hal-hal membosankan dalam hidup jadi sedikit lebih menyenangkan.
Ini buku kedua, berarti masih ada 26 buku lagi terhutang. hihihi.. tenang.. udah dibaca kok, tinggal tulis aja. :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar