Ibu dan anak yg sama2 terlihat bodoh
Kamis, 26 November 2009
Selasa, 10 November 2009
Today's Enlightment
Some ugly facts that are so damn true... (panjang ni)
"Jelek ya jelek. Cantik ya cantik. Diterima saja, jangan memanipulasi perasaan dan sekali lagi jangan mencari tempat persembunyian. Jangan bersembunyi dengan pemikiran, kalau jelek secara fisik, saya masih punya kecantikan yang dari dalam. Bagian luar dan bagian dalam jangan dicampur aduk. Sudah demikian adanya, di dunia harus ada yang berperan sebagai orang jelek dan orang cantik."
SADIS!!!!!
masih ada lagi
"Kalau Anda bodoh, jangan merasa terbuang. Jangan juga memanipulasi, dengan memberi pernyataan dalam hati, biar bodoh, tetapi cantik dan kaya. Anda tetap bodoh dan Anda sedang tidak dalam membicarakan soal cantik dan kaya. Kalaupun Anda mau menghubungkan cantik dan bodoh, maka berbahagialah kalau Anda bodoh sehingga tak memiliki kemampuan berpikir menjual kecantikan Anda ke tempat yang tidak benar."
MAKJLEB!!!!!
satu lagi
"Kalo miskin, jangan merasa terbuang dan berpikir tak ada yang mau dengan Anda. Saya pastikan tetap ada yang mau. Jangan memanipulasi dengan berkata aku miskin, tetapi kaya dalam perbuatan baik dan kaya dalam kebahagiaan batin. Miskin itu menurut ukuran manusia adalah yang uangnya enggak ada, enggak berhubungan dengan kekayaan jiwa. Itu urusan lain. Jadi, terima kenyataan Anda itu miskin karena memang ada yang harus berperan sebagai orang miskin."
JANGKRIK!!!!!
Sedikit pencerahan yg tidak mencerahkan sebenarnya, tapi karena saya selalu berpihak pada kenyataan, seburuk apapun kenyataan itu, jadi saya merasa kalo tiga poin diatas ada benarnya. Hahahaha....saya memang wanita setan nan kejam. Ada kutipan yg saya bolak-balik, sedikit diedit, dan ya, itu bukan buah pemikiran saya (siapa saya sampe bisa merangkum kata2 kejam namun tepat sedemikian memikatnya). Tiga poin itu saya kutip dari tulisan Samuel Mulia di Kompas.com. (Gosh, I love his writings) Semoga kutipan itu bisa sedikit menguak sisi kemunafikan dalam diri kita sehingga kita bisa jujur, setidaknya pada diri sendirilah.
"Jelek ya jelek. Cantik ya cantik. Diterima saja, jangan memanipulasi perasaan dan sekali lagi jangan mencari tempat persembunyian. Jangan bersembunyi dengan pemikiran, kalau jelek secara fisik, saya masih punya kecantikan yang dari dalam. Bagian luar dan bagian dalam jangan dicampur aduk. Sudah demikian adanya, di dunia harus ada yang berperan sebagai orang jelek dan orang cantik."
SADIS!!!!!
masih ada lagi
"Kalau Anda bodoh, jangan merasa terbuang. Jangan juga memanipulasi, dengan memberi pernyataan dalam hati, biar bodoh, tetapi cantik dan kaya. Anda tetap bodoh dan Anda sedang tidak dalam membicarakan soal cantik dan kaya. Kalaupun Anda mau menghubungkan cantik dan bodoh, maka berbahagialah kalau Anda bodoh sehingga tak memiliki kemampuan berpikir menjual kecantikan Anda ke tempat yang tidak benar."
MAKJLEB!!!!!
satu lagi
"Kalo miskin, jangan merasa terbuang dan berpikir tak ada yang mau dengan Anda. Saya pastikan tetap ada yang mau. Jangan memanipulasi dengan berkata aku miskin, tetapi kaya dalam perbuatan baik dan kaya dalam kebahagiaan batin. Miskin itu menurut ukuran manusia adalah yang uangnya enggak ada, enggak berhubungan dengan kekayaan jiwa. Itu urusan lain. Jadi, terima kenyataan Anda itu miskin karena memang ada yang harus berperan sebagai orang miskin."
JANGKRIK!!!!!
Sedikit pencerahan yg tidak mencerahkan sebenarnya, tapi karena saya selalu berpihak pada kenyataan, seburuk apapun kenyataan itu, jadi saya merasa kalo tiga poin diatas ada benarnya. Hahahaha....saya memang wanita setan nan kejam. Ada kutipan yg saya bolak-balik, sedikit diedit, dan ya, itu bukan buah pemikiran saya (siapa saya sampe bisa merangkum kata2 kejam namun tepat sedemikian memikatnya). Tiga poin itu saya kutip dari tulisan Samuel Mulia di Kompas.com. (Gosh, I love his writings) Semoga kutipan itu bisa sedikit menguak sisi kemunafikan dalam diri kita sehingga kita bisa jujur, setidaknya pada diri sendirilah.
Kamis, 05 November 2009
Maman vs This Is It
Percakapan singkatku bersama Maman siang ini.
Aku : Man, tar malem nonton ya.
Maman : nonton apa?
Aku : Michael Jackson (This Is It). tar jam 7.
Maman : oke.
diem sejenak
(masih) Maman : wah dek, tar malem ada sembahyangan Jumat pertama.
Aku : dimana?
Maman : di rumah
lanjut Maman : ah..gapapa deh. Tar nyiapin minum sama peralatannya aja. Kita tetep nonton.
Aku : ga ikut sembahyangan?
Maman : gak. Kita nonton.
Aku : -------
Kalo saban hari ngomongnya kayak gitu, bingung ga sih mana yg Ibu, mana yg anak?? Aku aja bingung...
Aku : Man, tar malem nonton ya.
Maman : nonton apa?
Aku : Michael Jackson (This Is It). tar jam 7.
Maman : oke.
diem sejenak
(masih) Maman : wah dek, tar malem ada sembahyangan Jumat pertama.
Aku : dimana?
Maman : di rumah
lanjut Maman : ah..gapapa deh. Tar nyiapin minum sama peralatannya aja. Kita tetep nonton.
Aku : ga ikut sembahyangan?
Maman : gak. Kita nonton.
Aku : -------
Kalo saban hari ngomongnya kayak gitu, bingung ga sih mana yg Ibu, mana yg anak?? Aku aja bingung...
Kamis, 15 Oktober 2009
Aku Suka Menyonyong, asal ga pake Monyong...
Berapa lama ya ga ngeblog?
Jawabannya : terlalu lama.
Hahahahaha.....
Ya..ya...ya...saya emang lama ga nulis-nulis di blog. Alasannya, sibuk. Hohohoho....sedikit nyombong nih..hahaha. Tapi, beneran deh. Saya emang lagi kebanyakan acara akhir2 ini, meski sekarang semuanya udah beres sih. Jadi, bisa balik ngeblog lagi. huahaahahahaha... Oke..oke..balik serius lagi. Acara2ku itu semuanya berakar pada hobbyku menyonyong tapi ga pake monyong. Setelah bertahun-tahun gabung di paduan suara sekolah dan kuliah, aku pikir karierku udah tamat waktu aku lulus kuliah. Ternyata, aku salah. Malah makin repot, nyiiaaahhhhh!!!!!!!!
Udah pernah cerita kan kalo aku diajakin konser sama teman2 alumni PSM. Yah....itu adalah hajatan besar pertama. Dengan semangat empat lima, kami2 yg rada2 kurang kerjaan ini menggelar konser musik klasik dg tema Pilgrimage alias peziarahan. Tema yg seram yah. Jelasnya, kami mau menampilkan musik klasik dari jaman ke jaman, seperti melakukan peziarahan seni. Konser kemarin adalah seri pertama dan kami mulai dari jaman Barok. Abad pertengahan dan Renaissance dilewati soalnya, yah...lagu2nya agak membosankan. hehehehe... Repot sih ngurus konser ini. Selain krn kami nyanyi dan ngurus acaranya sendiri, kami jg harus keluar dana sendiri. hahahaha...dasarnya proyek ambisi pribadi sih ya. Biarpun repot setengah mati, tapi bisa dibilang konser ini berlangsung lancar, walo kayaknya hampir semua penyanyi grogi tuh..hihihi....
Trus seminggu abis konser diajakin ikut tim paduan suara gereja buat ikut lomba. Walo aku rada bertanya-tanya kok bisa2nya aku diajak, secara aku tidak bergaul di lingkaran aktivis gereja. Hahaha..sudahlah, dimintai tolong dan ada waktu, ya di-oke-in aja. Secara lombanya cuman seminggu sesudah konser, maka sering terjadi latihan marathon. Dari jam enam sore sampe jam sepuluh malem latihan terus. Herannya, kok aku ga kurusan yah? (ya iyalah, selama latihan kalo ada istirahat lgsg mulai ngunyah, pulang latihan jg lgsg makan) Dengan waktu latihan kurang dari 3 minggu dan tim yg hampir tidak ada yg kukenal (heheheheh...tiap minggu ke gereja mana, Mbak? Wah, saya kalo minggu jarang ke gereja, Buuu...), ternyata bisa jg dapat juara 2. Kesiksa aku selama latihan, abis suara kana-kira dan belakang, kok tehniknya beda2. Jadi tidak nyaman..
Seminggu abis lomba, ada acara nyanyi buat nikahan temen PSM. Kami serombongan (rombongan grup konser, bukan tim lomba) plus 5 org pemain kuartet gesek + peniup flute, diangkut ke CILEGON!!!! Aku pikir Cilegon tuh letaknya di seputaran Bandung gitu. Ternyata...di ujung Pulau Jawa!!!! Temen2ku muter2 tanpa tau jalan dan tau2 mereka nyampe....Pelabuhan Merak. Buseettt!!!! Memang layak aku dapat nilai pas-pasan pas pelajaran Geografi. Mana Cilegon itu....panas!!! Duduk-duduk dan engga ngapa2in kecuali bernapas aja tetep keringetan. Duh.... Setelah menempuh perjalanan 14 jam dalam bis, yg bisa kita lakukan nyampe sana adalah teler. Banyak hambatan dan masalah dalam latihan, tapi untunglah, kami bisa bertahan. Kelar nyanyi di gereja, langsung diangkut ke tempat resepsi, yg amat sangat penuh! Tempat favorite di gedung adalah di depan AC. hehehehe..... Kelar resepsi, langsung menempuh perjalanan balik ke Jogja. Pffiuuhhhhh......Hasilnya, capek oi! Tapi, seneng juga sih liat seorang teman sudah mengambil langkah besar dalam hidupnya. Heheheheh...kayaknya hampir semua cewek di koor, matanya lgsg berkaca2 waktu janji nikah, termasuk aku hehehehe....... Well, apa yg terjadi di gereja itu adalah gambaran impian masa depan sih ya....jadi, ya mohon maklum.
Yah, singkat kata, itulah yg menimpaku selama beberapa minggu terakhir ini. Sibuk dan melelahkan, tapi tetep, ga bikin kurus. menyebalkan!
Jawabannya : terlalu lama.
Hahahahaha.....
Ya..ya...ya...saya emang lama ga nulis-nulis di blog. Alasannya, sibuk. Hohohoho....sedikit nyombong nih..hahaha. Tapi, beneran deh. Saya emang lagi kebanyakan acara akhir2 ini, meski sekarang semuanya udah beres sih. Jadi, bisa balik ngeblog lagi. huahaahahahaha... Oke..oke..balik serius lagi. Acara2ku itu semuanya berakar pada hobbyku menyonyong tapi ga pake monyong. Setelah bertahun-tahun gabung di paduan suara sekolah dan kuliah, aku pikir karierku udah tamat waktu aku lulus kuliah. Ternyata, aku salah. Malah makin repot, nyiiaaahhhhh!!!!!!!!
Udah pernah cerita kan kalo aku diajakin konser sama teman2 alumni PSM. Yah....itu adalah hajatan besar pertama. Dengan semangat empat lima, kami2 yg rada2 kurang kerjaan ini menggelar konser musik klasik dg tema Pilgrimage alias peziarahan. Tema yg seram yah. Jelasnya, kami mau menampilkan musik klasik dari jaman ke jaman, seperti melakukan peziarahan seni. Konser kemarin adalah seri pertama dan kami mulai dari jaman Barok. Abad pertengahan dan Renaissance dilewati soalnya, yah...lagu2nya agak membosankan. hehehehe... Repot sih ngurus konser ini. Selain krn kami nyanyi dan ngurus acaranya sendiri, kami jg harus keluar dana sendiri. hahahaha...dasarnya proyek ambisi pribadi sih ya. Biarpun repot setengah mati, tapi bisa dibilang konser ini berlangsung lancar, walo kayaknya hampir semua penyanyi grogi tuh..hihihi....
Trus seminggu abis konser diajakin ikut tim paduan suara gereja buat ikut lomba. Walo aku rada bertanya-tanya kok bisa2nya aku diajak, secara aku tidak bergaul di lingkaran aktivis gereja. Hahaha..sudahlah, dimintai tolong dan ada waktu, ya di-oke-in aja. Secara lombanya cuman seminggu sesudah konser, maka sering terjadi latihan marathon. Dari jam enam sore sampe jam sepuluh malem latihan terus. Herannya, kok aku ga kurusan yah? (ya iyalah, selama latihan kalo ada istirahat lgsg mulai ngunyah, pulang latihan jg lgsg makan) Dengan waktu latihan kurang dari 3 minggu dan tim yg hampir tidak ada yg kukenal (heheheheh...tiap minggu ke gereja mana, Mbak? Wah, saya kalo minggu jarang ke gereja, Buuu...), ternyata bisa jg dapat juara 2. Kesiksa aku selama latihan, abis suara kana-kira dan belakang, kok tehniknya beda2. Jadi tidak nyaman..
Seminggu abis lomba, ada acara nyanyi buat nikahan temen PSM. Kami serombongan (rombongan grup konser, bukan tim lomba) plus 5 org pemain kuartet gesek + peniup flute, diangkut ke CILEGON!!!! Aku pikir Cilegon tuh letaknya di seputaran Bandung gitu. Ternyata...di ujung Pulau Jawa!!!! Temen2ku muter2 tanpa tau jalan dan tau2 mereka nyampe....Pelabuhan Merak. Buseettt!!!! Memang layak aku dapat nilai pas-pasan pas pelajaran Geografi. Mana Cilegon itu....panas!!! Duduk-duduk dan engga ngapa2in kecuali bernapas aja tetep keringetan. Duh.... Setelah menempuh perjalanan 14 jam dalam bis, yg bisa kita lakukan nyampe sana adalah teler. Banyak hambatan dan masalah dalam latihan, tapi untunglah, kami bisa bertahan. Kelar nyanyi di gereja, langsung diangkut ke tempat resepsi, yg amat sangat penuh! Tempat favorite di gedung adalah di depan AC. hehehehe..... Kelar resepsi, langsung menempuh perjalanan balik ke Jogja. Pffiuuhhhhh......Hasilnya, capek oi! Tapi, seneng juga sih liat seorang teman sudah mengambil langkah besar dalam hidupnya. Heheheheh...kayaknya hampir semua cewek di koor, matanya lgsg berkaca2 waktu janji nikah, termasuk aku hehehehe....... Well, apa yg terjadi di gereja itu adalah gambaran impian masa depan sih ya....jadi, ya mohon maklum.
Yah, singkat kata, itulah yg menimpaku selama beberapa minggu terakhir ini. Sibuk dan melelahkan, tapi tetep, ga bikin kurus. menyebalkan!
Senin, 28 September 2009
Ribet, ruwet, capek, bokek!!!!!!
Oke-oke, saya ngaku. Saya memang punya masalah dg komitmen. Kalo selama bbrp minggu terakhir (saya tak ingat tepatnya berapa minggu) saya tidak menulis, itu cuma satu hal yg membuktikan permasalahan saya dg komitmen.
Selama saya tak ngeblog, bukan brarti saya nganggur2 aja di rumah. Acara tuh ya, puadat merayap. Sibukk...bukk...bukk!!!! Pertama yah, dari bulan Juli tuh udah dikontrak (ciee...dikontrak, diajak aja gitu napa?) buat konser bareng Moulaz. Kecil2an aja, cuman nyanyi 6 lagu. Konsernya jg cuman di kapel RS. Tapi, yg namanya kagak pernah latihan tuh keliatan bgt pas latihan. Napas udah lewat lubang mana2, untung lubang bawah kagak ikutan. Perut sudah menggembul dan susah diajak bergerak. Wadoohhh...jadi 2 bulan latihan bener2 haru fokus pikiran dan tenaga buat mengejar ketinggalan. Padahal jadwal latihan bentrok sama jadwal English Club. Repotlah saya mengejar ketertinggalan. Trus tau2 dimintai tolong ikutan lomba koor antar paroki. Waow...padahal kukira aku tidak beredar di lingkaran itu. Yah, ketambahan jadwal latihan lagi deh.
Udah gitu, bulan puasa. Ga repot juga sih, cuman si Maman nih mulai jualan gudeg lagi. Walah...rumah jd berantakan ga ada yg beresin. Trus menutup bulan puasa adalah hajatan besar keluarga, Syawalan keluarga besar. Dimana? Di rumahku.. Ribet, repot, capek, bokek campur aduk jadi satu. Huaduh...ngebayangin udah super pusing. Mana sehari sebelumnya tuh temenku tunangan, jd harus bolos sejenak dari keribetan di dapur. Acaranya sih biasa, macem pengajian dulu (lucu ga sih, pengajian di ruangan yg isinya patung Yesus, Bunda Maria dan full foto2 tokoh rohani), halal bihalal, trus makan2.
Abis itu, belum sempet istirahat udah konser aja. Sibuk..sibuk....Tapi, konsernya lumayan sukses sih. Walo yg nyanyi grogi semua. Huehehehe...kelamaan kagak mentas jd demam panggung. Secara artistik, babak satu ambyar. Babak dua juga ga mulus. Hahahaha...kalo ga mulus gitu, sukes di sebelah mananya yah? Yah, kita sukses bikin orang ketagihan. Huahahahaha......Yah, bakalan lanjutlah ke konser berikutnya dengan tema Klasik. Huaaa...Mozart, Bethoven, dkk sudah menunggu. Kapan konsernya? Mmmm..ga tau ya. hahahaha....Pokoknya lanjut aja deh.
Selesai latihan buat konser, masih ada latihan buat lomba minggu depan. Trus minggu depannya lagi, ke Cilegon, nyanyi buat nikahan temen. Huaaaa......!!!!!! Belum bisa istirahat nih ceritanya. Semoga saja tidak kecapekan sampe sakit.
Selama saya tak ngeblog, bukan brarti saya nganggur2 aja di rumah. Acara tuh ya, puadat merayap. Sibukk...bukk...bukk!!!! Pertama yah, dari bulan Juli tuh udah dikontrak (ciee...dikontrak, diajak aja gitu napa?) buat konser bareng Moulaz. Kecil2an aja, cuman nyanyi 6 lagu. Konsernya jg cuman di kapel RS. Tapi, yg namanya kagak pernah latihan tuh keliatan bgt pas latihan. Napas udah lewat lubang mana2, untung lubang bawah kagak ikutan. Perut sudah menggembul dan susah diajak bergerak. Wadoohhh...jadi 2 bulan latihan bener2 haru fokus pikiran dan tenaga buat mengejar ketinggalan. Padahal jadwal latihan bentrok sama jadwal English Club. Repotlah saya mengejar ketertinggalan. Trus tau2 dimintai tolong ikutan lomba koor antar paroki. Waow...padahal kukira aku tidak beredar di lingkaran itu. Yah, ketambahan jadwal latihan lagi deh.
Udah gitu, bulan puasa. Ga repot juga sih, cuman si Maman nih mulai jualan gudeg lagi. Walah...rumah jd berantakan ga ada yg beresin. Trus menutup bulan puasa adalah hajatan besar keluarga, Syawalan keluarga besar. Dimana? Di rumahku.. Ribet, repot, capek, bokek campur aduk jadi satu. Huaduh...ngebayangin udah super pusing. Mana sehari sebelumnya tuh temenku tunangan, jd harus bolos sejenak dari keribetan di dapur. Acaranya sih biasa, macem pengajian dulu (lucu ga sih, pengajian di ruangan yg isinya patung Yesus, Bunda Maria dan full foto2 tokoh rohani), halal bihalal, trus makan2.
Abis itu, belum sempet istirahat udah konser aja. Sibuk..sibuk....Tapi, konsernya lumayan sukses sih. Walo yg nyanyi grogi semua. Huehehehe...kelamaan kagak mentas jd demam panggung. Secara artistik, babak satu ambyar. Babak dua juga ga mulus. Hahahaha...kalo ga mulus gitu, sukes di sebelah mananya yah? Yah, kita sukses bikin orang ketagihan. Huahahahaha......Yah, bakalan lanjutlah ke konser berikutnya dengan tema Klasik. Huaaa...Mozart, Bethoven, dkk sudah menunggu. Kapan konsernya? Mmmm..ga tau ya. hahahaha....Pokoknya lanjut aja deh.
Selesai latihan buat konser, masih ada latihan buat lomba minggu depan. Trus minggu depannya lagi, ke Cilegon, nyanyi buat nikahan temen. Huaaaa......!!!!!! Belum bisa istirahat nih ceritanya. Semoga saja tidak kecapekan sampe sakit.
Rabu, 16 September 2009
Random things in freaky saturday
Malam minggu kemaren, tumben2an aku lagi akur sama mbakku. Kita berdua janjian buat malem mingguan bareng. Janjinya sih berangkat jam 4 sore, tp kenyataan tetep wae molor..Gara2 rebutan laptop, jadinya kita berangkat jam 6. Pemberhentian pertama ke salon langganan. Awalnya cuman aku yg ribut pengen potong rambut gr2 poni udah kepanjangan, akhirnya mbakku ikut2an potong. Dasar manusia yg mudah dipengaruhi. Hasil potongannya tidak mengecewakan. Yo..secara aku cuman ngrapiin potongan yg udah acak adul. Dari pengalaman potong ini kami menyimpulkan kalo potong rambut sebaiknya tidak mengajak ibuku. Suka ngatur2 ga jelas soalnya.
Abis potong kita nyebrang ke Malioboro Mall. Ternyata pilihan waktunya amat sangat tidak tepat. Malioboro penuh sesak. Masuk ke mall juga tambah rame. Malem minggu plus mau Lebaran jadi semua orang tumplek blek nyari baju baru. Niat awal mo cari sepatu sama perdaleman. Tapi berhubung bagian sepatu penuh sesak, jadi kita males dan langsung ke bagian perdaleman. Dah dapet yg cocok liat2 baju. Eh...nemu bagian dompet. Mengingat dompet yg menjelang jebol, kuputuskan untuk nyari dompet aja. Seperti biasa, yg niat beli siapa, yg heboh malah mbakku. Mendadak dia narik2, maksa aku buat ngasih pendapat ke dompet2 yg dipilihnya. Tidak menyenangkan sekali. Dan terjadilah percakapan berikut
Mbakku : Dek, dompet ini sama yg ini bagusan mana? (sambil nunjuk 2 dompet)
Aku : eng......(ga merhatiin soalnya masih bingung nyari dompet buat aku sendiri)
Mendadak di belakangnya mbakku ada suara.....
SPG Matahari : Itu dompetnya SAMA, kak.
huahhahahahahahahahahahahahahahahaha....................
Bodoooohhhhhhhhh...........................
Trus waktu aku dah dapet dompet dan mbakku nyerocos sendiri kalo mo beli dompet bulan depan, mbak SPG yg sama ngomong, "Tar dompetnya keburu abis lho, kak." Dengan jujur mbakku bilang, "Ih boong banget. Saya kan bulan lalu liat dompet model yg sama di Gramedia." Selamat deh, sudah berhasil membongkar kebohongan SPG counter dompet..
Pulang dari Malioboro Mall, ngopi dulu di Cafe Paris di Jalan Parangtritis yg suka disingkat Jl. Paris. Mendadak mbakku pengen kopi Bali dan ice coffee mocha. Yak, sudah bisa ditebak, ujung2nya aku disuruh pesen kopi Bali. Kalo suka kopi pahit, ni kopi lumayan enak sih, cuma keasamannya lebih pekat. Trus ice coffee mocha-nya udah abis, ribut lagi. Pengen pesen lagi. Ya sudah, dia pesen ice choco apa gitu dan aku pesen mousse coklat. Awalnya nyinyir aja gitu, ngeributin ngapain aku pesen mousse, ujung2nya tetep dia melahap separo jatahku. Kunyuk!!!! Di cafe dari jam 9 sampe mo tutup aja di jam 11. Isinya ngobrolin si Maman lagi. Huahuahua...kami memang anak durhaka. Tapi, gimana yah...ibuku tuh terlalu lucu utk tidak dibahas.
Liat majalah Femina dg resep2 kue, jd pengen bikin kue. Tp oven rusak begitu juga mixer. Jadi membahas kerusakan mixer, pas lagi dipake ibuku buat bikin adonan roti mendadak mixernya meledak. Huahuahuahuahua............Benar-benar mixer yg aneh....
Ngobrol2..sampe ngantuk trus pulang. Lumayan menyenangkan sih, malem mingguan sama mbakku, tp kapan nih bisa jalan sendirian. Aku pengen jalan2 sorangan. Tp mengingat mo libur Lebaran, sepertinya harus menunggu minimum 2 minggu lagi.
Abis potong kita nyebrang ke Malioboro Mall. Ternyata pilihan waktunya amat sangat tidak tepat. Malioboro penuh sesak. Masuk ke mall juga tambah rame. Malem minggu plus mau Lebaran jadi semua orang tumplek blek nyari baju baru. Niat awal mo cari sepatu sama perdaleman. Tapi berhubung bagian sepatu penuh sesak, jadi kita males dan langsung ke bagian perdaleman. Dah dapet yg cocok liat2 baju. Eh...nemu bagian dompet. Mengingat dompet yg menjelang jebol, kuputuskan untuk nyari dompet aja. Seperti biasa, yg niat beli siapa, yg heboh malah mbakku. Mendadak dia narik2, maksa aku buat ngasih pendapat ke dompet2 yg dipilihnya. Tidak menyenangkan sekali. Dan terjadilah percakapan berikut
Mbakku : Dek, dompet ini sama yg ini bagusan mana? (sambil nunjuk 2 dompet)
Aku : eng......(ga merhatiin soalnya masih bingung nyari dompet buat aku sendiri)
Mendadak di belakangnya mbakku ada suara.....
SPG Matahari : Itu dompetnya SAMA, kak.
huahhahahahahahahahahahahahahahahaha....................
Bodoooohhhhhhhhh...........................
Trus waktu aku dah dapet dompet dan mbakku nyerocos sendiri kalo mo beli dompet bulan depan, mbak SPG yg sama ngomong, "Tar dompetnya keburu abis lho, kak." Dengan jujur mbakku bilang, "Ih boong banget. Saya kan bulan lalu liat dompet model yg sama di Gramedia." Selamat deh, sudah berhasil membongkar kebohongan SPG counter dompet..
Pulang dari Malioboro Mall, ngopi dulu di Cafe Paris di Jalan Parangtritis yg suka disingkat Jl. Paris. Mendadak mbakku pengen kopi Bali dan ice coffee mocha. Yak, sudah bisa ditebak, ujung2nya aku disuruh pesen kopi Bali. Kalo suka kopi pahit, ni kopi lumayan enak sih, cuma keasamannya lebih pekat. Trus ice coffee mocha-nya udah abis, ribut lagi. Pengen pesen lagi. Ya sudah, dia pesen ice choco apa gitu dan aku pesen mousse coklat. Awalnya nyinyir aja gitu, ngeributin ngapain aku pesen mousse, ujung2nya tetep dia melahap separo jatahku. Kunyuk!!!! Di cafe dari jam 9 sampe mo tutup aja di jam 11. Isinya ngobrolin si Maman lagi. Huahuahua...kami memang anak durhaka. Tapi, gimana yah...ibuku tuh terlalu lucu utk tidak dibahas.
Liat majalah Femina dg resep2 kue, jd pengen bikin kue. Tp oven rusak begitu juga mixer. Jadi membahas kerusakan mixer, pas lagi dipake ibuku buat bikin adonan roti mendadak mixernya meledak. Huahuahuahuahua............Benar-benar mixer yg aneh....
Ngobrol2..sampe ngantuk trus pulang. Lumayan menyenangkan sih, malem mingguan sama mbakku, tp kapan nih bisa jalan sendirian. Aku pengen jalan2 sorangan. Tp mengingat mo libur Lebaran, sepertinya harus menunggu minimum 2 minggu lagi.
Rabu, 09 September 2009
Mother and Daughter
Sudahkah aku cerita kalo simbahku tinggal di rumahku? Well, kalo belum sekarang aku bilang yah. heheheh.... Simbahku ini tinggal satu2 nenekku yg masih hidup. Kakek-nenek dari pihak bapakku udah meninggal, demikian juga kakek dari ibuku. Jadi, simbahku ini ibunya ibuku. Udah tua banget deh beliau ini. Walo umur pasti ga ketauan. Pokoknya sekitar 80an akhir ato 90an gitulah. Sebenernya simbahku ini punya rumah sendiri dan tinggalnya sama budheku dan anak2 budheku. Kenapa sampe pindah ke rumahku? Singkat kata, budheku ogah ngurusin simbahku yg sudah mulai sakit2an dan ga bisa jalan ini. Ngomongnya sih enak didenger, tapi kenyataannya nol besar. Tetep aja ibuku yg ngurusin. Daripada ibuku capek bolak-balik ke rumah simbahku mending simbahku diajak pindah ke rumah aja.
Simbahku ini, yah seperti manula pada umumnya, sikapnya berubah jadi seperti anak kecil. Banyak maunya, rewelnya, DAN....suka nyuruh2 ibuku. Kalo biasanya aku yg suka marah2 gara2 disuruh2 sama ibuku, kali ini ibuku yg eyel-eyelan sama simbahku. (huekekekekeke...) Ini jd mengingatkanku kalo ibuku juga punya posisi jadi anak. Saat berhadapan dg simbahku, ibuku ada di posisi yg sama denganku saat berhadapan dengannya. Dan aku jadi sadar kalo suatu saat di masa depan, aku akan ada di posisi ibuku dan menghadapi masalah yg sama dengan anakku. Yikes!!! Jujur, ada banyak masalah tak terselesaikan antara aku dan ibuku. Ada banyak persamaan sifat antara aku dan ibuku yg justru menyebabkan kami sering sekali ribut dan berdebat. Di mataku banyak kesalahan ibuku yg membuatku takut untuk melangkah ke suatu hubungan. Ketakutanku ini lebih didasarkan pada ketakutan akan mengulangi kesalahan yg sama. Berdasarkan pada apa yg kurasakan saat jadi anak, tentu aku ga ingin anakku besok mengalami hal yg sama seperti yg kurasakan. Jadi, sampai sekarang, sampai aku bisa menyakinkan diriku sendiri bahwa aku sudah belajar dan tidak akan mengulangi kesalahan2 ibuku, aku belum akan mengambil langkah ke depan. Mungkin keputusanku ini keputusan seorang pengecut, tapi aku tidak ingin menyeret orang lain ke dalam pemikiran dan hidupku yg masih sangat labil dan selalu berubah-ubah. Satu langkah yg salah bisa menghancurkan hidup orang lain dan jelas aku ga mau ada dalam posisi tersebut.
Simbahku ini, yah seperti manula pada umumnya, sikapnya berubah jadi seperti anak kecil. Banyak maunya, rewelnya, DAN....suka nyuruh2 ibuku. Kalo biasanya aku yg suka marah2 gara2 disuruh2 sama ibuku, kali ini ibuku yg eyel-eyelan sama simbahku. (huekekekekeke...) Ini jd mengingatkanku kalo ibuku juga punya posisi jadi anak. Saat berhadapan dg simbahku, ibuku ada di posisi yg sama denganku saat berhadapan dengannya. Dan aku jadi sadar kalo suatu saat di masa depan, aku akan ada di posisi ibuku dan menghadapi masalah yg sama dengan anakku. Yikes!!! Jujur, ada banyak masalah tak terselesaikan antara aku dan ibuku. Ada banyak persamaan sifat antara aku dan ibuku yg justru menyebabkan kami sering sekali ribut dan berdebat. Di mataku banyak kesalahan ibuku yg membuatku takut untuk melangkah ke suatu hubungan. Ketakutanku ini lebih didasarkan pada ketakutan akan mengulangi kesalahan yg sama. Berdasarkan pada apa yg kurasakan saat jadi anak, tentu aku ga ingin anakku besok mengalami hal yg sama seperti yg kurasakan. Jadi, sampai sekarang, sampai aku bisa menyakinkan diriku sendiri bahwa aku sudah belajar dan tidak akan mengulangi kesalahan2 ibuku, aku belum akan mengambil langkah ke depan. Mungkin keputusanku ini keputusan seorang pengecut, tapi aku tidak ingin menyeret orang lain ke dalam pemikiran dan hidupku yg masih sangat labil dan selalu berubah-ubah. Satu langkah yg salah bisa menghancurkan hidup orang lain dan jelas aku ga mau ada dalam posisi tersebut.
Sabtu, 05 September 2009
Otakku, kenapa kau membiarkan saja tanganku melepaskan lembaran2 uang itu?
Warning: sebaiknya tidak keluar rumah, apalagi MENDEKATI toko di minggu2 pertama awal bulan!!! Kenapa?? Boros nyiiaaaaahhhhhh!!!!!!!
Setelah di penghujung bulan kemaren aku cuma bisa merutuki nasibku sebagai orang yg susyeh mengontrol pengeluaran, aku bertekad, bulan ini aku harus bisa mengerem nafsu berhedon-hedon ria. Tapi, belum juga minggu pertama berlalu, aku harus menghadapi kenyataan. Aku GAGAL sodara-sodara sebangsa dan setanah aer!!!!
Hari ini, belum juga aku atur posisi duduk di depan laptop, mbakku udah ngoceh soal rencananya utk cari kaos ke Mirota Batik. Godaaan!!!! Sudah pasti aku ditarik untuk menemaninya ke toko penuh godaan tersebut. Perasaan udah ga enak aja dari rumah. Bawaan mo ngomel mulu. Siapa yg ga ngomel2 kalo berniat suci murni seharum melati untuk berhemat malah dimintain ke toko. Udah gitu, sebagai orang yg berstatus MENEMANI aku justru harus boncengin mbakku ke sana. Belum juga masuk ke toko udah harus ngadepin tukang parkir yg cerewet cuman gara2 motorku ga sengaja kekunci setangnya. Buseettt...bukannya cerewet tuh jatahnya emak2 yah??
Kesalahan terbesarku adalah memasuki Mirota Batik, toko sejuta godaan, dengan emosi tegangan tinggi. Sudah, menyerahlah saya. Begitu masuk, tertemukanlah sederet rok2 batik dengan rajutan benang putih di kerah dan lengannya. Yang seakan menambahkan bensin ke bara api adalah harganya. Rok2 yg tengah menunggu utk diadopsi ini cuma seharga Rp 31.500,-!!!! Kalap abeeeiiiisssss!!!!!!!!
Naik ke lantai dua, bukannya nafsu belanja teredam, justru semakin membara, menjadi-jadi. Liat pernak-pernik aksesoris lagi di tambahi stok baru. Huaa....sudah, secara resmi saya nyatakan bahwa saya lepas kontrol. Bertambahlah 2 anting baru ke koleksiku. Maaf otakku, sepertinya nafsu belanjaku kembali mengkhianatimu.
Abis ke Mirota Batik masih mampir pula aku ke Ramai dan belanja per-sabun-an untuk kebutuhan sehari2. Trus mbakku beli H*** Javacinno dua karton gr2 ada hadiah mugnya. Dan tebak, yg satu karton akulah yg menanggunggnya. Duh, untung model iklannya ganteng. Lumayan meredam perih hati ini yg teriris sembilu bernama kuitansi belanja. Trus sempet pula mampir makan alias nambah pengeluaran. Untung tidak sedang dalam tekana batin yg membelokkan langkah kami ke kafe.
Dan sekarang, disinilah aku. Di sudut kamar. Merenungi nasib. Kenapa?? oh Kenapa?? Kenapa aku tak bisa berhemat?????
Setelah di penghujung bulan kemaren aku cuma bisa merutuki nasibku sebagai orang yg susyeh mengontrol pengeluaran, aku bertekad, bulan ini aku harus bisa mengerem nafsu berhedon-hedon ria. Tapi, belum juga minggu pertama berlalu, aku harus menghadapi kenyataan. Aku GAGAL sodara-sodara sebangsa dan setanah aer!!!!
Hari ini, belum juga aku atur posisi duduk di depan laptop, mbakku udah ngoceh soal rencananya utk cari kaos ke Mirota Batik. Godaaan!!!! Sudah pasti aku ditarik untuk menemaninya ke toko penuh godaan tersebut. Perasaan udah ga enak aja dari rumah. Bawaan mo ngomel mulu. Siapa yg ga ngomel2 kalo berniat suci murni seharum melati untuk berhemat malah dimintain ke toko. Udah gitu, sebagai orang yg berstatus MENEMANI aku justru harus boncengin mbakku ke sana. Belum juga masuk ke toko udah harus ngadepin tukang parkir yg cerewet cuman gara2 motorku ga sengaja kekunci setangnya. Buseettt...bukannya cerewet tuh jatahnya emak2 yah??
Kesalahan terbesarku adalah memasuki Mirota Batik, toko sejuta godaan, dengan emosi tegangan tinggi. Sudah, menyerahlah saya. Begitu masuk, tertemukanlah sederet rok2 batik dengan rajutan benang putih di kerah dan lengannya. Yang seakan menambahkan bensin ke bara api adalah harganya. Rok2 yg tengah menunggu utk diadopsi ini cuma seharga Rp 31.500,-!!!! Kalap abeeeiiiisssss!!!!!!!!
Naik ke lantai dua, bukannya nafsu belanja teredam, justru semakin membara, menjadi-jadi. Liat pernak-pernik aksesoris lagi di tambahi stok baru. Huaa....sudah, secara resmi saya nyatakan bahwa saya lepas kontrol. Bertambahlah 2 anting baru ke koleksiku. Maaf otakku, sepertinya nafsu belanjaku kembali mengkhianatimu.
Abis ke Mirota Batik masih mampir pula aku ke Ramai dan belanja per-sabun-an untuk kebutuhan sehari2. Trus mbakku beli H*** Javacinno dua karton gr2 ada hadiah mugnya. Dan tebak, yg satu karton akulah yg menanggunggnya. Duh, untung model iklannya ganteng. Lumayan meredam perih hati ini yg teriris sembilu bernama kuitansi belanja. Trus sempet pula mampir makan alias nambah pengeluaran. Untung tidak sedang dalam tekana batin yg membelokkan langkah kami ke kafe.
Dan sekarang, disinilah aku. Di sudut kamar. Merenungi nasib. Kenapa?? oh Kenapa?? Kenapa aku tak bisa berhemat?????
Senin, 31 Agustus 2009
Hallo!?..Hallo!?..Bisa Telepon Saya??
Pernah ngalamin kehilangan surat2 kendaraanmu? Ngurus ke kantor polisi buat dapat gantinya tuh repot. Sebenarnya kerepotan ini masih bisa ditolerir, tapi pengurusan ini membawa efek buruk.
Dari awal, STNK dan BPKB motor mbakku hilang. Ga barengan, cuman urutan gitu. Kalo STNK kemungkinan jatuh ato kececer di jalan, sementara BPKB, well...sepertinya rusak dimakan rayap. Kok bisa?? Yah...nganggep aja efek samping gempa yg bikin rayap2 pada ikutan ngungsi ke dalam lemari. Takut tembok rubuh kali, jadi masuk ke lemari.
Buat urusan ini, ibuku sendiri lgsg maju. Maklum, biasanya polisi yg bikin ribet lgsg takluk sama ibuku. hihihihi.....
Mo tau urutannya? Pertama, mesti bikin pengumuman ke koran selama minim 3hari. Buat BPKB harus ditambah dg iklan radio. Trus lapor ke polsek setempat. Kalo udah ke Polres. Baru balik lg ke kantor Samsat. Seperti yg udah aku bilang diatas, prosedur yg njelimet ini sebenarnya lumayan termaafkan buatku. Kenapa? Soalnya orang Indonesia itu suka menyalahgunakan kemudahan. Kalo prosedurnya dibikin mudah, yakin pasti lebih ruwet lagi urusannya.
Yang bikin sebel adalah efek dari pemasangan iklan di koran. FYI, krn malas dan tidak ada yg bersedia mengurus ini, STNK motor tsb sudah hilang selama 1 tahun (yak, saya ulangi SATU TAHUN sodara-sodara!) baru diurus kemaren. Emang dasar keluarga bebal nih. Begitu iklan cetak di koran, buseett!!! Saban hari ada aja yg nelpon ngaku nemu. Pertama ada yg nelpon dan diangkat ibuku. Trus pake alasan pulsanya abis, minta dibeliin pulsa buat nelpon balik. Dibeliin deh pulsa 5ribu sama ibuku, cuma untuk alasan ingin tahu. Sebenernya udah tau sih kalo ini cuman aksi tipu2, tapi secara ibuku gituh.... Abis itu banyak juga yg ngaku2 nemu. Ditanya kapan nemunya, dijawab beberapa minggu yg lalu. Tak benar ini!! Ujung2nya duit juga. Sepertinya kesialan orang sudah menjadi ajang cari nafkah...
Yang paling menyebalkan adalah entah bapak-bapak ato mas-mas dengan suara serak2. Nelpon ampe berkali-kali. Jangan bilang kalo mungkin aja dia emang nemu karena jelas bukan dia, sodara-sodara! Kanapa? Karena pertamanya ni orang nelpon aku yg angkat, ngaku kalo nemu STNK. Besoknya nelpon lagi ngaku nemu BPKB. Aku mungkin pelupa soal nama, tapi selalu bisa mengenali suara orang di telepon. Udah gitu, ga sopan lagi. Kalo nelpon ngasih perintah,"Saya yg nemu STNK. Telpon saya di nomer sekian2!" Asem ik..Selain itu awalnya ngaku nemu STNK, dan STNK yg baru sudah jadi, sodara! Jadi, tak ada gunanya kan ni orang dilayani. Pas yg ngangkat mbakku, dijawab STNK baru udah jadi. Eh..dianya misuh2. Apa2an nih!
Kemaren Minggu masih juga nyoba2 nelpon. Kebetulan aku yg angkat. Seperti sebelum2nya, ni makhluk cuma ngasih perintah buat nelpon ke nomernya. Aku tanya namanya siapa. Cuma dijawab, "Saya yg nemu BPKB!" Aku ulang lagi, "Nama bapak siapa?". Tetep ngulang kebohongannya. Aku ulang lagi dengan nada suara yg mulai meninggi, "Nama bapak siapa?" EH dianya misuh2 lagi, "Bajingan, asu!" Ya sudah, karena sama2 jengkel, kubalas aja, "Oh Bapak BAJINGAN ASU, BPKB motor saya yg baru sudah jadi. Yang itu buat bapak aja!"
Dari awal, STNK dan BPKB motor mbakku hilang. Ga barengan, cuman urutan gitu. Kalo STNK kemungkinan jatuh ato kececer di jalan, sementara BPKB, well...sepertinya rusak dimakan rayap. Kok bisa?? Yah...nganggep aja efek samping gempa yg bikin rayap2 pada ikutan ngungsi ke dalam lemari. Takut tembok rubuh kali, jadi masuk ke lemari.
Buat urusan ini, ibuku sendiri lgsg maju. Maklum, biasanya polisi yg bikin ribet lgsg takluk sama ibuku. hihihihi.....
Mo tau urutannya? Pertama, mesti bikin pengumuman ke koran selama minim 3hari. Buat BPKB harus ditambah dg iklan radio. Trus lapor ke polsek setempat. Kalo udah ke Polres. Baru balik lg ke kantor Samsat. Seperti yg udah aku bilang diatas, prosedur yg njelimet ini sebenarnya lumayan termaafkan buatku. Kenapa? Soalnya orang Indonesia itu suka menyalahgunakan kemudahan. Kalo prosedurnya dibikin mudah, yakin pasti lebih ruwet lagi urusannya.
Yang bikin sebel adalah efek dari pemasangan iklan di koran. FYI, krn malas dan tidak ada yg bersedia mengurus ini, STNK motor tsb sudah hilang selama 1 tahun (yak, saya ulangi SATU TAHUN sodara-sodara!) baru diurus kemaren. Emang dasar keluarga bebal nih. Begitu iklan cetak di koran, buseett!!! Saban hari ada aja yg nelpon ngaku nemu. Pertama ada yg nelpon dan diangkat ibuku. Trus pake alasan pulsanya abis, minta dibeliin pulsa buat nelpon balik. Dibeliin deh pulsa 5ribu sama ibuku, cuma untuk alasan ingin tahu. Sebenernya udah tau sih kalo ini cuman aksi tipu2, tapi secara ibuku gituh.... Abis itu banyak juga yg ngaku2 nemu. Ditanya kapan nemunya, dijawab beberapa minggu yg lalu. Tak benar ini!! Ujung2nya duit juga. Sepertinya kesialan orang sudah menjadi ajang cari nafkah...
Yang paling menyebalkan adalah entah bapak-bapak ato mas-mas dengan suara serak2. Nelpon ampe berkali-kali. Jangan bilang kalo mungkin aja dia emang nemu karena jelas bukan dia, sodara-sodara! Kanapa? Karena pertamanya ni orang nelpon aku yg angkat, ngaku kalo nemu STNK. Besoknya nelpon lagi ngaku nemu BPKB. Aku mungkin pelupa soal nama, tapi selalu bisa mengenali suara orang di telepon. Udah gitu, ga sopan lagi. Kalo nelpon ngasih perintah,"Saya yg nemu STNK. Telpon saya di nomer sekian2!" Asem ik..Selain itu awalnya ngaku nemu STNK, dan STNK yg baru sudah jadi, sodara! Jadi, tak ada gunanya kan ni orang dilayani. Pas yg ngangkat mbakku, dijawab STNK baru udah jadi. Eh..dianya misuh2. Apa2an nih!
Kemaren Minggu masih juga nyoba2 nelpon. Kebetulan aku yg angkat. Seperti sebelum2nya, ni makhluk cuma ngasih perintah buat nelpon ke nomernya. Aku tanya namanya siapa. Cuma dijawab, "Saya yg nemu BPKB!" Aku ulang lagi, "Nama bapak siapa?". Tetep ngulang kebohongannya. Aku ulang lagi dengan nada suara yg mulai meninggi, "Nama bapak siapa?" EH dianya misuh2 lagi, "Bajingan, asu!" Ya sudah, karena sama2 jengkel, kubalas aja, "Oh Bapak BAJINGAN ASU, BPKB motor saya yg baru sudah jadi. Yang itu buat bapak aja!"
Sabtu, 29 Agustus 2009
Mama Hanoman
Kenapa sih ibu-ibu tuh cerewet banget kalo menyangkut baju yg kita pake? Kayaknya pake apa aja tuh salah. Bahkan pake baju yang normal pun jadi salah di mata ibuku.
*Aku pake kaus lengan panjang warna putih*
Ibuku : Dek, jangan pake kaus itu. Kayak Hanoman aja deh kamu, lengan panjang warna putih gitu.
Aku : ............. Oke deh mama Hanoman.
*Aku pake kaus lengan panjang warna putih*
Ibuku : Dek, jangan pake kaus itu. Kayak Hanoman aja deh kamu, lengan panjang warna putih gitu.
Aku : ............. Oke deh mama Hanoman.
Kamis, 27 Agustus 2009
Maman dan Anjing2ku
Untuk yg satu ini, aku harus acungin empat jempol buat ibuku. Kemaren ibu sukses bikin aku ngakak jumpalitan. Begini awal ceritanya. Sudahkah aku cerita kalo simbahku juga tinggal bareng keluargaku? Belum ya? Lha ini aku cerita. (hahaha...) Simbahku ini ribut dan protes kalo anjing2ku bau. Padahal udah dimandiin ibuku, dibedakin pula. Pastinya wangi dong... Ceritanya ibuku curhat ke aku dan mbakku. Kita nih udah nahan2 aja biar ga ketawa. Dan puncaknya waktu ibuku bilang;
Bener-bener dah, ibuku tuh supeeeerrrrrr............
"Aku kan SAKIT HATI anjing2 dibilang bau. Padahal anjing disini kan dirawat, dimandiin, dibedakin juga."
Bwahahahahahahahahahahahahahahhahahahahahahahahahaha........................
Bener-bener dah, ibuku tuh supeeeerrrrrr............
Jumat, 21 Agustus 2009
Ocehan tak Jelas di Kala Otak Sedang Jengah
I've spent 18 years to learn lessons at school, so I think, it's about time for me to hit the reality and learn lessons from life....Thank God, I only spent 18 years. My sister spent 21 years...Gosh...I never know why she loves school sooo much. Seriously, school sucks!!! Well, the curriculum sucks!!! Aku sadar kalo sekolah itu penting, tapi buatku level pentingnya sekolah itu lebih ke masalah berteman, berkawan, dan bersosialisasi (jeezz...did I just write that? Me?? the autist/selfish/egocentric ME???) Kalo ingatanku ga mengkhianatiku, setahuku sekolah pertama muncul di Yunani (ato Romawi yah??) dan tujuannya cuma mengisi waktu luang anak2. See, sekolah itu bukan tujuan utama hidup kita. Awalnya ini cuma berlangsung beberapa jam saja dan pelajarannya juga pelajaran yg lgsg bisa kepake di kehidupan sehari-hari.
Tapi, Indonesia ini kok ambisius sekali untuk menghancurkan hidup anak bangsanya ya? Sepertinya sekarang semua orang tujuannya sekolah, sekolah, dan sekolah. Seakan-akan di luar sekolah tuh ga ada kehidupan, ga ada pelajaran berharga yg bisa didapat. Kurikulum dibikin padat sepadat-padatnya. Emangnya otak kita bisa nampung semuanya..?? Liat aja, berapa banyak deh pelajaran yg harus kita pelajari seharian. Belum lagi pelajaran-pelajaran ga jelas dan salah tempat macam agama. Agama itu panduan hidup yg ga bisa dinilai ya..?? Dapet angka 9 di rapor buat pelajaran agama tidak menjamin kalo kamu akan menjadi berkah bagi orang lain. Contoh nyatanya, teroris itu. Jebolan pesantren harusnya relijiusitas tinggi, pemaaf, bisa menentramkan orang lain. Tapi, jadinya malah bikin orang se-negara kena getahnya. Bunuh orang, bikin sengsara orang hidup. Buatku, cuma Tuhan yg bisa menilai level relijiusitasku. Are those teachers playing God or something?
Diitung-itung, berapa belas mata pelajaran yg harus kita pelajarin di sekolah... Niat awal sekolah sebagai pengisi waktu luang, berubah 180 derajat jadi kegiatan utama. Berapa jam coba kita menghabiskan waktu di sekolah? Aku dulu bahkan sempat ada jam ke nol dari jama smp sampe sma. Itu berarti aku udah harus ada di sekolah dari jam 6.15 pas smp dan jam 6.30 pas sma. Sadis ga seehhh??? Aku sih cuek aja, tetep dateng ke sekolah mepet2 jam 7. Ga boleh masuk kelas, ya malah enak dong..bisa ngiter2 sekolah cari jajanan ato bengong2 aja memanjakan imajinasi.
Itu baru masuk sekolahnya, jam pulang sekolah bisa lebih sadis. Aku dulu pulang sekolah, kalo jam normal yah, jam 3 sore. Kadang bahkan bisa ampe jam 6 sore kalo ada ekskul. Bayangpun, dari jam 6.15 sampe jam 3 berapa jam sendiri tuh..?? Ampir 9 jam nyah!!!! Dikali 6 hari jadi berapa jam tuh yg abis di sekolah. Jadi ga punya kehidupan kan aku. Benar-benar menyedot jiwa masa mudaku deh sekolah tuh!!!
Udah gitu mending kalo ilmu yg kita dapat dari sekolah bisa dipake buat survive. Kagak bisa, nyah!!! Payah sejuta payah... Paling banter lulusan sma bisa jadi apaan sih? Kecuali punya otak brilian dan kreativitas kayak Yoris Sebastian, susah buat survive dan mengejar mimpi. Pelajaran sma tuh ga ngasih ketrampilan khusus yg bisa bikin kita survive. Udah capek2 belajar, ngabisin waktu dan tenaga, tapi tetep ga bisa apa-apa. Kasihan ga sih kita...??
Satu2nya keuntungan masuk sekolah tuh dapet banyak teman...(did I use this chance? Nope!!! Tetep aja, pas sma aku lebih suka ngelayap sendirian. Ngiter-ngiter ga jelas di mall ato malioboro abis sekolah. Ato langsung pulang dan menenggelamkan diri di depan TV. hahaha...menyedihkan ga sih..??)
Sementara itu, kehidupan di luar sekolah menawarkan banyak hal menarik. Tiap individu manusia itu unik. Melihat tiap sosoknya aja udah unik, apalagi kalo melihat interaksinya dengan manusia lain. Tiap manusia juga punya sejuta wajah tersembunyi dan kita ga bakal bisa mengenal seseorang 100 persen. Dan lagi, dunia ini luuaaassss...... Ada banyak hal di sudut-sudut dunia yg tak pernah kita dengar ato bayangkan sebelumnya. Melihat dan mempelajarinya langsung di TKP jelas jadi godaan buatku. Jadi, lanjut kuliah S2 tidak jadi impianku untuk saat ini, kemungkinan juga tidak untuk tahun-tahun mendatang. Bukannya aku tidak mendukung program pemerintah sih, tapi buatku kurikulum sekolah itu terlalu berat dan justru jadi beban. Ga masuk akal aja kalo semua anak harus pintar dan mumpuni di segala bidang. Belum lagi kudengar pelajaran seni mo dihapus lagi..Apa2an ini. Otak manusia itu terpisah 2 dan keduanya harus berkembang seimbang. Pelajaran seni banyak mengajarkan nilai2 kehidupan yg ga bisa dipelajari lewat buku. Contohnya, seni itu butuh proses, jadi belajar seni itu harus sabar. Trus, harus disiplin juga butuh komitmen kuat untuk tekun belajar. Kita bisa baca itu di buku, tapi merasakan prosesnya secara langsung itu jelas beda...Belum lagi seni tanpa perasaan itu jd sesuatu yg ampang dan hampa. Tar generasi muda Indonesia bisa jadi manusia2 tanpa emosi dan empati. Bahaya tuh...bisa bunuh-bunuhan tanpa rasa bersalah.
Gosh...aku nyerocos apaan sih ini..?? See...ini adalah sekolah yg tidak mencerdaskan di masa laluku. Seluruh kecerdasanku sudah tersedot untuk mata pelajaran yg tidak berguna itu. Sekarang tinggal ampas-ampasnya dan sedikit tempat untuk belajar hal-hal ringan.. So, aku ga mau merusak kapasitas yg tersisa di otakku dg belajar hal2 yg tidak kusukai ato yg kunikmati...Ampyun...aku bener-bener harus berhenti nulis hal-hal ga jelas ini...
Tapi, Indonesia ini kok ambisius sekali untuk menghancurkan hidup anak bangsanya ya? Sepertinya sekarang semua orang tujuannya sekolah, sekolah, dan sekolah. Seakan-akan di luar sekolah tuh ga ada kehidupan, ga ada pelajaran berharga yg bisa didapat. Kurikulum dibikin padat sepadat-padatnya. Emangnya otak kita bisa nampung semuanya..?? Liat aja, berapa banyak deh pelajaran yg harus kita pelajari seharian. Belum lagi pelajaran-pelajaran ga jelas dan salah tempat macam agama. Agama itu panduan hidup yg ga bisa dinilai ya..?? Dapet angka 9 di rapor buat pelajaran agama tidak menjamin kalo kamu akan menjadi berkah bagi orang lain. Contoh nyatanya, teroris itu. Jebolan pesantren harusnya relijiusitas tinggi, pemaaf, bisa menentramkan orang lain. Tapi, jadinya malah bikin orang se-negara kena getahnya. Bunuh orang, bikin sengsara orang hidup. Buatku, cuma Tuhan yg bisa menilai level relijiusitasku. Are those teachers playing God or something?
Diitung-itung, berapa belas mata pelajaran yg harus kita pelajarin di sekolah... Niat awal sekolah sebagai pengisi waktu luang, berubah 180 derajat jadi kegiatan utama. Berapa jam coba kita menghabiskan waktu di sekolah? Aku dulu bahkan sempat ada jam ke nol dari jama smp sampe sma. Itu berarti aku udah harus ada di sekolah dari jam 6.15 pas smp dan jam 6.30 pas sma. Sadis ga seehhh??? Aku sih cuek aja, tetep dateng ke sekolah mepet2 jam 7. Ga boleh masuk kelas, ya malah enak dong..bisa ngiter2 sekolah cari jajanan ato bengong2 aja memanjakan imajinasi.
Itu baru masuk sekolahnya, jam pulang sekolah bisa lebih sadis. Aku dulu pulang sekolah, kalo jam normal yah, jam 3 sore. Kadang bahkan bisa ampe jam 6 sore kalo ada ekskul. Bayangpun, dari jam 6.15 sampe jam 3 berapa jam sendiri tuh..?? Ampir 9 jam nyah!!!! Dikali 6 hari jadi berapa jam tuh yg abis di sekolah. Jadi ga punya kehidupan kan aku. Benar-benar menyedot jiwa masa mudaku deh sekolah tuh!!!
Udah gitu mending kalo ilmu yg kita dapat dari sekolah bisa dipake buat survive. Kagak bisa, nyah!!! Payah sejuta payah... Paling banter lulusan sma bisa jadi apaan sih? Kecuali punya otak brilian dan kreativitas kayak Yoris Sebastian, susah buat survive dan mengejar mimpi. Pelajaran sma tuh ga ngasih ketrampilan khusus yg bisa bikin kita survive. Udah capek2 belajar, ngabisin waktu dan tenaga, tapi tetep ga bisa apa-apa. Kasihan ga sih kita...??
Satu2nya keuntungan masuk sekolah tuh dapet banyak teman...(did I use this chance? Nope!!! Tetep aja, pas sma aku lebih suka ngelayap sendirian. Ngiter-ngiter ga jelas di mall ato malioboro abis sekolah. Ato langsung pulang dan menenggelamkan diri di depan TV. hahaha...menyedihkan ga sih..??)
Sementara itu, kehidupan di luar sekolah menawarkan banyak hal menarik. Tiap individu manusia itu unik. Melihat tiap sosoknya aja udah unik, apalagi kalo melihat interaksinya dengan manusia lain. Tiap manusia juga punya sejuta wajah tersembunyi dan kita ga bakal bisa mengenal seseorang 100 persen. Dan lagi, dunia ini luuaaassss...... Ada banyak hal di sudut-sudut dunia yg tak pernah kita dengar ato bayangkan sebelumnya. Melihat dan mempelajarinya langsung di TKP jelas jadi godaan buatku. Jadi, lanjut kuliah S2 tidak jadi impianku untuk saat ini, kemungkinan juga tidak untuk tahun-tahun mendatang. Bukannya aku tidak mendukung program pemerintah sih, tapi buatku kurikulum sekolah itu terlalu berat dan justru jadi beban. Ga masuk akal aja kalo semua anak harus pintar dan mumpuni di segala bidang. Belum lagi kudengar pelajaran seni mo dihapus lagi..Apa2an ini. Otak manusia itu terpisah 2 dan keduanya harus berkembang seimbang. Pelajaran seni banyak mengajarkan nilai2 kehidupan yg ga bisa dipelajari lewat buku. Contohnya, seni itu butuh proses, jadi belajar seni itu harus sabar. Trus, harus disiplin juga butuh komitmen kuat untuk tekun belajar. Kita bisa baca itu di buku, tapi merasakan prosesnya secara langsung itu jelas beda...Belum lagi seni tanpa perasaan itu jd sesuatu yg ampang dan hampa. Tar generasi muda Indonesia bisa jadi manusia2 tanpa emosi dan empati. Bahaya tuh...bisa bunuh-bunuhan tanpa rasa bersalah.
Gosh...aku nyerocos apaan sih ini..?? See...ini adalah sekolah yg tidak mencerdaskan di masa laluku. Seluruh kecerdasanku sudah tersedot untuk mata pelajaran yg tidak berguna itu. Sekarang tinggal ampas-ampasnya dan sedikit tempat untuk belajar hal-hal ringan.. So, aku ga mau merusak kapasitas yg tersisa di otakku dg belajar hal2 yg tidak kusukai ato yg kunikmati...Ampyun...aku bener-bener harus berhenti nulis hal-hal ga jelas ini...
Kamis, 20 Agustus 2009
Aku Merasa Berdosa Kalo Ga Bikin Postingan Ini
Aku merasa berdosa kalo ga nulis tentang makhluk2 ini... Mo gimana lagi, mereka ini udah jadi bagian hidupku deh. Lagian, kemaren ada yg nanya kok blog-ku ga ada postingan tentang mereka-mereka ini. Jadinya ya, ini dia...Saya perkenalken my ugly, but adorable, little demons....huehehehehe....
Asu nomer satu.
Nama : Kansu
Jenis kelamin : Betina (betina lho ya...ingat! Kansu ini adalah seekor anjing)
Umur : 7 taun lebih (lahir bulan Mei taun 2002. tanggalnya?...meneketehe, tanya aja ma tetanggaku yg menghibahkannya padaku.
Ini dia si "pabrik asu". Anjing betina satu ini super produktif untuk urusan beranak-pinak. Setahun bisa bunting 2 kali dan sekalinya beranak bisa mbrojolin 11 puppies.. Dia ini si biang kerok yg bikin aku sempat punya anjing sebanyak 20 ekor. Dasar anjing!! Hobby kok ya kawin dan beranak. Kansu ini juga super manja..Kalo bobok (haiyahh...bobok..) sukanya naik ke tempat tidur. Bahkan kalo siang2 dia tidur di kamarku, di atas tempat tidur pake bantal pula. Santai sekali kelihatannya...sampai aku masuk bawa sapu lidi. Get out you stinky demon!!!! Kebiasaan yg lain, kalo majikannya baru pulang, Kansu suka nyengir2 ga jelas..Susyah deh menggambarkan anjing yg bisa nyengir2 dan monyong2in bibirnya. But it's true!! Trus ni anjing jg super manja. Liat ibuku ato aku mo pergi bisa ngamuk2 ga karuan deh. Biar keliatan galak dan gonggongannya kuenceng, tapi...bisa keok kalo hujan deres plus petir menyambar2. Mati lampu jg bikin dia ketakutan. Kagak berguna banget deh jadi anjing. Sekarang sih, udah lumayan kalem, kalo dulu suka bgt loncat pintu trus kabur. Bahkan perut gendut gr2 bunting pun tak menghalangin loncatannya. Dulu suka banget makan singkong, sekarang sok jual mahal ga mau makan kalo ga dapet ati ayam. Dasar anjing!!!! Majikanmu saja rela makan tahu tempe, kau minta ati ayam!!! Monyet!!! eh Anjing!!!!
Keterangan foto : Ni foto diambil pas ujan deres dan si Kansu berhasil menyelipin dirinya melewati pagar terali masuk ke kamar kakakku. Saking takutnya sama ujan, dia rela "dianiaya" asal tidak diusir dari kamar. Jadinya, lumayan centil kan anjingku..Pake scarf coklat....dipitain pula di atas kepala..huehehehehe....
Lanjut....
This is an undescribable creature....
Nama : awalnya bernama Konil Koncrit (ga jelas kan?? jangan tanya kenapa dinamain itu), sekarang dipanggil Dabul (huahahaha....semakin tak jelas. Yup, kami memang semena-mena utk urusan penamaan)
Jenis kelamin : Jantan
Umur : kira2 2taun
Dabul ini salah satu anak terakhirnya Kansu. Aslinya beranak 9 tp yg survive cuman 5 cowok semua (dulu sempet dijuluki Pandawa 5), tapi krn kena virus parvo akhirnya cuman tinggal 2. Dabul ini supeerrr penakut. Ada tamu dia gonggong2 ketakutan. Memang anjing useless dah ni anjing. Ditambah lagi super bego. Kalo dikasih makanan tuh bisa bermenit2 diendus-endus dulu baru dimakan. Kadang suka sakit hati deh majikan2nya ini... Sok jual mahal gitu. Dikasih daging aja tetep diendus2in luaamaaa..baru dicaplok. Hei anjing, tak tahukah kau kalo kau ini sangat makmur dan berkelimpahan makanan!!! Dabul ini suka banget masuk ember seperti yg terabadikan dalam foto diatas. Kayak almarhum bapaknya, si Popo. Lihat aja tuh, terlihat nyaman sekali kan dia di dalam ember.
Terakhir,
Silakan termehek-mehek lho liat foto anjingku yg satu ini......lucu sekali yah...!!! so sweet gitu
Nama : Bolen (kenapa dinamakan Bolen, soalnya imut sekali waktu kecilnya. manis, lembut kaya kue bolen)
Jenis kelamin : Jantan
Umur : kira2 2 taunan (sama kayak Dabul)
Bolen ini imut dan ramah sekali sama orang. Yah..kadang kelewat ramah sih, sampe suka minta pangku, gendong ato dielus2 sama tamu di rumah. Bagus kalo tamunya suka anjing, kalo takut..?? Awalnya Bolen dan sodara kembarnya, si Dabul, sangatlah akrab. Kemana-mana barengan. Makan bareng. Main kejar-kejaran bareng. Bobok bareng. Tapi mendadak, entah setan ato iblis apa yg menghinggapinya (kupu2 kali, hinggap di pohon!!!), Bolen jadi beringas kalo liat Dabul. Bawaannya nyerang terus.. Padahal Dabul nganggepnya main2. Jadinya yah, babak belurlah si Dabul ngadepin Bolen. Solusinya untuk saat ini adalah memisahkan keduanya, Dabul di belakang, Bolen di depan. Apakah mereka masih suka ngamuk2?? Jelaass!!!! Dabul lebih untung sih, soalnya dapur kan ada di belakang, jadi dia suka nongkrong di dapur dan dapet makanan sisa. Sementara Bolen, well, katakanlah selama setan masih bercokol di tubuhnya, dia akan jauh dari nikmatnya masakan ibuku.
Soal foto, Bolen tuh susyeh banget buat difoto. Beda sama Dabul yg suka difoto, Bolen rada katrok untuk urusan foto-foto. Jadi cuman ada dikit foto Bolen. Tapi foto yg satu ini, luuccuuuuu banget yah...?!?!?! Ini si Bolen sedang menjajah kasurnya mbakku.
Jadi, itulah sedikit perkenalan buat makhluk2 yg sudah menghiasi hari2ku dgn gonggongannya. Juga...temen berebut kasur (dasar a**!!!!). Tar deh, kalo ada kisah aneh bin khotob dari mereka2 ini, aku bikinin posting lagi.
Nama : Kansu
Jenis kelamin : Betina (betina lho ya...ingat! Kansu ini adalah seekor anjing)
Umur : 7 taun lebih (lahir bulan Mei taun 2002. tanggalnya?...meneketehe, tanya aja ma tetanggaku yg menghibahkannya padaku.
Ini dia si "pabrik asu". Anjing betina satu ini super produktif untuk urusan beranak-pinak. Setahun bisa bunting 2 kali dan sekalinya beranak bisa mbrojolin 11 puppies.. Dia ini si biang kerok yg bikin aku sempat punya anjing sebanyak 20 ekor. Dasar anjing!! Hobby kok ya kawin dan beranak. Kansu ini juga super manja..Kalo bobok (haiyahh...bobok..) sukanya naik ke tempat tidur. Bahkan kalo siang2 dia tidur di kamarku, di atas tempat tidur pake bantal pula. Santai sekali kelihatannya...sampai aku masuk bawa sapu lidi. Get out you stinky demon!!!! Kebiasaan yg lain, kalo majikannya baru pulang, Kansu suka nyengir2 ga jelas..Susyah deh menggambarkan anjing yg bisa nyengir2 dan monyong2in bibirnya. But it's true!! Trus ni anjing jg super manja. Liat ibuku ato aku mo pergi bisa ngamuk2 ga karuan deh. Biar keliatan galak dan gonggongannya kuenceng, tapi...bisa keok kalo hujan deres plus petir menyambar2. Mati lampu jg bikin dia ketakutan. Kagak berguna banget deh jadi anjing. Sekarang sih, udah lumayan kalem, kalo dulu suka bgt loncat pintu trus kabur. Bahkan perut gendut gr2 bunting pun tak menghalangin loncatannya. Dulu suka banget makan singkong, sekarang sok jual mahal ga mau makan kalo ga dapet ati ayam. Dasar anjing!!!! Majikanmu saja rela makan tahu tempe, kau minta ati ayam!!! Monyet!!! eh Anjing!!!!
Keterangan foto : Ni foto diambil pas ujan deres dan si Kansu berhasil menyelipin dirinya melewati pagar terali masuk ke kamar kakakku. Saking takutnya sama ujan, dia rela "dianiaya" asal tidak diusir dari kamar. Jadinya, lumayan centil kan anjingku..Pake scarf coklat....dipitain pula di atas kepala..huehehehehe....
Lanjut....
Nama : awalnya bernama Konil Koncrit (ga jelas kan?? jangan tanya kenapa dinamain itu), sekarang dipanggil Dabul (huahahaha....semakin tak jelas. Yup, kami memang semena-mena utk urusan penamaan)
Jenis kelamin : Jantan
Umur : kira2 2taun
Dabul ini salah satu anak terakhirnya Kansu. Aslinya beranak 9 tp yg survive cuman 5 cowok semua (dulu sempet dijuluki Pandawa 5), tapi krn kena virus parvo akhirnya cuman tinggal 2. Dabul ini supeerrr penakut. Ada tamu dia gonggong2 ketakutan. Memang anjing useless dah ni anjing. Ditambah lagi super bego. Kalo dikasih makanan tuh bisa bermenit2 diendus-endus dulu baru dimakan. Kadang suka sakit hati deh majikan2nya ini... Sok jual mahal gitu. Dikasih daging aja tetep diendus2in luaamaaa..baru dicaplok. Hei anjing, tak tahukah kau kalo kau ini sangat makmur dan berkelimpahan makanan!!! Dabul ini suka banget masuk ember seperti yg terabadikan dalam foto diatas. Kayak almarhum bapaknya, si Popo. Lihat aja tuh, terlihat nyaman sekali kan dia di dalam ember.
Silakan termehek-mehek lho liat foto anjingku yg satu ini......lucu sekali yah...!!! so sweet gitu
Nama : Bolen (kenapa dinamakan Bolen, soalnya imut sekali waktu kecilnya. manis, lembut kaya kue bolen)
Jenis kelamin : Jantan
Umur : kira2 2 taunan (sama kayak Dabul)
Bolen ini imut dan ramah sekali sama orang. Yah..kadang kelewat ramah sih, sampe suka minta pangku, gendong ato dielus2 sama tamu di rumah. Bagus kalo tamunya suka anjing, kalo takut..?? Awalnya Bolen dan sodara kembarnya, si Dabul, sangatlah akrab. Kemana-mana barengan. Makan bareng. Main kejar-kejaran bareng. Bobok bareng. Tapi mendadak, entah setan ato iblis apa yg menghinggapinya (kupu2 kali, hinggap di pohon!!!), Bolen jadi beringas kalo liat Dabul. Bawaannya nyerang terus.. Padahal Dabul nganggepnya main2. Jadinya yah, babak belurlah si Dabul ngadepin Bolen. Solusinya untuk saat ini adalah memisahkan keduanya, Dabul di belakang, Bolen di depan. Apakah mereka masih suka ngamuk2?? Jelaass!!!! Dabul lebih untung sih, soalnya dapur kan ada di belakang, jadi dia suka nongkrong di dapur dan dapet makanan sisa. Sementara Bolen, well, katakanlah selama setan masih bercokol di tubuhnya, dia akan jauh dari nikmatnya masakan ibuku.
Soal foto, Bolen tuh susyeh banget buat difoto. Beda sama Dabul yg suka difoto, Bolen rada katrok untuk urusan foto-foto. Jadi cuman ada dikit foto Bolen. Tapi foto yg satu ini, luuccuuuuu banget yah...?!?!?! Ini si Bolen sedang menjajah kasurnya mbakku.
Jadi, itulah sedikit perkenalan buat makhluk2 yg sudah menghiasi hari2ku dgn gonggongannya. Juga...temen berebut kasur (dasar a**!!!!). Tar deh, kalo ada kisah aneh bin khotob dari mereka2 ini, aku bikinin posting lagi.
Rabu, 19 Agustus 2009
Kurang Kerjaan Bikin Boros
Nama kerjaan : writer, content writer, blogger,....(silakan pilih satu krn aku ga tau mana yg tepat)
Enaknya : gampang, bisa kerja dari rumah, dapet koneksi internet gratis, banyak waktu luang.
Susyehnya : banyak waktu luang bikin bengong yg menghantarku utk cari2 kesibukan dan akhirnya malah jadi boros!!!
Bulan ini aku udah beli banyak barang2 printilan yg ga jelas neehh!!! Gara-gara maen2 ke Mirota Batik nih. Awalnya aku beli kompres mata...Bentuknya kantung isi biji2an dengan aroma rempah2 yg aneh deh. Gampang sih dipakenya, cuman tinggal dimasukkin kulkas (kompresnya, bukan mataku) selama 15-30 menit trus tempelin deh ke mata. Efeknya lumayan sih...ayep-ayep gitu trus abis itu mata jd anget.
Habis beli paningal kompres, maen ke Mirota Batik lagi dan membeli tube dress balon dari kain batik dan washlap loofah. washlap loofahnya sih mendingan. Bisa ngilangin daki2 kalo mandi. Ga terlalu kasar pula. Jadi, enak dipakenya. Nah, tube dress-nya ini. Mo dipake kemana buu....??? Tar deh dipikirin utak-utik lagi biar bisa dipake maen2...
Trus, semingguan ini aku udah 2 kali ke Kawanua buat nandesin sop brenebon plus kinawok, tinoransak, B2 panggang segala macem. Belum lagi sempet nyoba resto B2 lain lg. Haahhaahh...gembul-gembul dah. Kunjungan terakhir bahkan ditambah mampir ke kafe baru di deket rumah buat nyeruput vanilla capucino. Enak dan lumayan murah sih, dibandingin kafe E****** di Gale.
Tapi, ending kagak enak nih. Now, I'm officially broke!!!! owh..owh..owh....masih ada 1,5 minggu dan duit tinggal selembar biru...huhuhuhu....Gimana nih idupku di akhir bulan ini..??? Sebaiknya segera cari kesibukan biar gak kebanyakan nganggur di rumah. Kalo kebanyakan nganggur, tar bisa2 aku ngeloyor ke kafe baru itu lagi dan semakin miskin-lah dirikuw....
Enaknya : gampang, bisa kerja dari rumah, dapet koneksi internet gratis, banyak waktu luang.
Susyehnya : banyak waktu luang bikin bengong yg menghantarku utk cari2 kesibukan dan akhirnya malah jadi boros!!!
Bulan ini aku udah beli banyak barang2 printilan yg ga jelas neehh!!! Gara-gara maen2 ke Mirota Batik nih. Awalnya aku beli kompres mata...Bentuknya kantung isi biji2an dengan aroma rempah2 yg aneh deh. Gampang sih dipakenya, cuman tinggal dimasukkin kulkas (kompresnya, bukan mataku) selama 15-30 menit trus tempelin deh ke mata. Efeknya lumayan sih...ayep-ayep gitu trus abis itu mata jd anget.
Habis beli paningal kompres, maen ke Mirota Batik lagi dan membeli tube dress balon dari kain batik dan washlap loofah. washlap loofahnya sih mendingan. Bisa ngilangin daki2 kalo mandi. Ga terlalu kasar pula. Jadi, enak dipakenya. Nah, tube dress-nya ini. Mo dipake kemana buu....??? Tar deh dipikirin utak-utik lagi biar bisa dipake maen2...
Trus, semingguan ini aku udah 2 kali ke Kawanua buat nandesin sop brenebon plus kinawok, tinoransak, B2 panggang segala macem. Belum lagi sempet nyoba resto B2 lain lg. Haahhaahh...gembul-gembul dah. Kunjungan terakhir bahkan ditambah mampir ke kafe baru di deket rumah buat nyeruput vanilla capucino. Enak dan lumayan murah sih, dibandingin kafe E****** di Gale.
Tapi, ending kagak enak nih. Now, I'm officially broke!!!! owh..owh..owh....masih ada 1,5 minggu dan duit tinggal selembar biru...huhuhuhu....Gimana nih idupku di akhir bulan ini..??? Sebaiknya segera cari kesibukan biar gak kebanyakan nganggur di rumah. Kalo kebanyakan nganggur, tar bisa2 aku ngeloyor ke kafe baru itu lagi dan semakin miskin-lah dirikuw....
Senin, 17 Agustus 2009
Sail Bunaken dan....Maman
Lagi nonton pemecahan rekor upacara bendera bawah laut dengan peserta terbanyak di Bunaken sama mbakku. Tiba2 ibuku ikutan nimbrung nonton.
Ibuku : Lhoh, nyelamnya tuh dibawah laut to?
Aku&mbakku : ......... (Kalo di atas namanya terjun payung, Bu.)
Beberapa menit kemudian,
Ibuku : Yang menang nyelam siapa jadinya?
Aku&mbakku : urghhh!!!!!!!!
Ibuku : Lhoh, nyelamnya tuh dibawah laut to?
Aku&mbakku : ......... (Kalo di atas namanya terjun payung, Bu.)
Beberapa menit kemudian,
Ibuku : Yang menang nyelam siapa jadinya?
Aku&mbakku : urghhh!!!!!!!!
Jumat, 14 Agustus 2009
Hadoh Biyung!!!!
Kalo udah menjelang jam 3 gini, mendadak aku stress!!!!! Deadline gawean yg bikin puyeng!!!! Dan hari ini aku dapat job bikin artikel soal SAT!!!! Ada yang tau SAT apaan?? Yak, betul!!! Ebtanasnya anak Amrik. I hate school so much...apalagi sama segala macam ulangan atopun test-testnya.. Menulis tentang hal yg kubenci itu susyaaahhhhhh.....Puyeng.....dari tadi baca macem2 teteup ga ada ide buat mulai nulis. Oh ya Tuhan....Dan sekarang aku malah posting blog....hahaha.....Kebodohan kok ya bertumpuk-tumpuk.....
Kamis, 13 Agustus 2009
Kenapa oh Kenapa....
Kenapa ya, ingatanku tuh payah banget. Ketemu kenalan baru susah inget namanya. Kejadian paling parah waktu sama temennya temenku. Udah ngobrol ngalor-ngidul, becandaan, cela-celaan...ujung2nya nanya,"Eh nama kamu siapa ya? Aku lupa..." huhuhuhu....Jarang sekali aku bisa inget tanggal ulang taun...heheheh...selalu ada reminder idup yg mengingatkan minggu depan ultahnya ini lho...(thanks to FB, I can get online reminder...hahaha..fungsi utama FB adalah mengingatkan tanggal ultah temen2..huahahaha). Aku juga selalu lupa judul novel dan nama tokoh di novel itu. Jalan ceritanya bisa inget detil, tapi sering bgt lupa nama tokoh2nya. Payah deh...Kalo dapat tugas review novel suka keabisan waktu buat ngorek2 ingatan, mencoba mengingat nama tokoh2nya yg tentu saja berakhir sia-sia. Nama event yg kuhadiri pun seringkali kulupakan...Hadoh..hadoh...payah tenan.
Kenapa bisa begitu? Aku pun tak tahu...Apakah aku kekurangan gizi jadi ingatan lemah gini? Kurang ginkgo biloba-kah (bener ga nih nulisnya)? Entahlah....
Kenapa bisa begitu? Aku pun tak tahu...Apakah aku kekurangan gizi jadi ingatan lemah gini? Kurang ginkgo biloba-kah (bener ga nih nulisnya)? Entahlah....
Movie Time
Acara sudah lewat seminggu baru bikin postingannya. Halah....kebiasaan deh....So minggu kemaren ada acara Jaff-Netpac (moga2 ini nama acara yg bener).. Festival film Asia tahunan yg diprakarsai oleh Garin Nugroho. Film2 yg ditampilkan sebagian besar adalah film festival dgn tema yg macem2..So, karena aku dan mbakku adalah dua orang yg sedang dalam masa kurang kerjaan dan terjerat euforia acara gratisan, maka berangkatlah kami menonton beberapa filmnya. (cuman nonton 3 filmnya ding....gitu aja kok ya dipamer2in).
Film pertama yg ditonton adalah Good Morning Luang Prabang / Sabai dee Luang Prabang. Cerita film ini sederhana bgt. Seorang fotografer blasteran Laos-Australia ditugaskan memotret daerah Laos. Meski separuh berdarah Laos, dia blom pernah datang ke Laos. Maka, disewalah seorang guide lokal cantik. Selanjutnya, biasa, mereka jatuh cinta. Yang menarik adalah settingnya. Orang awam pasti ga punya bayangan negara Laos itu kayak apa. Dari film ini sepertinya Laos menawarkan pemandangan alam yg masih murni. Sungguh, aku pengen kesana satu hari nanti. Pulau2 di delta sungai Mekong (semoga tak salah sebut) sepertinya menarik untuk dikunjungi...Aktornya, good looking. search some information bout him, turns out dia emang blasteran Australia-Laos dan bapaknya adalah fotografer..sepertinya karakternya mirip bgt dg kehidupan nyatanya.
Dua hari selanjutnya, berangkatlah kami menonton 2 film lainnya. Kali ini adalah film dari Palestina. Yang pertama berjudul Wedding in Galilee. Bercerita soal pernikahan orang Palestina di daerah kekuasaan Israel. Lebih parah lagi, desa itu adalah daerah para ekstremis. Ijin pernikahan tak diberikan penguasa Israel. Tapi ada pengecualian dengan syarat para pejabat Israel diundang. Film ini menampilkan tradisi pernikahan di Timur Tengah (yg sungguh kusyukuri tradisi pernikahan orang Jawa tidak seperti tradisi ini).
Film ketiga, ni rada aneh ceritanya. Berjudul Tale of the Three Jewels. Ceritanya menyorot kehidupan pengungsi Palestina. Seorang anak yg jatuh cinta pada gadis gypsi dan berusaha mendapatkan kalung untuk bisa menikahinya.
Sabtu berencana menonton lagi, tapi kok badanku tenyor....payah..udah KO aja deh.. Ya sudah cuma 3 film itu yg sempat kutonton. Itung2 ngicipi festival film ini. See you next year Jaff-Netpac!
Film pertama yg ditonton adalah Good Morning Luang Prabang / Sabai dee Luang Prabang. Cerita film ini sederhana bgt. Seorang fotografer blasteran Laos-Australia ditugaskan memotret daerah Laos. Meski separuh berdarah Laos, dia blom pernah datang ke Laos. Maka, disewalah seorang guide lokal cantik. Selanjutnya, biasa, mereka jatuh cinta. Yang menarik adalah settingnya. Orang awam pasti ga punya bayangan negara Laos itu kayak apa. Dari film ini sepertinya Laos menawarkan pemandangan alam yg masih murni. Sungguh, aku pengen kesana satu hari nanti. Pulau2 di delta sungai Mekong (semoga tak salah sebut) sepertinya menarik untuk dikunjungi...Aktornya, good looking. search some information bout him, turns out dia emang blasteran Australia-Laos dan bapaknya adalah fotografer..sepertinya karakternya mirip bgt dg kehidupan nyatanya.
Dua hari selanjutnya, berangkatlah kami menonton 2 film lainnya. Kali ini adalah film dari Palestina. Yang pertama berjudul Wedding in Galilee. Bercerita soal pernikahan orang Palestina di daerah kekuasaan Israel. Lebih parah lagi, desa itu adalah daerah para ekstremis. Ijin pernikahan tak diberikan penguasa Israel. Tapi ada pengecualian dengan syarat para pejabat Israel diundang. Film ini menampilkan tradisi pernikahan di Timur Tengah (yg sungguh kusyukuri tradisi pernikahan orang Jawa tidak seperti tradisi ini).
Film ketiga, ni rada aneh ceritanya. Berjudul Tale of the Three Jewels. Ceritanya menyorot kehidupan pengungsi Palestina. Seorang anak yg jatuh cinta pada gadis gypsi dan berusaha mendapatkan kalung untuk bisa menikahinya.
Sabtu berencana menonton lagi, tapi kok badanku tenyor....payah..udah KO aja deh.. Ya sudah cuma 3 film itu yg sempat kutonton. Itung2 ngicipi festival film ini. See you next year Jaff-Netpac!
Ibuku Ga Suka Dibujuk, Sukanya Diancam....
Kadang kalo pikiran lagi suntuk, bete, frustrasi, stress ato apalah namanya, perut kita ikutan ngambek. Maunya cuman makan makanan tertentu. Misalnya kalo mendadak banyak job bikin review soal website yg aneh2 (contoh: website utk sex chat...ugh!!!!damn these sites!!!!), mendadak jd butuh es krim buat ngademin pikiran yg suntuk. Tapi, kalo di rumah keinginan2 duniawi ini pasti terganjal di satu orang. Ibuku itu.
Entah kenapa kalo kita nih anak2nya pengen makan di luar, ibuku pasti melarang dengan sindiran. Kita nih udah biasa dapat komentar gini,"Ah kalo cuman gini sih, masak sendiri lebih enak!" ato, "Ga enak ah masakan warung situ, bumbunya ga mateng!", yang kemudian dilanjutkan dgn, "Mending duitnya dipake buat masak sendiri. Tar tak masakin." Cuman, TAR yg harusnya bermakna SEBENTAR, pelaksanaannya bisa tar kalo kita dah lupa.
So, beberapa hari belakangan ini aku dan mbakku diserang rasa kepengen yg teramat sangat untuk mencicipi bebek goreng. Karena bebek tmsk unggas yg kolesterolnya tinggi, ibuku mulai melancarkan jurus2 mautnya untuk melarang kami membeli makanan ini. Sebagai anak yg tidak baik dan anak muda yg tak suka dilarang2, jengkel dong....Enak aja, kita mo beli pake duit sendiri, berbaik hati nawarin buat beliin mlh dilarang2. Akhirnya aku bilang, "Oke, ibu ga mau ya udah. Ga usah dibeliin dah tar. Kita tetep mo beli."
Dan tanggepannya ibuku, "Ya aku tetep mau dibeliin lah..."
Jadi, harus pake diancam dulu baru berhenti ya, nglarang-nglarangnya...
PS. Apakah aku anak yg durhaka krn bakalan harus sering2 mengancam ibuku?
Entah kenapa kalo kita nih anak2nya pengen makan di luar, ibuku pasti melarang dengan sindiran. Kita nih udah biasa dapat komentar gini,"Ah kalo cuman gini sih, masak sendiri lebih enak!" ato, "Ga enak ah masakan warung situ, bumbunya ga mateng!", yang kemudian dilanjutkan dgn, "Mending duitnya dipake buat masak sendiri. Tar tak masakin." Cuman, TAR yg harusnya bermakna SEBENTAR, pelaksanaannya bisa tar kalo kita dah lupa.
So, beberapa hari belakangan ini aku dan mbakku diserang rasa kepengen yg teramat sangat untuk mencicipi bebek goreng. Karena bebek tmsk unggas yg kolesterolnya tinggi, ibuku mulai melancarkan jurus2 mautnya untuk melarang kami membeli makanan ini. Sebagai anak yg tidak baik dan anak muda yg tak suka dilarang2, jengkel dong....Enak aja, kita mo beli pake duit sendiri, berbaik hati nawarin buat beliin mlh dilarang2. Akhirnya aku bilang, "Oke, ibu ga mau ya udah. Ga usah dibeliin dah tar. Kita tetep mo beli."
Dan tanggepannya ibuku, "Ya aku tetep mau dibeliin lah..."
-sing......-
Jadi, harus pake diancam dulu baru berhenti ya, nglarang-nglarangnya...
PS. Apakah aku anak yg durhaka krn bakalan harus sering2 mengancam ibuku?
Rabu, 12 Agustus 2009
Pictures of "Maestro"
Berikut ini foto-foto dari Gelar Tari Maestro...fotonya rada mengecewakan sih...blur...ga fokus....maklum cuman pake kamera saku. Makanya cuma dikit yg bisa ditampilkan disini.
Sabtu, 08 Agustus 2009
Pagelaran Tari "Maestro"
Oke, ini saatnya buat tontonan yg berbeda dari biasanya. Kalo biasanya nonton yang klasik-klasik dari negara asing, sekarang saatnya nonton tontonan klasik dari negara sendiri. Kali ini adalah pagelaran tari "Maestro". Judulnya aja udah jelas banget, pagelaran kali ini memang menampilkan karya-karya dari maestro tari Jogja. Para maestro ini adalah Wisnoe Wardhana, Romo Sas, dan Bagong Kussudiardjo. Orang kebanyakan mungkin cuma mengenal nama Bagong Kussudiarjo, itupun aku curiga bukan karena karya2 tarinya tapi krn anak2nya, Butet dan Djaduk. Tapi, 2 dua nama yg sebelumnya sebenarnya punya peran teramat besar dalam dunia tari.
Seperti biasa, publikasi acara ini ga terlalu kenceng, kalo ga bisa dibilang minim. Tapi, herannya kok ya penuh ya gedung yg berkapasitas 600 orang ini. Mungkin ini bukti nyata keefektifan publikasi mulut ke mulut, ato aku aja yg ga main-main ke tempat publikasinya disebar. Aku dateng jam 7 karena mengira kalo acara mulai jam 7.30, dan ternyata aku salah...di baliho tertulis acara dimulai jam 19.00. Wadow...pantesan udah penuh aja nih...TAPI...biasa nih....mentang-mentang acara gratisan terus panitia molor-molorin acara semaunya. Ditulis acara mulai jam 19.00, kenyataannya baru jam 19.30 pintu dibuka dan acara baru beneran dimulai jam 19.45-an. Yah...aku ga tau harus mengeluh ato berterima kasih atas keterlambatan ini, secara aku datangnya ngepas, kalo acara on time malahan telat.
Acara dimulai dengan penayangan video singkat tentang masing-masing maestro. Diawali dengan video tentang Wisnoe Wardhana, lanjut ke Romo Sas, diakhiri oleh Bagong Kussudiarjo. Saat penayangan aku baru sadar kalo ternyata sanggar ketiga maestro ini letaknya deket rumahku, tapi ga pernah main-main kesana juga...
Wisnoe Wardhana
Pagelaran ini menampilkan 3 karya beliau, Nada Irama, Manusia Bahagia, dan satu lagi aku lupa judulnya (*_*). Beliau ini sering dianggap sebagai maestro tari dg latar belakang tari ballet. Meskipun beliaunya sendiri menganggap karyanya berlatar modern dance. Dan memang terasa sekali kemodern-annya. Tarian pertama ditarikan oleh istrinya sendiri. Menurutku sih.....rada kurang luwes. Faktor usia mungkin yah. Walo kemungkinan besar di usia yg sama di kemudian hari, aku ga bakalan bisa menari seperti ibu ini.
Romo Sas
Kalo kalian tidak mengenal nama ini, berarti kalian ga tau tari klasik Jawa gaya Yogyakarta. Beliau ini adalah pakarnya tari klasik Jawa gaya Yogyakarta. Sepertinya semua penari Kraton adalah muridnya, termasuk putri2 Sri Sultan HB X sendiri sepertinya. Meskipun penari klasik, Romo Sas berusaha menghantar tari klasik ke era modern, salah satunya dg menyederhanakan tari Bedhaya yg seharusnya berdurasi sampe 2 jam jadi cuman 30 menit. Well, Bedhaya adalah salah satu masterpiece tari klasik Jawa, tapi kalo sampe 2 jam, jelas penonton di era modern (apalagi anak-anak gaul tuh) bakalan molor di tempat deh pas nontonnya. Pagelaran ini menampilkan 2 karya Romo Sas, yg satu tari tentang membatik dan satunya, jelas Bedhaya ini. Asyik dah..tari ini, walo lama, tapi tetep menarik buatku. Ada 9 penari cantik di panggung tuh kayak magnet kuat yg bikin susah kedip..walo jujur..aku nguap beberapa kali (udah malem juga tuh) tapi asyik banget deh nontonnya.
Bagong Kussudiarjo
Bagong dikenal sebagai seniman komplit. Tari jago, koreografer ya bisa, melukis yo ho-oh. Pantesan aja, anak-anaknya jadi seniman andal. Dikenal dengan karya-karya yg berlatar tari klasik lalu digubah ulang sesuai pemikiran beliau (tolong dikoreksi dan dimaafkan kalo saya salah ngomong, ya. ^_^). Maka karya yg ditampilkan adalah Bedhaya Gendheng. Sama seperti Romo Sas, Bagong juga membuat karya yg berasal dari tari Bedhaya (See...ini memang masterpiece tari klasik Jawa kan). Cuman kalo Romo Sas menyederhanakannya, Bagong mengubahnya sebagai ekspresi jiwanya terhadap dunia yg sudah kehilangan tatanannya (Stt...tatanan bahasa Inggrisnya apaan yah?). Hasilnya...beda banget. Bener-bener seperti tarian baru. Masih ada 9 penari cantik di panggung. Tapi dengan kostum dan gerakan yg berbeda, ini membuat nuansa berbeda dari tarian ini.
So, demikianlah pagelaran tari "Maestro"ini. Diakhiri dengan pidato singkat dari pimpinan Taman Budaya Yogyakarta. Singkat, padat dan menjanjikan pagelaran maestro di tahun2 mendatang (Wait and see aja-lah). Lalu dilanjut pidato singkat dari istri Wisnoe Wardhana dan Romo Sas, juga dari Djaduk Ferianto (yg datang dengan memakai tas Computa besar, hahahaha..abis belanja komputer, ngiklan, ato gokil2an aja ya?). Dan acara pun berakhir...
Seperti biasa, publikasi acara ini ga terlalu kenceng, kalo ga bisa dibilang minim. Tapi, herannya kok ya penuh ya gedung yg berkapasitas 600 orang ini. Mungkin ini bukti nyata keefektifan publikasi mulut ke mulut, ato aku aja yg ga main-main ke tempat publikasinya disebar. Aku dateng jam 7 karena mengira kalo acara mulai jam 7.30, dan ternyata aku salah...di baliho tertulis acara dimulai jam 19.00. Wadow...pantesan udah penuh aja nih...TAPI...biasa nih....mentang-mentang acara gratisan terus panitia molor-molorin acara semaunya. Ditulis acara mulai jam 19.00, kenyataannya baru jam 19.30 pintu dibuka dan acara baru beneran dimulai jam 19.45-an. Yah...aku ga tau harus mengeluh ato berterima kasih atas keterlambatan ini, secara aku datangnya ngepas, kalo acara on time malahan telat.
Acara dimulai dengan penayangan video singkat tentang masing-masing maestro. Diawali dengan video tentang Wisnoe Wardhana, lanjut ke Romo Sas, diakhiri oleh Bagong Kussudiarjo. Saat penayangan aku baru sadar kalo ternyata sanggar ketiga maestro ini letaknya deket rumahku, tapi ga pernah main-main kesana juga...
Wisnoe Wardhana
Pagelaran ini menampilkan 3 karya beliau, Nada Irama, Manusia Bahagia, dan satu lagi aku lupa judulnya (*_*). Beliau ini sering dianggap sebagai maestro tari dg latar belakang tari ballet. Meskipun beliaunya sendiri menganggap karyanya berlatar modern dance. Dan memang terasa sekali kemodern-annya. Tarian pertama ditarikan oleh istrinya sendiri. Menurutku sih.....rada kurang luwes. Faktor usia mungkin yah. Walo kemungkinan besar di usia yg sama di kemudian hari, aku ga bakalan bisa menari seperti ibu ini.
Romo Sas
Kalo kalian tidak mengenal nama ini, berarti kalian ga tau tari klasik Jawa gaya Yogyakarta. Beliau ini adalah pakarnya tari klasik Jawa gaya Yogyakarta. Sepertinya semua penari Kraton adalah muridnya, termasuk putri2 Sri Sultan HB X sendiri sepertinya. Meskipun penari klasik, Romo Sas berusaha menghantar tari klasik ke era modern, salah satunya dg menyederhanakan tari Bedhaya yg seharusnya berdurasi sampe 2 jam jadi cuman 30 menit. Well, Bedhaya adalah salah satu masterpiece tari klasik Jawa, tapi kalo sampe 2 jam, jelas penonton di era modern (apalagi anak-anak gaul tuh) bakalan molor di tempat deh pas nontonnya. Pagelaran ini menampilkan 2 karya Romo Sas, yg satu tari tentang membatik dan satunya, jelas Bedhaya ini. Asyik dah..tari ini, walo lama, tapi tetep menarik buatku. Ada 9 penari cantik di panggung tuh kayak magnet kuat yg bikin susah kedip..walo jujur..aku nguap beberapa kali (udah malem juga tuh) tapi asyik banget deh nontonnya.
Bagong Kussudiarjo
Bagong dikenal sebagai seniman komplit. Tari jago, koreografer ya bisa, melukis yo ho-oh. Pantesan aja, anak-anaknya jadi seniman andal. Dikenal dengan karya-karya yg berlatar tari klasik lalu digubah ulang sesuai pemikiran beliau (tolong dikoreksi dan dimaafkan kalo saya salah ngomong, ya. ^_^). Maka karya yg ditampilkan adalah Bedhaya Gendheng. Sama seperti Romo Sas, Bagong juga membuat karya yg berasal dari tari Bedhaya (See...ini memang masterpiece tari klasik Jawa kan). Cuman kalo Romo Sas menyederhanakannya, Bagong mengubahnya sebagai ekspresi jiwanya terhadap dunia yg sudah kehilangan tatanannya (Stt...tatanan bahasa Inggrisnya apaan yah?). Hasilnya...beda banget. Bener-bener seperti tarian baru. Masih ada 9 penari cantik di panggung. Tapi dengan kostum dan gerakan yg berbeda, ini membuat nuansa berbeda dari tarian ini.
So, demikianlah pagelaran tari "Maestro"ini. Diakhiri dengan pidato singkat dari pimpinan Taman Budaya Yogyakarta. Singkat, padat dan menjanjikan pagelaran maestro di tahun2 mendatang (Wait and see aja-lah). Lalu dilanjut pidato singkat dari istri Wisnoe Wardhana dan Romo Sas, juga dari Djaduk Ferianto (yg datang dengan memakai tas Computa besar, hahahaha..abis belanja komputer, ngiklan, ato gokil2an aja ya?). Dan acara pun berakhir...
Kamis, 06 Agustus 2009
Sibuknya diriku
Enaknya tinggal di Jogja adalah...banyak tontonan bagus yg harga tiketnya murah ato malah gretongan......huhuhuhu....aku cinta kata murah. Dari awal aku bikin ni blog kan udah banyak postingan ttg aku nonton ini-itu, macem2. Tiket termahal dari semua tontonan itu adalah tiket Unforgettable Keroncong dan jazz Denise Jannah seharga SEPULUH RIBU saja, sementara lainnya adalah GRATIS. Enak kan?..
Jadi dari pertangahan bulan kemaren (Juli) aku udah nonton macem2 acara non stop. Kalo diurutin sih:
Jadi dari pertangahan bulan kemaren (Juli) aku udah nonton macem2 acara non stop. Kalo diurutin sih:
- 3 hari nonton Yogyakarta Gamelan Festival
- nonton pagelaran tari yg tnyt uji coba kontingen Taman Budaya Yogyakarta sebelum berangkat ke festival Taman Budaya se-Indonesia (yg ini belum bikin postingannya...hehehe)
- nonton jazz Denise Jannah
- lanjut ke Unforgettable Keroncong
- trus ke Pekan Budaya Rusia selama 2 hari berturut-turut
- nonton Harpot di Empire (aku salah...ini tontonan termahal....hihihihi)
- dan semalam nonton film di Netpac-Jaff yg masih bakalan berlanjut sampe besok sabtu.
- tar malem nonton pagelaran tari Maestro kalo emg gratis dan dpt tiket. kalo ga yg ngeloyor aja ke gedung sebelahnya, nonton festival film Netpac-Jaff. sama2 gratisan gitu
- jumat nonton film di Netpac-Jaff
- sabtu kemungkinan sih mantengin film di Netpac-Jaff lagi
- minggu kesempatan buat rehat sejenak
- senin mo nonton Public Enemy (sudah gatal pengen nonton film ini)
- selasa nonton UP (yah..ato dibalik jg gapapa deh, senin nonton UP, selasa nonton Public Enemy)
Rabu, 05 Agustus 2009
Maman....lagi...
Siang ini ibuku ngasih makan anjingku. Ngomongnya itu lho.....
Ibuku : Len, ni maemnya..(sambil naruh makanannya ke piring anjing).....Enak to......
Masih bertanya-tanya....apakah ibuku tuh nyicipin makanan anjingku dulu sampe bisa ngomong kalo makanannya enak, ya?....
Ibuku : Len, ni maemnya..(sambil naruh makanannya ke piring anjing).....Enak to......
Masih bertanya-tanya....apakah ibuku tuh nyicipin makanan anjingku dulu sampe bisa ngomong kalo makanannya enak, ya?....
More Pictures
Selasa, 04 Agustus 2009
Pekan Budaya Rusia; part 2...penyerbuan ke backstage
Setelah berharap2 bakalan dapat tontonan berbeda....ternyata penonton harus kecewa kalo melewatkan pertunjukan hari pertama. Tontonannya sama aja, nyah....Walo di hari pertama harus membetah-betahkan diri di kursi pas sambutan dwi bahasa yg lama dan bertele-tele...walo harus nonton film dokumenter hubungan RI-Rusia di jaman Soekarno, tapi tontonannya full. Kalo yg hari kedua malah dikorting2 segala. Folk dance cuman tampil 2 kali. Ga ada sulap yg ganti2 baju. Ga ada akrobat dari mbak2 dg kostum jinni. String kwartet cuman nampilin 2 lagu. Ga ada kolaborasi gamelan sama akordeon. Yah...buat menghibur...nih aku kasih foto2nya..Mbakku numpang mejeng juga ya....Maaf foto2nya rada blur...maklum cuman pake kamera pocket dan yg moto amatiran pula. hahahaha....
Minggu, 02 Agustus 2009
Pekan Budaya Rusia; part 1
Kelemahan utama dari Taman Budaya Yogyakarta terletak di sisi publikasi. Hal ini sih aku udah tau dari dulu. TBY ni selalu jadi pilihan pertama untuk beragam pertunjukan internasional. Tapi selalu saja minim publikasi. Sayang banget......Salah satu pertunjukan yg bertempat di gedung ini adalah Pekan Budaya Rusia...Ni tontonan asyiiikkk bener dah...jadi kemungkinan aku masih bakalan bikin part 2-nya buat bahas tontonan di hari kedua.
Jadi, aku dapat info soal acara ini cuma lewat....facebook...itupun facebook-nya mbakku....hahahahaha...oke ga tuh jalur publikasinya. Kayanya masih berprinsip berita dari mulut ke mulut....hahahaha.....Ada nomer contact person, yg waktu aku telpon nanyain perlu pake tiket ato undangan ga? Dijawab dengan..."Ga tau ya, mbak." Hoahahahaha.....publikasi yg aneh.....
Ya sudah...sepertinya harus membiasakan dengan info seadanya ini...Di FB tertulis acaranya jam 19.00 dan aku udah siap dari jam 17.30....hahahaha....terlalu bersemangat ya? Kelamaan nunggu akhirnya malah sempat ketiduran di rumah. Berangkat jam 18.15 (ato jam setengah tujuh yah) dan sempet mampir beli bensin dulu...Antrenya penuh...yah maklum malam minggu. Jalan rd macet pula. Sampe di TBY masih sepi dan langsung masuk ke dalam....dan ternyata artis2nya (artis yg dari kata artist yah, bukan yg maksudnya selebritis) masih nyoba panggung...Bingung juga nih cari tempat duduk, pengen di depan tapi takutnya buat undangan dan tar diusir...Tapi dengan mempede-pedekan diri aku, mbakku dan satu kenalan (baru kenal di tempat ini nih) duduk di deret ketiga. Ternyata yah, tamu undangan yg datang termasuk Dubes Rusia yg duduk di depanku selisih satu deret....dan orangnya tinggi bener, ketutupan deh aku...nasib...
Acara dimulai dg sambutan. Udah lama jd makin lama soalnya pake diterjemahin ke bahasa Rusia dan sebaliknya pas Dubesnya Rusia ngasih sambutan diterjemahin (dgn semena2) ke bahasa Indonesia.
Abis sambutan, ga perlu banyak wasweswos lagi langsung ke acara inti. Dibuka dgn 4 orang yg menyanyikan lagu2 Rusia. Sepertinya sih lagu2 rakyat Rusia secara aku tak tau sama sekali bahasanya. Dan lagu2 ini diaransemen dgn irama disko...Apa orang Rusia nih demen ma lagu2 disko beginian yah? Langsung disambung dgn folk dance...Lompat-melompat...pake tepuk2 dada, paha, kaki. Dan penari ceweknya pake rok trus muter2 sampe rok dalemannya keliatan. Kalo ga salah itung sih ada 4 pasang penari yg ga berhenti2 menari gantian.
Selesai folk dance trus ada sulap (sulap bukan ya ini?). Menampilkan trik berganti baju tradisional Rusia dg cepat. Bajunya bagus...detilnya, payetnya, motifnya.....Lanjut ke BALET!! Secuil bagian dari Swan Lake yg terkenal itu..Akhirnya liat penari balet yg beneran pake tutu mekar putih begini deh...Kelas balet lgsg masuk string kwartet yg memainkan karya2 komposer Rusia....cuma ga seru nih nontonnya...PENONTONNYA BARBAR!!! Mana sempat MATI LISTRIK DI TENGAH2 PERTUNJUKAN PULAK. memalukan.....dan penonton malahan tepok2 sendiri gitu. Plis deh, ni mati listrik, ga ada sound jd suara kwartetnya sayub2. Kalo ditepokin mana kedengeran!!!!!! Terus string kwartet ini jg berkolaborasi dg pemain akordeon....tapi kok dikasih iringan kaset gitu yah??? Ga seru ah...Pemain akordeon ini jg sempat ditantang kolaborasi dadakan dg pemain gamelan dan gitar-bass. Asyik? Biasa sih. Kemaren di YGF banyak yg lebih seru..
Kelar musik2 ini muncul pemain akrobat yg meliuk2kan tubuh sambil main holahop. Dandanannya kaya jinni...Truss muncul lagi folk dance dg kostum yg berbeda. Kalo yg pertama pake kostum merah, sekarang warna-warni. Ada yg pake ijo, biru, merah juga ada. Bagus deh kostumnya.....kepengen....Narinya masih tarian yg temponya cepet, pake lompat2an juga. Stamina oke nih para penarinya. Lanjut ke sulap yg pake iringan musik dari WALI-CARI JODOH..huahahaha.....wagu deh ni orang2 Rusia. Kayanya cari lagu yg penting iramanya cepat. Triknya meloloskan diri dari ikatan tali-temali....Disambung dengan akrobat lagi...Kali ini trik mengangkat benda berat pake kaki. Ada juga mengayunkan dua mbak2 Rusia yg cantik-cantik di ayunan yg diangkat pake kaki....Haa...kalo aku jd mbak-nya lgsg terpipis2 di celana dah...ayunannya lumayan tinggi dan ngayunnya cepet...ngeri juga liatnya...
Kelar akrobat dilanjut ke folk dance lagi. Seru!Seru!Seru! Tarianya pake lompat2 kaya lompatan balet (mungkin kalo di Rusia balet tuh jaipong gitu yah? semua orang udah dapet aja dasar tariannya). Kali ini durasi tariannya lebih panjang dan makin banyak aja lompat-melompatnya. Ada yg mas2 penarinya lompat2 sambil jongkok muterin panggung (ga takut turun berok ya mas? hihihi), ato salto2 muterin panggung juga. Cewek2 juga makin hot aja nari muter2 sampe rok-nya mekar terkembang dg indahnya.....Dan kemudian masuk 4 penyanyi yg tadi membuka acara untuk menutup acara....masih ada lanjutan sih, acara birokrasi yg ruwet dan membingungkan untuk ngasih buket bunga dan kenang2an...
Abis itu...langsung serbu belakang panggung!!!! Foto2 ma penari..sayang penari balet ma yg cowok2 udah pada ganti baju...Jadi ga ada foto sama ballerina ber-tutu.....
Satu hal yg harus digarisbawahi adalah penontonnya njijiki!!!! Nonton string kwartet dan balet kok kayak nonton jathilan kuda lumping... Sayang saya cuma punya sendal sepasang, kalo banyak taktimpuki satu2 deh....
Masih ada satu kali lahi pertunjukkan nanti malam..Katanya beda...jadi tunggu postinganku besok, karena pasti ada yg seru2an lagi....
Jadi, aku dapat info soal acara ini cuma lewat....facebook...itupun facebook-nya mbakku....hahahahaha...oke ga tuh jalur publikasinya. Kayanya masih berprinsip berita dari mulut ke mulut....hahahaha.....Ada nomer contact person, yg waktu aku telpon nanyain perlu pake tiket ato undangan ga? Dijawab dengan..."Ga tau ya, mbak." Hoahahahaha.....publikasi yg aneh.....
Ya sudah...sepertinya harus membiasakan dengan info seadanya ini...Di FB tertulis acaranya jam 19.00 dan aku udah siap dari jam 17.30....hahahaha....terlalu bersemangat ya? Kelamaan nunggu akhirnya malah sempat ketiduran di rumah. Berangkat jam 18.15 (ato jam setengah tujuh yah) dan sempet mampir beli bensin dulu...Antrenya penuh...yah maklum malam minggu. Jalan rd macet pula. Sampe di TBY masih sepi dan langsung masuk ke dalam....dan ternyata artis2nya (artis yg dari kata artist yah, bukan yg maksudnya selebritis) masih nyoba panggung...Bingung juga nih cari tempat duduk, pengen di depan tapi takutnya buat undangan dan tar diusir...Tapi dengan mempede-pedekan diri aku, mbakku dan satu kenalan (baru kenal di tempat ini nih) duduk di deret ketiga. Ternyata yah, tamu undangan yg datang termasuk Dubes Rusia yg duduk di depanku selisih satu deret....dan orangnya tinggi bener, ketutupan deh aku...nasib...
Acara dimulai dg sambutan. Udah lama jd makin lama soalnya pake diterjemahin ke bahasa Rusia dan sebaliknya pas Dubesnya Rusia ngasih sambutan diterjemahin (dgn semena2) ke bahasa Indonesia.
Abis sambutan, ga perlu banyak wasweswos lagi langsung ke acara inti. Dibuka dgn 4 orang yg menyanyikan lagu2 Rusia. Sepertinya sih lagu2 rakyat Rusia secara aku tak tau sama sekali bahasanya. Dan lagu2 ini diaransemen dgn irama disko...Apa orang Rusia nih demen ma lagu2 disko beginian yah? Langsung disambung dgn folk dance...Lompat-melompat...pake tepuk2 dada, paha, kaki. Dan penari ceweknya pake rok trus muter2 sampe rok dalemannya keliatan. Kalo ga salah itung sih ada 4 pasang penari yg ga berhenti2 menari gantian.
Selesai folk dance trus ada sulap (sulap bukan ya ini?). Menampilkan trik berganti baju tradisional Rusia dg cepat. Bajunya bagus...detilnya, payetnya, motifnya.....Lanjut ke BALET!! Secuil bagian dari Swan Lake yg terkenal itu..Akhirnya liat penari balet yg beneran pake tutu mekar putih begini deh...Kelas balet lgsg masuk string kwartet yg memainkan karya2 komposer Rusia....cuma ga seru nih nontonnya...PENONTONNYA BARBAR!!! Mana sempat MATI LISTRIK DI TENGAH2 PERTUNJUKAN PULAK. memalukan.....dan penonton malahan tepok2 sendiri gitu. Plis deh, ni mati listrik, ga ada sound jd suara kwartetnya sayub2. Kalo ditepokin mana kedengeran!!!!!! Terus string kwartet ini jg berkolaborasi dg pemain akordeon....tapi kok dikasih iringan kaset gitu yah??? Ga seru ah...Pemain akordeon ini jg sempat ditantang kolaborasi dadakan dg pemain gamelan dan gitar-bass. Asyik? Biasa sih. Kemaren di YGF banyak yg lebih seru..
Kelar musik2 ini muncul pemain akrobat yg meliuk2kan tubuh sambil main holahop. Dandanannya kaya jinni...Truss muncul lagi folk dance dg kostum yg berbeda. Kalo yg pertama pake kostum merah, sekarang warna-warni. Ada yg pake ijo, biru, merah juga ada. Bagus deh kostumnya.....kepengen....Narinya masih tarian yg temponya cepet, pake lompat2an juga. Stamina oke nih para penarinya. Lanjut ke sulap yg pake iringan musik dari WALI-CARI JODOH..huahahaha.....wagu deh ni orang2 Rusia. Kayanya cari lagu yg penting iramanya cepat. Triknya meloloskan diri dari ikatan tali-temali....Disambung dengan akrobat lagi...Kali ini trik mengangkat benda berat pake kaki. Ada juga mengayunkan dua mbak2 Rusia yg cantik-cantik di ayunan yg diangkat pake kaki....Haa...kalo aku jd mbak-nya lgsg terpipis2 di celana dah...ayunannya lumayan tinggi dan ngayunnya cepet...ngeri juga liatnya...
Kelar akrobat dilanjut ke folk dance lagi. Seru!Seru!Seru! Tarianya pake lompat2 kaya lompatan balet (mungkin kalo di Rusia balet tuh jaipong gitu yah? semua orang udah dapet aja dasar tariannya). Kali ini durasi tariannya lebih panjang dan makin banyak aja lompat-melompatnya. Ada yg mas2 penarinya lompat2 sambil jongkok muterin panggung (ga takut turun berok ya mas? hihihi), ato salto2 muterin panggung juga. Cewek2 juga makin hot aja nari muter2 sampe rok-nya mekar terkembang dg indahnya.....Dan kemudian masuk 4 penyanyi yg tadi membuka acara untuk menutup acara....masih ada lanjutan sih, acara birokrasi yg ruwet dan membingungkan untuk ngasih buket bunga dan kenang2an...
Abis itu...langsung serbu belakang panggung!!!! Foto2 ma penari..sayang penari balet ma yg cowok2 udah pada ganti baju...Jadi ga ada foto sama ballerina ber-tutu.....
Satu hal yg harus digarisbawahi adalah penontonnya njijiki!!!! Nonton string kwartet dan balet kok kayak nonton jathilan kuda lumping... Sayang saya cuma punya sendal sepasang, kalo banyak taktimpuki satu2 deh....
Masih ada satu kali lahi pertunjukkan nanti malam..Katanya beda...jadi tunggu postinganku besok, karena pasti ada yg seru2an lagi....
Sabtu, 01 Agustus 2009
Tontonan Beradab
Rada berdosa juga, dari kemaren bikin postingan kok ga urut. Kemaren bikin postingan soal konser keroncong, padahal sebelum noton keroncong aku juga nonton konser lainnya. Dan lebih beradab pula...Jadi, sebagai penebus dosa, monggo dibaca cerita singkatnya.
Kalo hari Rabu aku nonton konser keroncong, di hari Senin (2 hari sebelumnya) aku nonton konser jazz. Seperti biasa, konser jazz ini diselenggarakan oleh Karta Pustaka. Artisnya dikirim langsung dari Suriname...kalo ga salah sih...Secara kemasan konser, aku udah apal sih. Hehehe...maklum penonton setia konser2nya Karta Pustaka. Tatanan minimalis, MC cuma bertugas membuka dan menutup, ga banyak sambutan aneh2. Pokoké langsung ke acara utamanya deh, KONSER....
Ternyata.....
Konser ini diasukkan dalam rangkaian acara dies-nya Universitas Atma Jaya. So....ada sedikit sambutan dari rektor Atma. Pantesan banyak penggedhe universitas ini ikut nonton. Jadi rada ngiri, secara di universitasku kalo ngadain konser, rektornya ga pernah mau nonton..huhuhu....sempet sms-an bentar ma Ishak yg ngomentari ,"Rektor Atma ga ada kerjaan." (bukan saya lho, Pak Rektor......hihihi) Dan aku balas, "Dan rektor UGM kuper." (hehehe...sebut merk dah....maaf, Pak Rektor...tp sekali2 tontonanlah konser mahasiswa anda).
Sedikit insiden dg MC (lagi2 deh). Sebelum ato sesudah sambutan rektor, kata2nya udah agak lupa to garis besarnya MC mengumumkan begini nih
Konser ini kira2 akan berlangsung dari pukul 8 sampai pukul berapa ya? Wah...sepertinya kita harus mengumumkan kalo musik jazz ini DAMAI! GA ADA PUKUL-PUKULAN. PISS!!! TAU KAN TANDANYA PISS, PAKE DUA JARI. AYO PENONTON, MANA JARINYA?!?!??
Untung saja, mbak2 ini hany muncul di awal dan akhir konser. Fungsinya cuma buat manggil artisnya. huehehehehehe.....ga guna deh kamu...
Lanjut......
Oke, konser ini menampilkan Denise Janah and Band. Kelompok musik jazz ini merupakan kelompok multikultural karena pemainnya dai berbagai negara. Denise Janah-nya sendiri dari Suriname, gitaris dari Jerman, perkusi dari Indonesia, pemain bas dan drum-nya entah dari mana. Maaf, aku lupa.....
Denise Janah, seperti halnya artis2 import lainnya, sangat komunikatif dg penonton. Dia menyapa penonton, ngobrol, cerita2 soal latar belakang penciptaan musiknya. Santai dan mengalir gitu gayanya bercerita. Cuma kayaknya dia rada geregetan soalnya penontonnya adem ayem duduk manis di kursi masing2. Kayaknya dia lebih berharap penontonnya untuk turun melantai gitu. Apalagi antara panggung ke penonton jaraknya jauh. Tambah geregetan dah dianya. Maafkan kami ya....kami (ehemm...) malu deh kalo jejogetan gitu...
Lagu2nya..ada yg aku kenal, tapi banyak juga yg aku ga tau. Kalo lagu2nya dia jelas aku ga tau...secara albumnya cuma beredar di Belanda ato Suriname gitu.... Salah satu lagunya diciptakan dg menggunakan puisi dari Sitok Srengenge. Ho-oh, penyair Indonesia itu lho......
Sebenarnya menurutku jazz-nya masih jazz yg ringan dan popular. Jadi lebih cocok mungkin dengan penonton yg cuma coba-coba nonton jazz. huehehehe.....Secara orang Indonesia gitu loh...memaksa diri datang ke konser jazz atau musik klasik cuma untuk meningkatkan status sosial, dapet prestise, dan hal2 semacam itulah...padahal soal lagunya, gak mudeng babar blas!!!
Sedikit siraman rohani di konser ini adalah.....ABG2 bule yg duduk di belakangku...Hoahahahaha....cakep-cakep sekali anak2 muda itu. Yang ternyata adalah anak penggedhe Jerman yg diundang oleh rektor Atma. Terima kasih sekali bapak, Anda sudah membawa seluruh keluarga anda untuk menghadiri konser ini dan memberi saya kesempatan untuk menikmati wajah imut anak2 anda. (yum!!) Secara istrinya adalah orang Cina dan anaknya jadi perpaduan sempurna antara Barat dan Timur.. Sayang sekali kalian masih ABG nak......hahahahahahaha.......
Konser diakhiri dengan penonton yg ditarik oleh Denise Janah untuk jejogetan di depan. Apakah saya turut maju? Jelas!!!!! Tapi buat foto2....susah juga sih motret obyek bergerak. Blur mulu... Jadi pengen kamera SLR yg ada teknologi untuk motret obyek bergerak....
Well, sekian ceritanya...tunggu saja postingan selanjutnya soal tontonan2 lain. Liat aja, apakah aku bakalan beneran bikin postingan soal konser dangdut. hihihihihi.....Masih ada satu acara lagi yg belum aku bikin postingannya, tapi sore ini udah mau nonton pekan budaya RUSIA!!!! Menarik kan??? Besok deh, aku bikin ceritanya satu-satu....Sekian....
Kalo hari Rabu aku nonton konser keroncong, di hari Senin (2 hari sebelumnya) aku nonton konser jazz. Seperti biasa, konser jazz ini diselenggarakan oleh Karta Pustaka. Artisnya dikirim langsung dari Suriname...kalo ga salah sih...Secara kemasan konser, aku udah apal sih. Hehehe...maklum penonton setia konser2nya Karta Pustaka. Tatanan minimalis, MC cuma bertugas membuka dan menutup, ga banyak sambutan aneh2. Pokoké langsung ke acara utamanya deh, KONSER....
Ternyata.....
Konser ini diasukkan dalam rangkaian acara dies-nya Universitas Atma Jaya. So....ada sedikit sambutan dari rektor Atma. Pantesan banyak penggedhe universitas ini ikut nonton. Jadi rada ngiri, secara di universitasku kalo ngadain konser, rektornya ga pernah mau nonton..huhuhu....sempet sms-an bentar ma Ishak yg ngomentari ,"Rektor Atma ga ada kerjaan." (bukan saya lho, Pak Rektor......hihihi) Dan aku balas, "Dan rektor UGM kuper." (hehehe...sebut merk dah....maaf, Pak Rektor...tp sekali2 tontonanlah konser mahasiswa anda).
Sedikit insiden dg MC (lagi2 deh). Sebelum ato sesudah sambutan rektor, kata2nya udah agak lupa to garis besarnya MC mengumumkan begini nih
Konser ini kira2 akan berlangsung dari pukul 8 sampai pukul berapa ya? Wah...sepertinya kita harus mengumumkan kalo musik jazz ini DAMAI! GA ADA PUKUL-PUKULAN. PISS!!! TAU KAN TANDANYA PISS, PAKE DUA JARI. AYO PENONTON, MANA JARINYA?!?!??
APA-APAAN INI MC??????
BUSET.....GARING OI!!!!!!!
BUSET.....GARING OI!!!!!!!
Untung saja, mbak2 ini hany muncul di awal dan akhir konser. Fungsinya cuma buat manggil artisnya. huehehehehehe.....ga guna deh kamu...
Lanjut......
Oke, konser ini menampilkan Denise Janah and Band. Kelompok musik jazz ini merupakan kelompok multikultural karena pemainnya dai berbagai negara. Denise Janah-nya sendiri dari Suriname, gitaris dari Jerman, perkusi dari Indonesia, pemain bas dan drum-nya entah dari mana. Maaf, aku lupa.....
Denise Janah, seperti halnya artis2 import lainnya, sangat komunikatif dg penonton. Dia menyapa penonton, ngobrol, cerita2 soal latar belakang penciptaan musiknya. Santai dan mengalir gitu gayanya bercerita. Cuma kayaknya dia rada geregetan soalnya penontonnya adem ayem duduk manis di kursi masing2. Kayaknya dia lebih berharap penontonnya untuk turun melantai gitu. Apalagi antara panggung ke penonton jaraknya jauh. Tambah geregetan dah dianya. Maafkan kami ya....kami (ehemm...) malu deh kalo jejogetan gitu...
Lagu2nya..ada yg aku kenal, tapi banyak juga yg aku ga tau. Kalo lagu2nya dia jelas aku ga tau...secara albumnya cuma beredar di Belanda ato Suriname gitu.... Salah satu lagunya diciptakan dg menggunakan puisi dari Sitok Srengenge. Ho-oh, penyair Indonesia itu lho......
Sebenarnya menurutku jazz-nya masih jazz yg ringan dan popular. Jadi lebih cocok mungkin dengan penonton yg cuma coba-coba nonton jazz. huehehehe.....Secara orang Indonesia gitu loh...memaksa diri datang ke konser jazz atau musik klasik cuma untuk meningkatkan status sosial, dapet prestise, dan hal2 semacam itulah...padahal soal lagunya, gak mudeng babar blas!!!
Sedikit siraman rohani di konser ini adalah.....ABG2 bule yg duduk di belakangku...Hoahahahaha....cakep-cakep sekali anak2 muda itu. Yang ternyata adalah anak penggedhe Jerman yg diundang oleh rektor Atma. Terima kasih sekali bapak, Anda sudah membawa seluruh keluarga anda untuk menghadiri konser ini dan memberi saya kesempatan untuk menikmati wajah imut anak2 anda. (yum!!) Secara istrinya adalah orang Cina dan anaknya jadi perpaduan sempurna antara Barat dan Timur.. Sayang sekali kalian masih ABG nak......hahahahahahaha.......
Konser diakhiri dengan penonton yg ditarik oleh Denise Janah untuk jejogetan di depan. Apakah saya turut maju? Jelas!!!!! Tapi buat foto2....susah juga sih motret obyek bergerak. Blur mulu... Jadi pengen kamera SLR yg ada teknologi untuk motret obyek bergerak....
Well, sekian ceritanya...tunggu saja postingan selanjutnya soal tontonan2 lain. Liat aja, apakah aku bakalan beneran bikin postingan soal konser dangdut. hihihihihi.....Masih ada satu acara lagi yg belum aku bikin postingannya, tapi sore ini udah mau nonton pekan budaya RUSIA!!!! Menarik kan??? Besok deh, aku bikin ceritanya satu-satu....Sekian....
Jumat, 31 Juli 2009
Unforgetable Keroncong or Unforgetable MC...???
Kunyuk.....Dasar smart mendem....koneksinya superb deh...lambatnya.
FYI, aku nge-blog disela2 nunggu hasil kiriman mp3 dari Ishak lewat ym. udah ampir sejam teteup ngga kelar-kelar. Ampyuuuunnnnn!!!!!!!
Oke, kali ini cerita baru soal konser yg baru saja aku tonton, which is....jreng-jreng-jreng....KERONCONG!!!!! Hoahahahahaha.....tontonan saya semakin beragam saja...mungkin lama-lama aku bisa bikin postingan soal konser DANGDUT kali ya?? Hmmm....tunggu saja penonton...eh..pembaca. Semoga tidak yah....kecuali aku harus nemenin mbakku survei lapangan ke orkes organ tunggal ato dangdutan gitu.
So, konser keroncong ini berlangsung di suatu malam di hari Rabu tanggal 29Juli 2009, pukul 19.30 (begitulah yang tertulis di program acaranya, walo tak tertulis di tiketnya). Datang ke TBY agak awal, jam 7an gitu. Langsung dapat parkir di deket gerbang, lumayanlah ga perlu jalan jauh. Then, I was surprised by CALO!!!! Waow...ga salah nih. Konser keroncong ada calonya gituh?? Banyak lagi calonya....Sebegitu larisnya-kah? Berhubung sudah punya tiket, beli langsung ke anak yg punya gawe lagi (hehehe), jadi yuk dada bubye Pak Calo!!!!
Masuk ke gedung pertunjukkan dan lgsg ngeloyor ke...kamar mandi. Kebelet pipis plus udah nahan dari tadi. Sekilas udah banyak orang yg ngantre di lobi. Kelar dari antrean di kamar mandi udah jam 7.15 dan pintu belum juga dibuka. wasweswos.....antrean di depan pintu udah ga sabar ni..plus aku udah kejepit di tengah2 manusia2 tak sabaran ini. Ampe jam 7.30 belom dibuka aja...malah yg jaga pintu ngomong kalo pintu baru dibuka jam 8!!!!! Kunyuk ni panitia. Keterlambatan adalah awal dari kegagalan. Penipuan kepada penonton adalah hal yg menjijikkan. Pintu udah dibuka pun tetep ga bisa dibikin cepet. Ternyata, penonton musti ngantre ke meja kecil di balik pintu buat....(tunggu, jangan pingsan ya...)....NYOBEK TIKET!!!!!
Udah dapat tempat duduk dan mas2 disebelahku dg semena2 menggeser kursinya ke barisan depan cuma biar bisa sederet ma temen2nya. Yaoloh mas, udah gedhe gitu...pisah bentar ma temen2nya ga bikin mati kok. (lumayan sebel ma rombongannya soalnya berisik dan pas kita mo tepuk tangan di tengah2 lagu, sok2an aja sat-set-sat-set kayak nonton konser musik klasik...ceilee...ni musik keroncong, nak. Bu Waldjinah aja ngarepin penonton untuk lebih komunikatif dg tepuk tangan. Sok-sok-an kau, nak!)...
Entah jam berapa, acara dimulai dg munculnya para pemain orkes. Yup, ni keroncong kemasan orkes. Trus muncul MC (yg tnyt bego dan useless bgt) yg baca2 banyak hal soal program acara dan ternyata SALAH sodara-sodara!!! MC ini adalah ujung tombak kekacauan konser ini. Beberapa contohnya adalah:
Over all, konsernya bagus kok. Menampilkan sisi lain dari keroncong. Apalagi ada penampilan dari Diva keroncong, Waldjinah. Trus tampil juara bintang radio keroncong. Dan beberapa penampil dari genre musik lain. Penyanyi2 nya sih aku ga kenal (maaf...aku masih penonton pemula untuk musik keroncong.....huhuhuhu.....). Lagu-lagunya masih lagu yg populer ke penonton sih. Secara kemasan musiknya sih keren. Oke deh....oh ya, musisinya pada pake jas dan bawahan pake kain seperti anak muda tempo doeloe, di masa keemasannya keroncong. Lucu juga sih liat cowok2 jalan pelan2 dan agak lompat gara2 kesempitan pake kain. Buatku sih kayak manten tetak alias anak abis disunat. hoahahahaha....
Meski ada juga kekurangan di konsernya. Dari sisi teknis, tapi ngaruh ke artistik tuh. Kalo mic mati dan suara penyanyi ga kedengeran, jelas mengganggu penonton kan?
Tapi, aku bedain deh. Secara artistik, maksudku dari sisi musiknya, gitu...Konser ini oke deh.
Secara kepanitiaan....ehmmmm...........banyak kurangnya dari oke-nya. Telat, ga banyak info ke penonton, MC bego, de-el-el....Meski oke juga sih, penontonnya penuh...Apakah ini tanda2 kebangkitan musik keroncong? Dunno??? Cuma bisa nunggu gebrakan selanjutnya....mmmm...asal MC-nya bukan yg ini lg deh.
FYI, aku nge-blog disela2 nunggu hasil kiriman mp3 dari Ishak lewat ym. udah ampir sejam teteup ngga kelar-kelar. Ampyuuuunnnnn!!!!!!!
Oke, kali ini cerita baru soal konser yg baru saja aku tonton, which is....jreng-jreng-jreng....KERONCONG!!!!! Hoahahahahaha.....tontonan saya semakin beragam saja...mungkin lama-lama aku bisa bikin postingan soal konser DANGDUT kali ya?? Hmmm....tunggu saja penonton...eh..pembaca. Semoga tidak yah....kecuali aku harus nemenin mbakku survei lapangan ke orkes organ tunggal ato dangdutan gitu.
So, konser keroncong ini berlangsung di suatu malam di hari Rabu tanggal 29Juli 2009, pukul 19.30 (begitulah yang tertulis di program acaranya, walo tak tertulis di tiketnya). Datang ke TBY agak awal, jam 7an gitu. Langsung dapat parkir di deket gerbang, lumayanlah ga perlu jalan jauh. Then, I was surprised by CALO!!!! Waow...ga salah nih. Konser keroncong ada calonya gituh?? Banyak lagi calonya....Sebegitu larisnya-kah? Berhubung sudah punya tiket, beli langsung ke anak yg punya gawe lagi (hehehe), jadi yuk dada bubye Pak Calo!!!!
Masuk ke gedung pertunjukkan dan lgsg ngeloyor ke...kamar mandi. Kebelet pipis plus udah nahan dari tadi. Sekilas udah banyak orang yg ngantre di lobi. Kelar dari antrean di kamar mandi udah jam 7.15 dan pintu belum juga dibuka. wasweswos.....antrean di depan pintu udah ga sabar ni..plus aku udah kejepit di tengah2 manusia2 tak sabaran ini. Ampe jam 7.30 belom dibuka aja...malah yg jaga pintu ngomong kalo pintu baru dibuka jam 8!!!!! Kunyuk ni panitia. Keterlambatan adalah awal dari kegagalan. Penipuan kepada penonton adalah hal yg menjijikkan. Pintu udah dibuka pun tetep ga bisa dibikin cepet. Ternyata, penonton musti ngantre ke meja kecil di balik pintu buat....(tunggu, jangan pingsan ya...)....NYOBEK TIKET!!!!!
HADOHBIYUNG........
Udah dapat tempat duduk dan mas2 disebelahku dg semena2 menggeser kursinya ke barisan depan cuma biar bisa sederet ma temen2nya. Yaoloh mas, udah gedhe gitu...pisah bentar ma temen2nya ga bikin mati kok. (lumayan sebel ma rombongannya soalnya berisik dan pas kita mo tepuk tangan di tengah2 lagu, sok2an aja sat-set-sat-set kayak nonton konser musik klasik...ceilee...ni musik keroncong, nak. Bu Waldjinah aja ngarepin penonton untuk lebih komunikatif dg tepuk tangan. Sok-sok-an kau, nak!)...
Entah jam berapa, acara dimulai dg munculnya para pemain orkes. Yup, ni keroncong kemasan orkes. Trus muncul MC (yg tnyt bego dan useless bgt) yg baca2 banyak hal soal program acara dan ternyata SALAH sodara-sodara!!! MC ini adalah ujung tombak kekacauan konser ini. Beberapa contohnya adalah:
- Dia manggil Singgih Sanjaya sbg konduktor yg harusnya berarti konser udah mau dimulai, pemain bakalan main, penyanyi dah siap menyanyi...TAPI....mendadak MC menghilang ke balik panggung (yg dilakukannya berkali2) terus memanggil ketua panitia or someone important yg tidak kukenal buat ngasih sambutan. Oi!!! Mas Singgih di stage konduktor tuh disuruh nunggu aja?
- Bolak-balik menghilang ke balik panggung buat dikasih pengarahan dadakan dari panitia lain. (ga ikut briefing ya, mas?) Ketahuan makan gaji buta nih.
- Menjelas kilas balik penciptaan lagu Bengawan Solo. Lagu ini menceritakan sungan Bengawan Solo....blablabla.....tiba2 MC ngomong gini, lagu ini diciptakan dg gaya noltagic pasca perang dunia KETIGA (!?!?!?!). Turut berduka cita utk org tua mas MC karena sudah membuang uang utk menyekolahkan anaknya. Tampaknya semua kerja keras mereka mencari uang untuk biaya sekolah sia-sia saja. Bego sekali anda, mas MC.
- Berkali2 menyebutkan kalo keroncong ga menarik dan bikin dia ngantuk. Aren't you supposed to be a part of this show?
- Tidak sopan ke penonton dan musisi dg segala bahasa yg dipakenya.
- Tidak menyebutkan kalo ada perubahan urutan program dan tidak minta maaf ke penonton.
- Pronounciation bahasa einggreis-nya njijiki.
Over all, konsernya bagus kok. Menampilkan sisi lain dari keroncong. Apalagi ada penampilan dari Diva keroncong, Waldjinah. Trus tampil juara bintang radio keroncong. Dan beberapa penampil dari genre musik lain. Penyanyi2 nya sih aku ga kenal (maaf...aku masih penonton pemula untuk musik keroncong.....huhuhuhu.....). Lagu-lagunya masih lagu yg populer ke penonton sih. Secara kemasan musiknya sih keren. Oke deh....oh ya, musisinya pada pake jas dan bawahan pake kain seperti anak muda tempo doeloe, di masa keemasannya keroncong. Lucu juga sih liat cowok2 jalan pelan2 dan agak lompat gara2 kesempitan pake kain. Buatku sih kayak manten tetak alias anak abis disunat. hoahahahaha....
Meski ada juga kekurangan di konsernya. Dari sisi teknis, tapi ngaruh ke artistik tuh. Kalo mic mati dan suara penyanyi ga kedengeran, jelas mengganggu penonton kan?
Tapi, aku bedain deh. Secara artistik, maksudku dari sisi musiknya, gitu...Konser ini oke deh.
Secara kepanitiaan....ehmmmm...........banyak kurangnya dari oke-nya. Telat, ga banyak info ke penonton, MC bego, de-el-el....Meski oke juga sih, penontonnya penuh...Apakah ini tanda2 kebangkitan musik keroncong? Dunno??? Cuma bisa nunggu gebrakan selanjutnya....mmmm...asal MC-nya bukan yg ini lg deh.
Rabu, 29 Juli 2009
Maman
Seperti yg udah aku tulis di postingan awal, blog ini tadinya mau aku pake buat cerita segala keanehan ibuku. Jadi, pastinya ada banyak stok cerita soal keanehan ibuku. Tapi, ampe sekarang aku belum bikin postingan tentang topik ini. Jadi, monggo...berikut ini salah satu ceritanya....
Aku : Bu, aku pengen ngecat tembok kamarku. Ganti warna gitu..
Ibuku : Yo, ganti wae. Emang koe pengen warna opo? (ganti aja. emg pengen ganti warna apa?)
Aku : Mbuh, jih bingung. Mungkin krem wae. ( ga tau, masih bingung. mungkin krem aja.)
Aku : Warnane opo? (warnanya apa?)
Ibuku : Krem tua
Aku melongok ke kaleng cat dan tembok yg udah selesai dicat....dan warnanya adalah PINK sodara-sodara!!!!!
Aku : Bu, aku pengen ngecat tembok kamarku. Ganti warna gitu..
Ibuku : Yo, ganti wae. Emang koe pengen warna opo? (ganti aja. emg pengen ganti warna apa?)
Aku : Mbuh, jih bingung. Mungkin krem wae. ( ga tau, masih bingung. mungkin krem aja.)
Selang beberapa hari, ibuku ngecat tembok kamar belakang. Tau2 aku dipanggil.
Ibuku : Dheeek... kamarmu dicat iki wae. mumpung ana cat turah. (dhek, kamarmu dicat pake warna ini aja. mumpung ada cat sisa.)Aku : Warnane opo? (warnanya apa?)
Ibuku : Krem tua
Aku melongok ke kaleng cat dan tembok yg udah selesai dicat....dan warnanya adalah PINK sodara-sodara!!!!!
HOGAH BANGET DAH!!!!!
Aku paling alergi ama warna PINK!!!!
Aku paling alergi ama warna PINK!!!!
Anak TK ke Empire
Beberapa hari kemaren, temen SD nanya pas chatting-an lewat FB.
Dia (tak usah sebut nama ya) : Oi!
Aku : Oi!!
Dia : Wingi koe nonton ice age to.. (Kemaren kamu nonton ice age kan...)
Aku : Ho-oh. Kok ngerti? ( ho-oh. kok tau?)
Dia : Aku wingi yo nonton (aku kemaren jg nonton)
Aku : Hah..Kok ra ketemu? Koe lingguh neng ndi? ( Hah...kok ga ketemu? kamu duduk dimana?)
Dia : Neng deret N. (di deret N)
Dia (lagi) : Kancamu kok koyo OM-OM?? (temenmu kok kaya OM-OM??)
Kami sudah membahasnya kok dan sudah menemukan jawaban yg lebih tepat. Jadi, kemaren aku nonton ber-enam, 2 cowok dan 4 cewek, dimana cowok2nya bertubuh tinggi subur sementara kita, cewek2nya palingan cuman 150senti aja tingginya. Dan entah kenapa tanpa diatur, kmaren kita jalan tuh baris satu2 kaya anak TK mo wisata gitu. Tanpa dikomando 2 cowok itu jg langsung ambil posisi di depan ama di belakang, kayak ngawal anak TK gitu. Hahahaha....Kita nyadar kok, bukan temenku yg kayak om-om, tapi kita ni cewek2 yg kayak anak TK.
Dia (tak usah sebut nama ya) : Oi!
Aku : Oi!!
Dia : Wingi koe nonton ice age to.. (Kemaren kamu nonton ice age kan...)
Aku : Ho-oh. Kok ngerti? ( ho-oh. kok tau?)
Dia : Aku wingi yo nonton (aku kemaren jg nonton)
Aku : Hah..Kok ra ketemu? Koe lingguh neng ndi? ( Hah...kok ga ketemu? kamu duduk dimana?)
Dia : Neng deret N. (di deret N)
Dia (lagi) : Kancamu kok koyo OM-OM?? (temenmu kok kaya OM-OM??)
Hoahahahahaha.......
Kami sudah membahasnya kok dan sudah menemukan jawaban yg lebih tepat. Jadi, kemaren aku nonton ber-enam, 2 cowok dan 4 cewek, dimana cowok2nya bertubuh tinggi subur sementara kita, cewek2nya palingan cuman 150senti aja tingginya. Dan entah kenapa tanpa diatur, kmaren kita jalan tuh baris satu2 kaya anak TK mo wisata gitu. Tanpa dikomando 2 cowok itu jg langsung ambil posisi di depan ama di belakang, kayak ngawal anak TK gitu. Hahahaha....Kita nyadar kok, bukan temenku yg kayak om-om, tapi kita ni cewek2 yg kayak anak TK.
Selasa, 28 Juli 2009
Dalam Rangka Mencari Penghiburan
So, setelah seharian memerangkap diriku dalam situasi yang tidak menyenangkan di studio musik (nyanyi direkam di studio musik dan dipelototin pelatihmu itu bener2 bikin stress bok!! Apalagi kalo sampe seharian gitu terus. Yang ada suara malah gak bisa keluar, pelatih ngamuk, dan kita tambah stress...PMS setahun ditumpuk jadi satu tetep gak bisa ngalahin stressnya...), aku memutuskan untuk menghibur diri dan melepas stress dengan nonton......jeng-jeng-jeng......Yogyakarta Gamelan Festival!!!(untuk selanjutnya aku singkat jd YGF) Yah...aku tau, buat sebagian besar dari kalian ini adalah pilihan tontonan terakhir. Apalagi buat ngilangin stress. Anak ibukota yg lebih kejam daripada anak ibu tiri pasti udah menolak mentah2 ide ini. Tapi, sekali-kali nonton tontonan dari negeri sendiri gapapa dong. Lagian, menurutku gamelan lebih mencerdaskan anak bangsa daripada musiknya K****N band.
Selain itu, YGF ini udah yang ke-14 kalinya dan aku blom pernah nonton sekalipun. Sayang banget kan, acara internasional di kotaku sendiri tapi aku belum pernah menyempatkan waktu buat nonton. Jadi, ga perlu alasan macem2 lagi buatku untuk nonton.
YGF ini berlangsung selama tiga hari, dan aku menyempatkan untuk nonton setiap hari. Muntah-muntah dah nonton gamelan...hahaha....ga ding.. beberapa tontonan malah bikin aku pengen belajar gamelan lagi...huahahaha...biasa sindrom abis nonton tontonan menarik tuh suka bikin pengen yg aneh2...Karena banyak tontonan, maka aku singkat tontonannya perhari. Monggo.....
Hari pertama..
Festival di hari pertama menghadirkan 5 grup. Dibandingkan 2 hari berikutnya ini jumlah penampil terbanyak. Pertama-tama yg tampil adalah grup dari yayasan Pamulang Beksa Sasmita Mardawa. Sebenarnya ini adalah tempat kursus tari, tapi berusaha menampilkan grup karawitannya. Tetep ada nari2nya sih. Dan karena ada tari-tariannya, penampilan grup ini jadi menarik. Trus tampil Kutiplak nDang Tak yg menampilkan gamelan dari macem2 alat, mulai dari kentongan sampe pipa pralon. Lucu sih...menghibur. Disusul grup orang Amerika, KPH9. Bosan...terlalu monoton dan kelamaan. Trus ana grup band jazz berusaha menggabungkan musik jazz dan gamelan. Engga nge-blend ah..Terlalu dipaksain. Terlalu lama juga. 45menit gitu, padahal grup lain cuma 20-30menit. Ini nih yg bikin aku ga seneng sama musik jazz Indonesia, terlalu memaksakan diri. Semua jenis musik maunya digabungin jd satu. Hasilnya malah ga jelas melodinya yg mana. Terakhir ana grup Stupa. Yang ini mendingan. Gamelan digabung dg pop trus pake biolajg. Rame, tapi masih terlacak melodi utamanya. Pertunjukan ditutup dg kolaborasi semua grup. Konsepnya seperti jam session gitu.
Hari kedua..
Ada 4 grup hari ini. Dibuka dengan grup Gita Rarya yg ternyata adalah grup gamelan dari gerejaku gitu...Stt..ada romo senior dari gerejaku yang mengawal rombongan. Haduh romo, maaf saya umat yg murtad...sudah berapa bulan yah, saya menghindari misa di gereja saya sendiri. Halah...kembali ke cerita awal aja deh. Kelompok ini adalah kelompok anak2 yang memainkan lagu2 dolanan anak denga koreografi sederhana. Menghibur...Lalu disambung kelompok Kito Siopo, kolaborasi orang Amrik dan Jepang. Maaf, sodara...aku ga dong!! Komposisinya engga nglaras ah. Lanjut ke grup berikutnya, Alex Grillo and friends. Yang ini mantep dah. Orang Prancis ini bisa bikin komposisi gamela yg menarik, bisa dipahami, ga ngebosenin, dan nglaras...Bravo monsieur...Terakhir ada grup gamelan dari Tolitoli, Sulawesi Tengah. Wuah macem2 nih..mulai dari panggilan nelayan pake kerang yg gedhe itu, trus pantun pergaulan, ampe gamelan buat cari jodoh ditampilkan. Asyik!Asyik!. Diakhiri dg kolaborasi semua grup lagi.
Hari ketiga..
Ada 3 grup di hari terkhir ini. Semakin hari kok semakin sedikit. Hmm..berarti semakin lama nih durasi tampilan tiap grup..Diawali grup Youngsters Gamela 16, yg digawangi olah kru YGF. Heboh..dah...ni orang-orang ga ada capeknya deh. Mulai dari angkut2 gamelan sampe maen buat banyak grup dilakoni. Bener2 idupnya di atas panggung. Dilanjutkan dengan penampilan dari Rene Lysloff and friends. (maaf, aku lupa nama teman kolaborasinya). Bertiga, mereka terlihat sangat menikmati musiknya. Cuma masalahnya adalah...aku ga dong!!! Mereka memainkan gamelan yg udah direkam di laptopnya dan menambah efek2 suara...Pusing!!! Gamela mah dipukul aja...direkam-rekam gitu malah ga keluar efek magisnya. Alhasil malah kaya nonton orang yg maen gamelan lewat laptopnya ampe kesurupan. Tak suka aku...YGF ditutp dengan penampilan dari Kabud Hitam, kelompok perkusi dari Madura. Ruame poll!!! Apalagi kru meluapkan emosi jiwanya dgn mengajak penonton nari2 ke depan panggung. Tak ada dangdunt, gamelan pun jadi..Hahahaha.......
Dan demikianlah seluruh rangkaian acara YGF 14 ini. Sebenarnya, YGF kali ini masih dalam suasana berkabung karena penggagas utama festival ini, Sapto Rahrjo udah ga bisa hadir mendukung acara...Yah...it's sad, but the show must go on. Kalo ada keraguan dari panitia masalah keberlangsungan festival ini, sebaiknya dipikirkan bahwa selama tiga hari berlangsung, gedung pertunjukkan selalu penuh. Menarik penonton itu sulit lho...Nah, ini udah bisa dapat penonton setia. Jadi, jangan sampe deh ga ada YGF ke-15, 16, 17, dst....
Selain itu, YGF ini udah yang ke-14 kalinya dan aku blom pernah nonton sekalipun. Sayang banget kan, acara internasional di kotaku sendiri tapi aku belum pernah menyempatkan waktu buat nonton. Jadi, ga perlu alasan macem2 lagi buatku untuk nonton.
YGF ini berlangsung selama tiga hari, dan aku menyempatkan untuk nonton setiap hari. Muntah-muntah dah nonton gamelan...hahaha....ga ding.. beberapa tontonan malah bikin aku pengen belajar gamelan lagi...huahahaha...biasa sindrom abis nonton tontonan menarik tuh suka bikin pengen yg aneh2...Karena banyak tontonan, maka aku singkat tontonannya perhari. Monggo.....
Hari pertama..
Festival di hari pertama menghadirkan 5 grup. Dibandingkan 2 hari berikutnya ini jumlah penampil terbanyak. Pertama-tama yg tampil adalah grup dari yayasan Pamulang Beksa Sasmita Mardawa. Sebenarnya ini adalah tempat kursus tari, tapi berusaha menampilkan grup karawitannya. Tetep ada nari2nya sih. Dan karena ada tari-tariannya, penampilan grup ini jadi menarik. Trus tampil Kutiplak nDang Tak yg menampilkan gamelan dari macem2 alat, mulai dari kentongan sampe pipa pralon. Lucu sih...menghibur. Disusul grup orang Amerika, KPH9. Bosan...terlalu monoton dan kelamaan. Trus ana grup band jazz berusaha menggabungkan musik jazz dan gamelan. Engga nge-blend ah..Terlalu dipaksain. Terlalu lama juga. 45menit gitu, padahal grup lain cuma 20-30menit. Ini nih yg bikin aku ga seneng sama musik jazz Indonesia, terlalu memaksakan diri. Semua jenis musik maunya digabungin jd satu. Hasilnya malah ga jelas melodinya yg mana. Terakhir ana grup Stupa. Yang ini mendingan. Gamelan digabung dg pop trus pake biolajg. Rame, tapi masih terlacak melodi utamanya. Pertunjukan ditutup dg kolaborasi semua grup. Konsepnya seperti jam session gitu.
Hari kedua..
Ada 4 grup hari ini. Dibuka dengan grup Gita Rarya yg ternyata adalah grup gamelan dari gerejaku gitu...Stt..ada romo senior dari gerejaku yang mengawal rombongan. Haduh romo, maaf saya umat yg murtad...sudah berapa bulan yah, saya menghindari misa di gereja saya sendiri. Halah...kembali ke cerita awal aja deh. Kelompok ini adalah kelompok anak2 yang memainkan lagu2 dolanan anak denga koreografi sederhana. Menghibur...Lalu disambung kelompok Kito Siopo, kolaborasi orang Amrik dan Jepang. Maaf, sodara...aku ga dong!! Komposisinya engga nglaras ah. Lanjut ke grup berikutnya, Alex Grillo and friends. Yang ini mantep dah. Orang Prancis ini bisa bikin komposisi gamela yg menarik, bisa dipahami, ga ngebosenin, dan nglaras...Bravo monsieur...Terakhir ada grup gamelan dari Tolitoli, Sulawesi Tengah. Wuah macem2 nih..mulai dari panggilan nelayan pake kerang yg gedhe itu, trus pantun pergaulan, ampe gamelan buat cari jodoh ditampilkan. Asyik!Asyik!. Diakhiri dg kolaborasi semua grup lagi.
Hari ketiga..
Ada 3 grup di hari terkhir ini. Semakin hari kok semakin sedikit. Hmm..berarti semakin lama nih durasi tampilan tiap grup..Diawali grup Youngsters Gamela 16, yg digawangi olah kru YGF. Heboh..dah...ni orang-orang ga ada capeknya deh. Mulai dari angkut2 gamelan sampe maen buat banyak grup dilakoni. Bener2 idupnya di atas panggung. Dilanjutkan dengan penampilan dari Rene Lysloff and friends. (maaf, aku lupa nama teman kolaborasinya). Bertiga, mereka terlihat sangat menikmati musiknya. Cuma masalahnya adalah...aku ga dong!!! Mereka memainkan gamelan yg udah direkam di laptopnya dan menambah efek2 suara...Pusing!!! Gamela mah dipukul aja...direkam-rekam gitu malah ga keluar efek magisnya. Alhasil malah kaya nonton orang yg maen gamelan lewat laptopnya ampe kesurupan. Tak suka aku...YGF ditutp dengan penampilan dari Kabud Hitam, kelompok perkusi dari Madura. Ruame poll!!! Apalagi kru meluapkan emosi jiwanya dgn mengajak penonton nari2 ke depan panggung. Tak ada dangdunt, gamelan pun jadi..Hahahaha.......
Dan demikianlah seluruh rangkaian acara YGF 14 ini. Sebenarnya, YGF kali ini masih dalam suasana berkabung karena penggagas utama festival ini, Sapto Rahrjo udah ga bisa hadir mendukung acara...Yah...it's sad, but the show must go on. Kalo ada keraguan dari panitia masalah keberlangsungan festival ini, sebaiknya dipikirkan bahwa selama tiga hari berlangsung, gedung pertunjukkan selalu penuh. Menarik penonton itu sulit lho...Nah, ini udah bisa dapat penonton setia. Jadi, jangan sampe deh ga ada YGF ke-15, 16, 17, dst....
Sabtu, 18 Juli 2009
"Teman Lama" Kita
Dear "old friend",
We never knew that you were about to come.......
We didn't notice that you were in town...........
It's been a while we didn't see you........
But,
It is always painful for us to see you again.......and
We never miss you.....
I really hope it will be your last visit here............
My deep condolences for the victims of JW Marriot-Ritz Charlton bomb tragedy.
We never knew that you were about to come.......
We didn't notice that you were in town...........
It's been a while we didn't see you........
But,
It is always painful for us to see you again.......and
We never miss you.....
I really hope it will be your last visit here............
My deep condolences for the victims of JW Marriot-Ritz Charlton bomb tragedy.
Kamis, 16 Juli 2009
Mellow-mellow berhadiah
Aahh...hari ini masih males crita2..Gara2 yg kemaren jadi bete seharian.
Pokok'e
ME + MICROPHONE + RECORDING STUDIO
=
BIG DISASTER
Sudahlah...mau cari penghiburan dulu...
Pokok'e
ME + MICROPHONE + RECORDING STUDIO
=
BIG DISASTER
Sudahlah...mau cari penghiburan dulu...
Rabu, 15 Juli 2009
Arghhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!
Aku benci hari ini!!!!!!!!!!!!!!!!!
Grrrrrrrrrrrrrrr..............................*taring udah keluar semua*
Dah, ah.
I don't want to talk about it.
End of story.
Grrrrrrrrrrrrrrr..............................*taring udah keluar semua*
Dah, ah.
I don't want to talk about it.
End of story.
Selasa, 14 Juli 2009
Membeku Berhadiah Idung Ngilu
Jogja dingin oi!!!!
Saking dinginnya, aku bisa ngabisin waktu 45 menit di kamar hari. Yang lima belas menit buat mandi dan yang setengah jam buat bengong di kamar mandi dan mikir panjang lebar kali tinggi mo jadi mandi-ga-mandi-ga-mandi-ga-mandi....Gitu terus ampe anjingku garuk-garuk pintu kamar mandi. Ga ngapa-ngapain sih. Cuman garuk-garuk aja gitu. hehehe......
Walo udah pake selimut dua lapis, tetep aja kalo subuh kebangun. Jam 4 itu pucak-puncaknya dingin nyah!!! Idungku sampe senut-senut gitu. Untung aja ga sampe mimisan. Ga seru aja kalo aku kebangun jam empat pagi dengan idung moncrot-moncrot darah gitu...Tar aku harus nyuci sprei, sarung bantal, guling, dan selimut komplet lagi. Haiyahh!!!! Jangan ingatkan aku akan cucian!!!!
Udara dingin ni emang bikin males (alasan aja!!!). Males bangun, males mandi, males nyuci ampe baju kotor bertumpuk-tumpuk, males apa lagi yah?? Males cuci piring (emang dasarnya ga mau nyuci piring sih).
Secara aku adalah makhluk yang lahir dan idup di daerah tropis, jelas aku lebih suka iklim yg anget-anget gitu. Dingin bikin aku ga bisa mikir!!!!! Kemaren aku sempat molor dari jam setengah tujuh sore ampe jam enam pagi!!!!!! Buset ga tuh. Ampir duabelas jam dah aku molor. Dan pas bangun aku lgsg dg paniknya nyalain laptop dan siap-siap buat online. Lagi nyadar pas mbakku bilang, "Ni kan lagi jam enam. Ngapain udah online?" Udah gitu aku langsung ngeloyor balik lagi ke kamar buat.....molor lagi!!!!! Hiyaa.....duabelas jam lebih dah aku molornya.....Pemalas cari alasan nih.
Sudahlah...Aku berharap cuaca jd lebih anget. Demi kebaikan idungku nih...
Harus cepet pergi...Anjing2ku tarung lagi...Sepertinya badai testosteron masih melanda anjing2ku....
Ciao!!!!
Saking dinginnya, aku bisa ngabisin waktu 45 menit di kamar hari. Yang lima belas menit buat mandi dan yang setengah jam buat bengong di kamar mandi dan mikir panjang lebar kali tinggi mo jadi mandi-ga-mandi-ga-mandi-ga-mandi....Gitu terus ampe anjingku garuk-garuk pintu kamar mandi. Ga ngapa-ngapain sih. Cuman garuk-garuk aja gitu. hehehe......
Walo udah pake selimut dua lapis, tetep aja kalo subuh kebangun. Jam 4 itu pucak-puncaknya dingin nyah!!! Idungku sampe senut-senut gitu. Untung aja ga sampe mimisan. Ga seru aja kalo aku kebangun jam empat pagi dengan idung moncrot-moncrot darah gitu...Tar aku harus nyuci sprei, sarung bantal, guling, dan selimut komplet lagi. Haiyahh!!!! Jangan ingatkan aku akan cucian!!!!
Udara dingin ni emang bikin males (alasan aja!!!). Males bangun, males mandi, males nyuci ampe baju kotor bertumpuk-tumpuk, males apa lagi yah?? Males cuci piring (emang dasarnya ga mau nyuci piring sih).
Secara aku adalah makhluk yang lahir dan idup di daerah tropis, jelas aku lebih suka iklim yg anget-anget gitu. Dingin bikin aku ga bisa mikir!!!!! Kemaren aku sempat molor dari jam setengah tujuh sore ampe jam enam pagi!!!!!! Buset ga tuh. Ampir duabelas jam dah aku molor. Dan pas bangun aku lgsg dg paniknya nyalain laptop dan siap-siap buat online. Lagi nyadar pas mbakku bilang, "Ni kan lagi jam enam. Ngapain udah online?" Udah gitu aku langsung ngeloyor balik lagi ke kamar buat.....molor lagi!!!!! Hiyaa.....duabelas jam lebih dah aku molornya.....Pemalas cari alasan nih.
Sudahlah...Aku berharap cuaca jd lebih anget. Demi kebaikan idungku nih...
Harus cepet pergi...Anjing2ku tarung lagi...Sepertinya badai testosteron masih melanda anjing2ku....
Ciao!!!!
Kebahagiaan dari nonton TV
Aku suka iklannya Gudang Garam!!!!
Aku suka!!!!Aku suka!!!!!
Soalnya.......
Bintang iklannya the one and only OKA ANTARA
uhui...aku bahagia deh!!!!
Apalagi,.......
ni iklan sering wara-wiri di TV.
Huahahahahahahahahaha......
aku bahagia!!!!!!!!
Aku suka!!!!Aku suka!!!!!
Soalnya.......
Bintang iklannya the one and only OKA ANTARA
uhui...aku bahagia deh!!!!
Apalagi,.......
ni iklan sering wara-wiri di TV.
Huahahahahahahahahaha......
aku bahagia!!!!!!!!
Minggu, 12 Juli 2009
Halang Rintang di Malam Minggu
Halluuuu!!!! How's your weekend??
Kalo udah mulai kerja gini...hari libur jadi bener-bener berharga deh..Apalagi kalo kayak aku gini yang seminggu cuma libur sehari....Jadi, pas kemaren Jumat temen2ku ngajakin jalan2 di malam minggu, langsung ngga perlu mikir lama-lama, aku langsung setujuuu!!!! Huahh....malem mingguan bareng anak2 Kater pasti seru. Bisa jalan2 sambil nggosip, heboh2an sendiri, ngomentari kegilaan dunia sekitar, de-el-el, de-es-be-lah.
Janjian awal, kita mo jalan2 siang jam 2 gitu. Dengan penuh kerelaan aku berniat ngebut jobku hari itu biar bisa ikutan (apa aja rela kulakukan asal bisa jalan-jalan. oh soo sweet banget aku di hari itu). Tapi, sampe jam satu kok ga ada kabar mo janjian ketemu dimana. Haduh..haduh...jadi ga nih jalan-jalannya. Sampe sore dan jobku udah selesai tetep gak ada kabar jadinya gimana rencana jalan-jalan ini.
Akhirnya sore gitu ada sms masuk. Mia nih..Cuma bilang, jadinya jalan-jalannya jam enam. Padahal....sms datang pada jam lima lebih duapuluh menit!!! Hiyaa!!!! Rumahku paling ujung selatan pula. Dan lebih parah lagi, tak ada motor di tumah. Gimana aku bisa perginya????
Untungnya, beberapa menit kemudian mbakku pulang. Aku yang udah siap dandan rapih dengan asumsi bahwa kita mau jalan ke mall ato ke pertokoan lgsg menyongsongnya dg bahagia. Sayangnya, mbakku nih mo pergi cari makan. Duh!!!! Rencana kok banyak banget ganjelannya yah...??? Dengan sedikit berjuang, aku sogok mbakku dengaan seporsi capcay, mie rebus dan mie goreng (ini sogokan ato apa ya?? Banyak bener mintanya...). Tapi, gapapa deh. Daripada ga bisa jalan-jalan, mendingan sedikit berkorban kan. Langsung cabut ke warung langganan buat beliin pesenan. Sampe sana, ngantre nyah!!! Belasan pula. Alamak!!!! Mau jalan-jalan di malam minggu bareng anak-anak kok harus main halang rintang gini sih...Sabar...sabar....
Kelar beliin capcay, udah jam tujuh lebih gitu, langsung cabut ke rumah Mia. Di jalan ada sms masuk. Mbem. "Nyah, kita mau ke awul-awul di suryowijayan lho." Yang notabene ada di deket rumahku dan aku udah sepertiga jalan ke rumah Mia. Balik arah deh...Di jalan mampir dulu, ah...Pengen roti bakar keju nih. Dingin-dingin gini enak kalo makan roti bakar yang anget-anget.
Karena di daerah Suryowijayan banyak toko awul-awul, aku milih nunggu info lebih lanjut mereka ke awul-awul yg mana. Sambil nunggu mendingan aku pulang aja, makan. Sms udah dateng, langsung aku meluncur ke toko yg dimaksud. Sedikit info, awul-awul itu adalah toko baju bekas impor. Ini adalah salah satu trend aneh dari temen-temenku, membeli baju2 bekas impor yg bermerk dg harga semurah-murahnya. Di saat-saat tertentu, mereka bisa beli baju se-tas kresek dg harga sepuluh ribu. Sungguh harga yg menggiurkan memang.
Ini merupakan kunjungan pertamaku ke awul-awul. Ga terlalu berharap dapat baju sih. Secara ibuku bisa jahit, jd bisa menekan biaya pembuatan baju. Tapi, lumayanlah jalan-jalan. Secara aku pake rok dan kaus yang termasuk oke, musti ganti baju dulu nih...Ga mungkin banget ngawul-awul pake rok keren kan..?
Sampe sana, baju-bajunya emang oke-oke. Bermerk pula. Tapi, begitu tanya harganya, bok....muahall!!!Mia dapat jacket Converse asli yg masih dalam kondisi prima. Dah niat mo beli tuh. Begitu nanya ke mbaknya yg jaga toko, ternyata harganya 125ribu sodar-sodara!!!!! Aje gile!!! Jacket bekas harganya segitu??? Walopun barang bermerk, tetep aja barang bekas nyah!!!! Harga segitu bisa dapat jacket baru kan?? Paling cuman nambah berapa gitu.
Ya sudah, akhirnya kunjungan kami ke awul-awul diakhiri dengan....makan roti bakar kejuuuu!!!!! Yup, roti bakarku menyelamatkan kami dari kekecewaan mendalam...hehehe
Abis makan roti bakar, pada masih lapar ternyata. Pengen makan. Dan tempat makan terdekat adalah warung mie tempat aku beliin pesenannya mbakku tadi..T_T..Ibunya yang jual ampe bingung liat aku balik lg. Dan kami harus mengantri..17 pesanan!!! Huhuhuhuhu...lama...Ya wes...kami menghabiskan waktu datangnya mie pesanan dengan mengobrol dan menggosip. Meski sebagian besar isi obrolan malam itu lumayan bermutu (soal swine flu vs flu burung, AIDS, kesehatan masyarakat, dll), tetep aja ada porsi buat menghujat musik Indonesia masa kini..hahahahaha.....Kita beneran bisa kejam kalo soal selera musik.
Setelah menunggu setengah jam, akhirnya pesanan datang dan langsung dilahap. Singkat kata, malem mingguku diakhiri di tempat yg sama, warung mie Bu Giyo di Pojok Beteng Kulon. (hahahahaha...seru ga sih malem mingguanku??Sepi gitu, isinya cuma ngegosip ga jelas. Hahahaha....Tapi, saya senang sodara!!!!
Kalo udah mulai kerja gini...hari libur jadi bener-bener berharga deh..Apalagi kalo kayak aku gini yang seminggu cuma libur sehari....Jadi, pas kemaren Jumat temen2ku ngajakin jalan2 di malam minggu, langsung ngga perlu mikir lama-lama, aku langsung setujuuu!!!! Huahh....malem mingguan bareng anak2 Kater pasti seru. Bisa jalan2 sambil nggosip, heboh2an sendiri, ngomentari kegilaan dunia sekitar, de-el-el, de-es-be-lah.
Janjian awal, kita mo jalan2 siang jam 2 gitu. Dengan penuh kerelaan aku berniat ngebut jobku hari itu biar bisa ikutan (apa aja rela kulakukan asal bisa jalan-jalan. oh soo sweet banget aku di hari itu). Tapi, sampe jam satu kok ga ada kabar mo janjian ketemu dimana. Haduh..haduh...jadi ga nih jalan-jalannya. Sampe sore dan jobku udah selesai tetep gak ada kabar jadinya gimana rencana jalan-jalan ini.
Akhirnya sore gitu ada sms masuk. Mia nih..Cuma bilang, jadinya jalan-jalannya jam enam. Padahal....sms datang pada jam lima lebih duapuluh menit!!! Hiyaa!!!! Rumahku paling ujung selatan pula. Dan lebih parah lagi, tak ada motor di tumah. Gimana aku bisa perginya????
Untungnya, beberapa menit kemudian mbakku pulang. Aku yang udah siap dandan rapih dengan asumsi bahwa kita mau jalan ke mall ato ke pertokoan lgsg menyongsongnya dg bahagia. Sayangnya, mbakku nih mo pergi cari makan. Duh!!!! Rencana kok banyak banget ganjelannya yah...??? Dengan sedikit berjuang, aku sogok mbakku dengaan seporsi capcay, mie rebus dan mie goreng (ini sogokan ato apa ya?? Banyak bener mintanya...). Tapi, gapapa deh. Daripada ga bisa jalan-jalan, mendingan sedikit berkorban kan. Langsung cabut ke warung langganan buat beliin pesenan. Sampe sana, ngantre nyah!!! Belasan pula. Alamak!!!! Mau jalan-jalan di malam minggu bareng anak-anak kok harus main halang rintang gini sih...Sabar...sabar....
Kelar beliin capcay, udah jam tujuh lebih gitu, langsung cabut ke rumah Mia. Di jalan ada sms masuk. Mbem. "Nyah, kita mau ke awul-awul di suryowijayan lho." Yang notabene ada di deket rumahku dan aku udah sepertiga jalan ke rumah Mia. Balik arah deh...Di jalan mampir dulu, ah...Pengen roti bakar keju nih. Dingin-dingin gini enak kalo makan roti bakar yang anget-anget.
Karena di daerah Suryowijayan banyak toko awul-awul, aku milih nunggu info lebih lanjut mereka ke awul-awul yg mana. Sambil nunggu mendingan aku pulang aja, makan. Sms udah dateng, langsung aku meluncur ke toko yg dimaksud. Sedikit info, awul-awul itu adalah toko baju bekas impor. Ini adalah salah satu trend aneh dari temen-temenku, membeli baju2 bekas impor yg bermerk dg harga semurah-murahnya. Di saat-saat tertentu, mereka bisa beli baju se-tas kresek dg harga sepuluh ribu. Sungguh harga yg menggiurkan memang.
Ini merupakan kunjungan pertamaku ke awul-awul. Ga terlalu berharap dapat baju sih. Secara ibuku bisa jahit, jd bisa menekan biaya pembuatan baju. Tapi, lumayanlah jalan-jalan. Secara aku pake rok dan kaus yang termasuk oke, musti ganti baju dulu nih...Ga mungkin banget ngawul-awul pake rok keren kan..?
Sampe sana, baju-bajunya emang oke-oke. Bermerk pula. Tapi, begitu tanya harganya, bok....muahall!!!Mia dapat jacket Converse asli yg masih dalam kondisi prima. Dah niat mo beli tuh. Begitu nanya ke mbaknya yg jaga toko, ternyata harganya 125ribu sodar-sodara!!!!! Aje gile!!! Jacket bekas harganya segitu??? Walopun barang bermerk, tetep aja barang bekas nyah!!!! Harga segitu bisa dapat jacket baru kan?? Paling cuman nambah berapa gitu.
Ya sudah, akhirnya kunjungan kami ke awul-awul diakhiri dengan....makan roti bakar kejuuuu!!!!! Yup, roti bakarku menyelamatkan kami dari kekecewaan mendalam...hehehe
Abis makan roti bakar, pada masih lapar ternyata. Pengen makan. Dan tempat makan terdekat adalah warung mie tempat aku beliin pesenannya mbakku tadi..T_T..Ibunya yang jual ampe bingung liat aku balik lg. Dan kami harus mengantri..17 pesanan!!! Huhuhuhuhu...lama...Ya wes...kami menghabiskan waktu datangnya mie pesanan dengan mengobrol dan menggosip. Meski sebagian besar isi obrolan malam itu lumayan bermutu (soal swine flu vs flu burung, AIDS, kesehatan masyarakat, dll), tetep aja ada porsi buat menghujat musik Indonesia masa kini..hahahahaha.....Kita beneran bisa kejam kalo soal selera musik.
Setelah menunggu setengah jam, akhirnya pesanan datang dan langsung dilahap. Singkat kata, malem mingguku diakhiri di tempat yg sama, warung mie Bu Giyo di Pojok Beteng Kulon. (hahahahaha...seru ga sih malem mingguanku??Sepi gitu, isinya cuma ngegosip ga jelas. Hahahaha....Tapi, saya senang sodara!!!!
Langganan:
Komentar (Atom)