Sudahkah aku cerita kalo simbahku tinggal di rumahku? Well, kalo belum sekarang aku bilang yah. heheheh.... Simbahku ini tinggal satu2 nenekku yg masih hidup. Kakek-nenek dari pihak bapakku udah meninggal, demikian juga kakek dari ibuku. Jadi, simbahku ini ibunya ibuku. Udah tua banget deh beliau ini. Walo umur pasti ga ketauan. Pokoknya sekitar 80an akhir ato 90an gitulah. Sebenernya simbahku ini punya rumah sendiri dan tinggalnya sama budheku dan anak2 budheku. Kenapa sampe pindah ke rumahku? Singkat kata, budheku ogah ngurusin simbahku yg sudah mulai sakit2an dan ga bisa jalan ini. Ngomongnya sih enak didenger, tapi kenyataannya nol besar. Tetep aja ibuku yg ngurusin. Daripada ibuku capek bolak-balik ke rumah simbahku mending simbahku diajak pindah ke rumah aja.
Simbahku ini, yah seperti manula pada umumnya, sikapnya berubah jadi seperti anak kecil. Banyak maunya, rewelnya, DAN....suka nyuruh2 ibuku. Kalo biasanya aku yg suka marah2 gara2 disuruh2 sama ibuku, kali ini ibuku yg eyel-eyelan sama simbahku. (huekekekekeke...) Ini jd mengingatkanku kalo ibuku juga punya posisi jadi anak. Saat berhadapan dg simbahku, ibuku ada di posisi yg sama denganku saat berhadapan dengannya. Dan aku jadi sadar kalo suatu saat di masa depan, aku akan ada di posisi ibuku dan menghadapi masalah yg sama dengan anakku. Yikes!!! Jujur, ada banyak masalah tak terselesaikan antara aku dan ibuku. Ada banyak persamaan sifat antara aku dan ibuku yg justru menyebabkan kami sering sekali ribut dan berdebat. Di mataku banyak kesalahan ibuku yg membuatku takut untuk melangkah ke suatu hubungan. Ketakutanku ini lebih didasarkan pada ketakutan akan mengulangi kesalahan yg sama. Berdasarkan pada apa yg kurasakan saat jadi anak, tentu aku ga ingin anakku besok mengalami hal yg sama seperti yg kurasakan. Jadi, sampai sekarang, sampai aku bisa menyakinkan diriku sendiri bahwa aku sudah belajar dan tidak akan mengulangi kesalahan2 ibuku, aku belum akan mengambil langkah ke depan. Mungkin keputusanku ini keputusan seorang pengecut, tapi aku tidak ingin menyeret orang lain ke dalam pemikiran dan hidupku yg masih sangat labil dan selalu berubah-ubah. Satu langkah yg salah bisa menghancurkan hidup orang lain dan jelas aku ga mau ada dalam posisi tersebut.
Eh kok tumben rada waras. Kerasukan apa bu? Ihikhiikhik.
BalasHapus