Rabu, 25 Juli 2012

The Third

Karena komitmen saya yang agak kurang terjaga plus saya orangnya agak gampang bosenan jadi suka gonta-ganti buku buat dibaca dan akhirnya rada lupa ini buku ke berapa yang saya baca. hehehe.. Oke, ga penting juga sih urutan ke berapa.
Sedikit berbagi latar belakang keluarga. Dari sisi bapak, simbah saya ada seorang guru. Bahkan kepala sekolah kalo saya ndak salah ingat. Dan seperti keluarga guru lainnya, profesi ini pun menurun dari generasi ke generasi berikutnya. Meski bapak-ibu saya bukan guru, tapi budhe dan bulik saya ada yang jadi guru. Begitupun dengan generasi saya dan sepupu2. Beberapa orang jadi guru. Bahkan kakak tertua saya juga guru, kakak nomer dua jadi dosen. Cuma saya yang males jadi ngajar, jadinya cuman mentok jadi guru les aja. hehehe...
Apa hubungannya cerita soal profesi turun-temurun di keluarga saya dengan buku ketiga? Kalau ikut situs jejaring sosial, pasti pernah tau soal program sosial yang menantang kaum muda Indonesia yang satu ini. Dicetuskan oleh seorang tokoh muda, gagasan brilian ini saya akui amat sangat menggelitik siapapun kaum muda yang punya mimpi akan Indonesia yang lebih baik. Indonesia Mengajar mungkin terdengar biasa, tapi gerakan ini saya rasa sudah menanamkan impian akan masa depan generasi muda Indonesi yang berani bermimpi dan berjuang melawan keterbatasan. Buku ketiga yang saya baca adalah catatan dari angkatan pertama Pengajar Muda dari Indonesia Mengajar.
Tiap pengajar muda berbagi catatan pendek yang merangkum pengalaman 1 tahun mengajar di pelosok Indonesia. Sangat tidak cukup untuk menceritakan suka duka yang mereka rasakan, berpisah selama 1 tahun dari keluarga dan kenyamanan hidup di kota. Harus tinggal di desa yang mungkin nama desanya saja belum pernah mereka dengar. Harus berbaur dengan masyarakat yang bahasanya saja sudah pasti berbeda. Harus mengajar anak-anak yang kemungkinan besar tidak terlalu peduli dengan pelajaran di kelas.
Saya ga bisa membayangkan terlempar jauh dari segala kenyamanan selama 1 tahun dan masih harus membantu orang lain. Selama ini sih pengalaman yang bisa saya banggakan cuma pengalaman kkn 2 bulan di ujung Jember sono. Terdampar di komunitas orang Madura, tapi masih di pulau Jawa juga sih. Sama sekali ga ngerti budaya orang Madura, apalagi bisa ngerti bahasa Madura, tapi masih bisa telpon rumah kapan aja. Harus mengajar baca tulis untuk bapak2, tapi masih gampang cari bahan ajar dan bapak2nya niat belajar. Harus jalan jauh dan melewati jalan makadam yg sukses bikin gundul ban motor (plus malam2 harus lewat kuburan yg ada di hampir tiap perempatan), tapi masih ada listrik buat nerangin jalan. Yes, it was difficult. Tapi 2 bulan dibandingin 1 tahun?? Gak ada apa-apa-nya sama sekali.
Dengan jajaran Pengajar Muda yang lulusan berbagai universitas terbaik di negeri ini. Dengan embel-embel lulusan terbaik. Dengan pengalaman kerja, bahkan pengalaman mendapatkan beasiswa dari luar negeri. Puluhan generasi muda terbaik mendedikasikan 1 tahun untuk mengajar anak-anak yang tidak cukup beruntung untuk mendapatkan guru di sekolah mereka.
Jadi, buku ini berisi catatan pendek dari tiap2 pengajar muda. Cerita kesan-kesan mereka selama setahun mengajar di desa-desa pelosok Indonesia. Pastinya ada cerita tentang kagoknya anak kota masuk ke desa (pelosok pula). Kisah-kisah kebahagiaan mereka mengajar anak-anak dengan diselingi rasa pilu menghadapi kenyataan betapa kurangnya tenaga pengajar di negeri ini.
Satu tahun itu memang masa yang pendek. Tapi kalau Anda disuruh menghabiskan waktu 1 tahun untuk mengajar anak-anak SD di pelosok yang belum terjangkau listrik dan sinyal HP, apa Anda mau? Jadi, angkat topi dah buat semua "Pengajar Muda". :)

Minggu, 08 Juli 2012

Tikeeetttt!!!!!

Kalo di Alkitab ada sabda Tuhan, "Mintalah dan kau akan diberi" (well, ga persis gitu sih, tapi intinya begitu) dan untuk tiket ini udah ga minta lagi tapi udah bisa dikategorikan jejeritan buat dapet tiketnya. becanda ding :D
Dan akhirnya sodara-sodara,
I got the ticket.
Wooohooooo!!!! Yayy!!!


Selasa, 19 Juni 2012

Buku Kedua, Here It Comes....

Jadi, emang telat banget baru posting sekarang. Tapi, bacanya udah dari kemarin-kemarin sih. hehe...
Oke, buku kedua yang kubaca adalah The Little Prince atau judul aslinya "Petit Prince".
Iyuuuppp... ini novel Prancis yang oke, ngaku deh, harusnya yang saya baca itu versi bahasa aslinya. Dan harusnya bacanya bertahun-tahun yang lalu. Tapi berhubung punyanya cuma yang versi terjemahan bahasa Enggreis jadi yo weslah itu sajalah yang dibaca.
Pengarang buku ini punya ciri khas yang cukup kuat, yaitu *jeng-jeng* selalu menyelipkan cerita soal penerbangan dalam novel-novelnya. Entah ceritanya bersetting di pesawat dalam suatu penerbangan atau tokoh utamanya adalah pilot. Selalu saja ada cuplikan-cuplikan colongan tentang pilot dan penerbangan di novel-novelnya. Well, memang pengarangnya seorang pilot yang bahkan hilang dalam penerbangan terakhirnya.
Langsung ke Petit Prince-nya saja. Ceritanya tentang apa? Well, seperti kebanyakan novel-novel Prancis di abad 20, novel ini ceritanya jelas tapi maksudnya absurd. *iki apa toh maksud-e??* Jadi gini, kalau dibaca itu bisa tau ini ceritanya begini-begini, endingnya gini TAPI ceritanya ga masuk di akal. Masih mendingan sih baca Petit Prince karena ada segambreng novel-novel Prancis lainnya yang lebih bikin puyeng.
Oke, langsung ke ceritanya. Petit Prince ini tentang seorang pangeran kecil. Dari luar angkasa. UFO? yup, he is. Nope, he's not green. And he doesn't two small antennas on his head. Tokoh utama dari novel ini adalah seorang pilot (see, told you) yang pesawatnya rusak dan jatuh di tengah-tengah gurun pasir. Dan dia sendirian. Sendiri. Di tengah-tengah padang pasir. Kayanya udah tinggal nunggu persediaan air habis trus bablas deh. Kalo nurutin akal sehat, ga bakalan bisa selamat keluar dari gurun pasir. Dan ga bakalan ketemu orang juga. Ceritanya mulai ga masuk akal karena di suatu pagi, si pilot ini dibangunkan dari tidurnya oleh seorang anak kecil. Dan anak kecil ini seorang pangeran. Dari planet lain. Yang luasnya cuma seuprit. Datang ke bumi mencari pagar untuk pohon bunganya. Mulai dari sini, novel ini bercerita soal planet si pangeran, kisah perjalanannya menuju bumi, planet-planet aneh beserta penghuninya yang tak kalah aneh sepanjang perjalanannya menuju bumi, juga pengalamannya bertemu binatang dan tumbuhan bumi.
Semua kisahnya memang aneh dan ga masuk di akal, tapi cerita si pilot di awal novel cukup mengesan. Di masa kecilnya, si pilot berpikir dan bertingkah sebagaimana normalnya anak kecil, sibuk dengan imajinasinya sendiri; tapi orang-orang dewasa selalu memaksanya untuk berpikir dengan akal sehat tanpa imajinasi. It sucks. Big time. Well, buatku imajinasi itu seperti warna-warni dalam hidup. Dan saya cinta warna. Setidaknya, mimpi dan imajinasi itu selalu bisa mengubah hal-hal membosankan dalam hidup jadi sedikit lebih menyenangkan.
Ini buku kedua, berarti masih ada 26  buku lagi terhutang. hihihi.. tenang.. udah dibaca kok, tinggal tulis aja. :D

Jumat, 15 Juni 2012

Ratu Berjuang Ikut Perang Tiket





Kenapa dek, kok megangin kepala?
Pusing? Mumet?
Sama-an deh.
Habisnya, situ ngapel kenapa tiketnya mahal bener yaaaa???


Korean Pop dengan deretan boyband dan girlband yg bejibun memang sedang mewabah. Dan saya termasuk salah satu yang terjangkiti demam ini. Ga parah kok. Cuma artis-artis dari YG Entertainment yang mencuri hatiku. Padahal 1 perusahaan itu saja ada berderet banyak banget artis-artisnya. Salah satunya ya, Bigbang, boyband si dedek di atas itu. *lirik foto* *liat sixpack* *lap iler*
Kemarin-kemarin cuma ngimpi2 kapan ya ini bocah-bocah bisa mampir manggung di Indonesia. Eeehh.. ada world tour dan beneran mampir kemari. *sujud sukur*
Trus diumumin tanggal pasti konsernya, yang mana masih Oktober. *tambah sujud sukur krn masih lama dan bisa nabung*
Eh tau-tau ga nyampe 1 minggu udah dibuka penjualan tiketnya. Dan saya tahu kabar penjualannya setelah menguras duit di tabungan untuk menebar piutang.

BENCIIIKKK!!!!

Bisa dibayangkan? Sore-sore saya transfer piutang yang hanya menyisakan seuprit duit di rekening. Pulang, nyalain laptop, connect internet, buka twitter, dan BOOM!!! Diumumkan kalo penjualannya dibuka lusanya. Mana ada duit buka beli kalo begini caranya!

hiks.....
Mosok saya diapelin dedek-dedek saya tapi ndak bisa nonton??
*mewek* *ngarepnya mewek trus dipeluk dek taeyang*

Makin risau nan galau pas hari penjualan tiketnya. Yang mana konon kabarnya dlm 30 detik websitenya diserbu 48rb pengunjung dan langsung crash. Dan di situs satunya, tiket langsung habis dalam waktu 2 jam-an aja. Dan saya ga bisa ikutan dalam perang tiket ini! *mangkel*

Menggalau di twitter malah mengundang twit-twit dari para calo yg nawarin tiket tak pasti dgn harga selangit. Juga permintaan follback. Ga penting banget sih. *klik block*

Trus ada fanbase yang ngajakin minta konser tambahan. Tentunya dengan semangat saya ikutan dong. *bangga mengakui pdhl ga inget umur*
Dan hari ini ada gosip kalo bakalan ada konser tambahan *sujud sukur lagi* Tapi masih nunggu pengumuman resmi. Dan menunggu itu semacam menyebalkan. Dan sebenernya kondisi rekening  juga masih sama saja.
Jadi, doakan semoga segera ada keputusan resmi. Semoga piutang saya segera dilunasi. Semoga saya bisa memenangkan perang tiketnya. Doakan saya ya kakaaaakkk... :)



Rabu, 18 Januari 2012

1st Book - 28 Books in 2012 Project

Jadi,

begini...
errmmm....

not good. not good.

Postingan kemarin aku sudah berkoar-koar kalo bakalan menyelesaikan buku Anak Bajang Menggiring Angin, tapi... ternyata sampe tanggal 18 Januari ini masih mentok sampe halaman 105 dari 480an halaman. #mewek
Tampaknya memang terlalu ambisius untuk memulai proyek ini dgn novel macam begituan.

Tapi jangan kira saya ongkang-ongkang kaki bermalas2an tanpa membaca buku apapun ya.
Di tengah-tengah waktu 2 minggu kemarin, secara tidak sengaja menyelingkuhi Anak Bajang dgn Madre-nya Dee Lestari. Dan coba tebak, kalo Anak Bajang sampe 18 hari gak bisa kelar bacanya, untuk Madre ini cukup 1jam-an saja sudah selesai. Ah... selingkuh itu memang nikmat. #eh

Sementara Anak Bajang Menggiring Angin bercerita tentang dunia pewayangan, dari masa kelahiran Rahwana, Anoman sampe ke kisah klasik cinta segitiga Rama-Sinta-Rahwana yang cukup memakan waktu untuk dibaca dan dipahami, Madre cukup simpel. Ya iyalah... wong dibaca sambil antri kamar mandi aja bisa selesai.

Buku ini merupakan kumpulan cerita pendek dan juga puisi karya Dee Lestari. Judul cerpen pertama diambil jd judul buku ini. Nah, ceritanya tentang apa? Nope, it's not about mother, ibu, mama, maman, simbok. Meski Madre artinya ibu, mama, maman, simbok, dst itu, Madre di buku ini adalah nama dari segumpal adonan roti. Kenapa namanya Madre? Karena gumpalan adonan ini adalah adonan biang, yg mana merupakan ibu dari roti-roti dari diberi campuran adonan biang ini. Tokoh utamanya adalah Tansen, seorang lelaki yg percaya kalo ia berdarah India-Sunda-Manado dan ternyata punya kakek seorang Cina (kayaknya bagus ya? campuran Cina-India, gimana wujud aslinya ya?). Dari si Kakek ini dia mewarisi Madre beserta bakery kuno yg sudah gulung tikar, termasuk pegawai-pegawainya yg sudah uzur.

Juga ada puisi untuk putri mbak Dee yg sepertinya waktu puisi ini ditulis masih ada di kandungan. Juga cerpen tentang cinta yg tumbuh antara 2 sahabat.

Kalo mau dirangkum dalam 1 kata, menurut saya buku ini hangat. Sehangat rumah. Seperti Tansen yg menemukan rumah setelah hidup luntang-lantung. Sehangat obrolan malamku bersama maman. yang biasanya temperaturnya semakin malam semakin memanas temperaturnya. hehehe.. enggak kok. becanda.

So, it's my first book. Fun and entertaining. Belum memilih buku kedua walau ada banyak pilihan di rak buku. Sepertinya akan menyerahkan pilihan ke tanganku. Excited for some surprises. hehehe..

Senin, 02 Januari 2012

28 Books before End of Days. :P

Hai hai..

Happy New Year y'all!

Nah, berhubung masih 2 hari berselang dari tahun baru, masih anget-angetnya dong membahas resolusi tahun ini. Ya, segala macam janji2 pelipur hati yg kita buat dengan berapi-api di awal Januari untuk kemudian kita tunda-tunda dan akhirnya terlanjur malas dan ga kesampaian. Yup, been there, done that. Tapi untuk tahun ini bener-bener pengen punya resolusi yg ga neko-neko dan bisa kunikmati. Plus, efek dipamerin blog yg bikin resolusi masak-masak selama setahun ala-ala pilem Julie and Julia, jadinya bikin tantangan untuk diri sendiri.

Nope, I'm not gonna force myself to cook. Meski sebenernya boleh juga, sih tapi demi keselamatan jiwa raga segenap keluarga dan teman-teman mendingan ga usah saja ya. hehehe..

Jadi tantangan tahun ini adalah baca 28 buku selama setahun.

Kenapa buku?

Well, simple aja sih. Karena aku suka beli buku tapi rd susah buat bacanya. Sampe numpuk-numpuk di rak. Kayanya kalo ga pake dipaksa dan ditantang ga bakalan bisa selesai dibaca semua. T___T

Kenapa 28?

Sederhana aja sih, coz I'm turning 28 this year. *ouch* hehehe... sebenernya agak ambisius sih. 28 buku dalam 1 tahun yg ada 52 minggu, 1 buku waktunya ga sampe 2 minggu. *menerawang* bisa ga ya?

Oke, jadi sekarang ke hidangan utamanya, buku apa saja yg bakalan dilahap?

Yang jelas, no comic books! Kalo cuma buat baca 28 komik mah ga perlu setahun, sehari saja bisa kelar. Selain komik sih bebas-bebas aja mau buku apa saja. Novel bisa, buku sejarah boleh, biografi hayuk aja.

Oh ya, setelah selesai baca bukunya, harus bikin resumenya juga kali ya? Bukti nyata kalo bukunya sudah selesai dibaca. Tapi takutnya kalo jadi spoiler, jadi lebih bagus kalo postingannya dibuat ga dibuat detil sampe ke endingnya. Ditambah sedikit opini pribadi utk bukunya. Sounds good, right?

Untuk buku pertama, taraaaaaa......

Aku mau menyelesaikan bukunya Romo Sindhunata, Anak Bajang Menggiring Angin.
Sebenarnya sudah dibeli dari bbrp bulan yg lalu. Sudah mulai dibaca, tapii...ni buku berat juga ternyata, dalam kiasan maupun dlm arti yg sebenarnya. Baca 1 halaman susah banget kelarnya. Tapi bahasanya benar-benar puitis dan romantis.

Sengaja buku ini ditaruh di urutan awal, biar kalo butuh waktu lama nanti buku-buku selanjutnya bisa dipilih yg rd entengan biar ga butuh waktu lama buat selesai bacanya.

So, I guess that's all for now.

See you in 2 weeks! Wish me luck!

Minggu, 04 Desember 2011

Dying for True Blood season 4

Cerita vampire-vampire-an emang lagi heboh taun-taun terakhir ini. Yah, dengan berjubelnya antrian twailait itu sudah jadi bukti paling sahih-lah. Tapi yg kuikuti cuma 1 serial. True Blood.
Dari musim pertama udah nyantol aja sama TV series satu ini. Full of stupid characters gitu lhoh.. Jason Stackhouse, Lafayette, Jessica. Dan vampire-nya lebih ganas. Plus ceritanya lebih beragam, ga cuma soal vampire jatuh cintrong sama manusia, mewek2 gr2 beda dunia, muncul werewolf bersixpacks sbg pihak ketiga, jd trophy antara vampire vs werewolf, dst...
Jadi, season 1 dan 2 udah khatam ditontonin. Season 3 belum kelar, baru dapat streamingan separuh musim, eh lha kok telat tau kalo  season 4 udah selesai diputer. Nambah lagi PRnya.
Well, ceritanya sendiri sebenernya masih seputaran pakem cinta  vampire dan manusia. Tapi pihak ketiganya juga vampire. Dan semakin lama justru pihak ketiga yg dapat porsi lebih besar. Juga banyak konflik kekuasaan antar vampire. Hehehe.. It's just complicated and full of blood. and love making  scene jugak sih ya semakin ke sininya.
Sempat liat2 di youtube utk season 4 dan ada banyak kejutan yg makin bikin penasaran.

Eric diguna-guna dan berubah jadi good Eric.
well, not really like this one. lebih suka Eric Northman yg licik, menyebalkan, dan ... dan ... itulah pokoknya

Sisi menye-menye-nya si Eric
can't believe he has this one

Tara has a GF???
sumpee ni?

Dan terakhir,
Jason and Jessica, as a  package
Wow. Big WOW!!

Ga sabaarrrrr!!!!!

PS. minggu ini baru saja mengalami kecelakaan yg mengakibatkan alis pitak separuh.
Yah, harusnya emang bikin postingan tentang ini, tapi masih bete juga. Entaran aja deh.